WEBINAR, PENILAIAN K-13 BERBANTUAN GOOGLE FORM, SPREADSHEET DAN ANALISIS REALTIME

Jumat, 5 Juni 2020 | Pendidikan menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia.Sebagai sebuah proses, pendidikan menjadi satu kesatuan anatara perencanaan, pelaksanaan, dan penilian. Setiap komponen ini memegang peranan penting dalam menghasilkan lulusan yang berkompeten. Di era 4.0 ini, proses penilian sudah mengarah pada basis digital. Analisis data penilian tidak lagi manual, melainkan menggunakan perangkat-perangkat teknologi yang sudah berkembang pesat. Melakukan analisis manual menjadi momok bagi guru mengingat banyak komponen yang harus dianalisis. Efesiensi waktu menjadi alasan dikembangkan analisis penilaian dengan spreadsheet realtime.

Dokumentasi kegiatan

Melihat kondisi lapangan ini, maka dilakukan kembali webinar (seminar web) yang digagas oleh Pengawas SD Dikpora Kota Denpasar yang bekerja sama dengan ER Institute. Dengan mengambil tema Analisis Penilaian, diharapkan mampu mengatasi kendala guru dalam melakukan analisis penilaian. Pada webinar kali ini, narasumber I Made Mudiartana guru SD Negeri 12 Pemecutan menyajikan secaa apik bagaimana proses penilaian dilakukan. Diawali dengan paparan bahwa penilaian di SD berdasarkan kompetensi dasar yang ditetapkan pada silabus. Kompetensi dasar ini wajib diajarkan, dinilai, dan menyajikan dalam predikat dan deskripsi. “Tidak semua guru mengetahui bagaimana proses munculnya predikat dan deskripsi pada aplikasi raport yang digunakan, ungkapnya”.

Kepiawaian narusumber yang juga selaku pembuat aplikasi raport kurikulum 2013 ini membuat suasana webinar menggairahkan. Usai mengenalkan pemerolehan predikat, materi dilanjutkan dengan mengenalkan penggunaan google form. Di era pembelajaran online ini, guru dituntut mampu menyajikan soal berbantuan form. Form yang disajikan berbeda dari segi header. “Cara membuat header seperti ini dapat dibuat di microsoft word kemudian dicapture menggunakan aplikasi Lightshot, imbuhnya’’. Tidak hanya menyajikan header, disimulasikan pula bagaimana membuat soal di form. Disarankan menggunakan pilihan drop-down untuk nomor absen siswa dan nama agar memudahkan mengisi identitas siswa. Desain form yang digunakan adalah tematik, namun tetap mengukur kompetensi dasar masing-masing muatan pelajaran.

Dari googleform akan mendapatkan respon. Dilakukan uji coba pengisian form guru peserta webinar. Disajikan 25 soal pilihan ganda yang tediri dari 5 soal untuk tiap kompetensi dasar yang mewakili 5 muatan pelajaran. Hasil uji cobayang dilakukan peserta secara realtime tersaji dalam lembar analisis spreadsheet dengan kombinasi formula excel. “Ada perbedaan mendasar penggunaan spreadsheet dengan excel. Ketika ada respon yang masuk, maka pada spreadsheet akan membuat baris baru pada spreadsheet respon. Jika pada excel, dimana kita cantumkan rumus maka hasil akan muncul pada baris tersebut. Agar rumus ini dapat bergerak dinamis dan realtime perlu ditambahkan formula “array”, imbuh narasumber”

Antusias guru mengikuti webinar ini sangat tinggi. Jumlah peserta mencapai 100 orang yang tersebar dari berbagia daerah, tidak hanya dari Kota Denpasar, ada juga guru dari Badung, Klungkung, dan Karangasem. Gairah semakin terlihat ketika sesi pertanyaan dibuka oleh I Made Arjana yang juga selaku host. Pada termin pertama, pertanyaan disampaikan oleh Kadek Arta guru SD 9 Dauh Puri mengenai proses analisis pada hasil spreadsheet. Narasumber dengan lugas menyajikan dalam bentuk praktikum melalui share konten. Dijelaskan tahapan demi tahapan bagaimana menggunakan master analisis yang telah disiapkan narasumber. Perlu digars bawahi pengunaan nama siswa  menggunakan drop-down itu penting, sehingga data yang disajikan pada analisis dapat disajikan secara terurut.

Pertanyaan kedua dari Guru SD Negeri 17 Dauh Puri Mega Mayanti yang menanyakan apakah bisa mengimport soal dari ms.word ke googleform. “….. bisa, soal dapat diimport dari word, excel, powerpoint dengan sebelumnya menginstal pengaya (add-on) pada googleform. Pengaya yang dapat diinstal menggunakan form builder. Dengan form builder ini kita dapat memindahkan soal yang dibuat ke google form sehingga tidak perlu melakukan pengetikan ulang…”

Komang Nudina guru SD Negeri 27 Pemecutan membuka termin kedua menanyakan hasil analisis ini dapat diubah ke bentuk pdf dan dapat diedit nilai-nilai analisis tersebut jika diberikan kepada siswa. Menanggapi pertanyaan ini, narasumber menyarakan agar guru yang masih menggunakan office 2007 untuk move on ke office yang lebih canggih (2010, 2016, 2019). Banyak kendala di lapangan guru tidak mampu mengubah ke odf karena office yang digunakan tidak tersedia save as pdf. Terkait dengan siswa yang mengubah nilai, guru tidak perlu khawatir karena nilai asli sudah dipegang oleh guru. Pertanyaan Komang Nudina menggungah gairah Made Arjana (Pengawas SD) memberi masukan. Analisis memang sebenarnya untuk guru bukan untuk dibagikan kepada siswa. Analisis ini bertujuan agar guru mengetahui siswa yang perlu mendapatkan remedial ataupun pengayaan. Alternatif lain untuk mengubah file ke pdf dapat menggunakan aplikasi tambahan seperti pdf converter.

Tidak hanya berkaitan dengan analisis ketuntasan, peserta Pande Suardana guru SD Negeri 4 Ubung menanyakan tentang analisis validitas, daya beda dan tingkat kesukaraan tes yang dibuat. “… bisa, secara offline analisis validitas, reliabilitas, daya beda, pengecoh sudah tersedia. Namun pada analisis online hanya ditampilkan tentang ketuntasan saja pada hari ini. Jika menginginkan yang lengkap, secara offline sudah tersedia…’’.

Materi kali ini sangat membuat peserta antusias. Banyak guru mengharapkan agar disediakan tutorial pengunaan aplikasi analisis ini agar dapat dipelajari pelan-pelan. Tidak hanya Made Suba guru SD Negeri 22 Dauh Puri, peserta Erry Trisna pun menyampaikan harapan yang sama agar disediakan tutorial penggunaan aplikasi ini. Dari Raga Prajangga SD Negeri 5 Ubung menyampaikan agar melakukan sisran langsung ke youtube sehingga dapat diputar ulang oleh peserta. Tanggapan disampaikan oleh host siaran langsung youtube belum bisa dilakukan karena masih menggunkan aplikasi versi free. Ditambahkan pula jika kondisi sudah pulih (pandemic hilang) maka bisa dilakukan kegiatan tatap muka di korwil. Narasumber  selaku tim Guru Berbagi menambahkan kegiatan yang menggunakan zoom, cisco yang free belum bisa menyambungkan menjadi youtube live.  Tidak berhenti di situ, guru SD Negeri 24 Pemecutan Dewa Edwin menyetujui kalau pelatihan seperti ini dapat dilakukan secara berkesinambungan. Selain menggunakan youtube diharapkan pula menggunakan tutorial berbasis tulisan.

Di penghujung sesi akhir webinar yang dimulai pukul 09.00-11.00 wita, Gairah Ni Wayan Darti juga tidak kalah dari para peserta lain yang mengikuti webinar. Kepala SD Negeri 3 Peguyangan ini memberi masukan tentang munculnya kebosanan siswa dalam pembelajaran daring karena pembelajaran yang dilakukan tidak variatif (hasil survey KPAI). Anak-anak memang sudah mulai jenuh jika pembelajaran tidak variatif. Untuk meningkatkan kemampuan guru menghasilkan pembelajaran menarik, webinar berikutnya diharapkan dengan pola In-On-In. Mendengar argumentasi ini, pengintegrasian game dapat dilakukan pada google classroom dengan tampilan layar. Kegiatan ini akan kami coba pada pertemuan berikutnya sehingga kebutuhan guru ini dapat terpenuhi. Selain itu pengawas mohon dukungan kepada semua guru untuk mau berbagi pengetahuan guna meningkatkan kualitas guru sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Berikan masukan materi apa yang memang diperlukan oleh guru, imbuhnya. Selaku guru, narasumber juga mengharapkan agar dibuat pelatihan minimal 32 jp. Tidak hanya mendapatkan materi baru, sertifikat/piagam dengan angka kredit 1 digunakan untuk kenaikan pangkat. Konsep diklat in-on-in sangat berguna untuk guru,….. saran Dewa Edwin.

Materi webinar unduh di sini

Video tutorial unduh di sini

MEMPERBANYAK BIBIT KETELA

            Pada masa pandemi Covid-19 ini, kita diharuskan kerja dari rumah. Semua aktivitas dikerjakan di rumah. Semula si hal ini dianggap suatu yang menguntungkan karena kita nggak perlu datang ke kantor lagi. Nggak perlu kena macet, nggak perlu kerja sepanjang hari, nggak perlu menyiapkan lipstik, dan aneka keperluan lainnya.  Tapi…..gimana kalau keadaan ini berlangsung terus menerus. Kita hidup dalam suasana yang monoton. Bosan kan? Sifat manusia emang butuh variasi dalam hidupnya. La, gmn bisa bervariasi kalau ujungnya cuma berkutat dengan pekerjaan rumah dan pekerjaan di depan laptop. Tapi jangan cemas ya! Banyak sekali hal baik yang dapat dilakukan di rumah. Anda bisa menonton konten yang menginsiprasi. Konten yang selama ini tak sempat Anda tonton dan kerjakan karena sibuk bekerja atau waktu Anda habis di perjalanan menuju kantor.

Ni Wayan Darti

            Untuk mengatasi kejenuhan banyak hal yang bisa dilakukan saat di rumah guna mengusir rasa bosan agar tak lama-lama menghampiri hidup kita. Bagi yang suka memasak, bisa mencoba berbagai resep ya. Hasilnya bisa dinikmati bersama keluarga tercinta. Atau bisa menjadi pundi-pundi rupiah yang membuat kantong Anda makin tebal. Bagi yang badannya kurus, hobby ini dapat membantu Anda untuk menaikkan berat badan. Bagi yang kelebihan berat badan, mungkin bisa membuat makanan yang berasal dari buah dan sayur atau pengolahan makanan dengan dikukus dan dibakar. Pokoknya, sempat saja pikiran kita terlepas dari hal yang monoton.

Continue Reading

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta didik Dalam Pembelajaran

oleh

Ni Made Ruscita Dipayanti, S. Pd.

Lokasi

SD NEGERI 19 DAUH PURI

Lingkup Pendidikan

Sekolah Dasar

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan konsentrasi peserta didik dalam materi memahami isi bacaan terkait benda di sekitar dengan menerapkan model pembelajaran PBL dengan berbantuan media video pembelajaran padasiswa kelas III SD Negeri 19 Dauh Puri, Kec. Denpasar Barat.

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah adalah : Kondisi yang menjadi latar belakang masalah yakni rendahnya konsentrasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar di kelas. Hal ini menyebabkan hasil belajar peserta didik tidak maksimal, dalam artian banyak peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM. Secara lengkap, sajian best practice dapat didownlod pada gambar berikut.

Terima kasih. Semoga bermanfaat

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

oleh Ni Putu Septy Tresnayanti, S.Pd

Lokasi

SD NEGERI 10 DAUH PURI

Lingkup Pendidikan

SEKOLAH DASAR

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa pada pembelajaran Bahasa Inggris

Situasi

Perubahan kondisi pembelajaran yang dimana dari Daring menjadi Luring memberikan dampak signifikan terkait konstribusi siswa dikelas. Serta kemampuan penguasaan kosa kata dan menyusun kalimat pada siswa. Hal tersebut dikarenakan siswa kurang berlatih selama diluar pengawasan guru dan saat diberikan tugas banyak siswa dibantu bahkan dibuatkan oleh orang tuanya. Ada juga yang tanpa bimbingan orang tua dikarenakan orang tua sibuk bekerja. Ketika Luring dilaksanaan guru memperhatikan banyak hal yaitu:

  1. Kurangnya partisipasi siswa dikelas
  2. Kurangnya menyampaikan jawabannya ketika diberikan pertanyaan
  3. Belum mampu menyusun kalimat sederhana

Kondisi ini juga dikarenakan media dan model pembelajaran diimplementasikan kurang tepat.

Tantangan

Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, wawancara guru, kepala sekolah dan komite sebagai perwakilan orang tua siswa, maka beberapa tantangan yang dihadapi pada siswa yaitu:

  1. Kurangnya penguasaan kosa kata
  2. Kurangnya latihan
  3. Pemahaman akan materi belum cukup

Terdapat pula tantangan yang dihadapi guru seperti :

  1. Faktor guru dalam pemilihan media ajar
  2. Lebih banyak teacher centered
  3. Kurangnya pemanfaatan TPACK di kelas
  4. Model pembelajaran ataupun materi yang belum relevan dengan kebutuhan siswa.
    Tantangan itu yang menyebabkan seorang guru harus melewatinya dengan berbagai cara seperti menerapkan media yang sesuai dengan gaya belajar siswa serta model pembelajaran lainnya yang mendukung.

Aksi

Tantangan yang ada diatas harus segera di selesaikan dengan baik oleh seorang guru profesional, diantaranya yaitu :

  1. Memberikan apersepsi yang baik dan membangun sistem berpikir kritis pada siswa. Melalui apersepsi yang baik maka siswa akan distimulus sebelum masuk ke inti pembelajaran.
  2. Berkaitan dengan media ajar Guru bisa menggunakan media yang menarik bagi siswa seperti media audio visual sehingga siswa bisa ingin termotivasi dan tertarik saat belajar. sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
  3. Berkaitan dengan model pembelajaran Disini guru memilih model PBL dan PJBL, proses pemilihan model ini pertama guru mempelajari apa saja model- model pembelajaran lalu memahami karakteristik siswa dengan melihat kemampuan dasar dan kebiasaan siswa. Guru juga diyakini sudah hafal dengan sintak dari model pembelajaran yang akan dipilih dari mulai tahap satu sampai akhir yang dituangkan dalam kegiatan pembuka, inti,dan penutup.
  4. Meningkatkan keaktifan siswa saat proses pembelajaran menggunakan ice breaking dan game dikelas. 
  5. Menggunakan LKPD yang menarik sehingga siswa senang saat membuat atau menjawab pertanyaan.
  6. Berkaitan dengan penilaian guru juga dituntut untuk menilai secara keseluruhan dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Tentunya dalam instrumen yang lengkap mulai dari kisi- kisi, indikator ketercapaian setiap ranah, dan rubrik penilaian untuk melengkapi penilaian diakhir pembelajaran.

Pihak yang terlibat pada praktik ini untuk memperbaiki pembelajaran dikelas antara lain:

  1. Dosen Pembimbing dan Guru Pamong.

Dosen pembimbing dan Guru Pamong membimbing dan memberikan pengarahan untuk memperbaiki pelaksanaan guru dikelas.

  • Kepala Sekolah SDN 10 Dauh puri.

Turut membantu memberikan saran dak kritikan ketika guru bertanya.

  • Teman sejawat baik disekolah ataupun rekan guru PPG lainnya.

Seluruh rekan guru baik di sekolah ataupun PPG senantiasa membantu memberikan masukan terkait pelaksanaan dikelas sehingga guru bisa memperbaikinya dan mendapatkan ilmu-ilmu yang bisa diterapkan.

  • Siswa kelas V SDN 10 Dauh Puri

Seluruh siswa yang selalu memberikan refleksi sebagai umpan balik guru untuk memperbaiki pembeljaran kedepannya.

Adapun langkah – langkah pembelajaran yang dilakukan guru sebagai berikut:

Fase 1 Penentuan pertanyaan mendasar (mengumpulkan informasi)

  1. Siswa menyimak video pada LCD terkait ‘Animal Adjective’
  2. Siswa diberi pertanyaan tentang
  3. What animal are there in the video?
  4. What do they look like?
  5. Siswa menanggapi pertanyaan yang diberikan secara bergantian. (Mandiri) (Percaya Diri)
  6. Guru mengaitkan video yang disimak dengan kehidupan sehari-hari siswa tentang apakah pernah melihat atau memiliki binatang yang memiliki ciri-ciri seperti  binatang yang ada di video dalam kehidupan sehari-hari (Apersepsi)

Fase 2 Tahap mendesain perencanaan proyek/produk

  • Guru mengaitkan topik di video dengan proyek yang akan dibuat.
  • Guru menyampaikan proyek yang akan dibuat dipertemuan berikutnya meliputi:
  • Warna pada gambar: kesesuaian warna dengan kenyataan.
  • Kosakata: kata (kata sifat) yang digunakan bervariasi terkait cara mendeskripsikan binatang yang akan dibicarakan.
  • Tata Bahasa: menggunakan tata bahasa yang benar
  • Menyusun ulang kalimat acak pada LKPD
  • Siswa dibagi menjadi 4 – 5 kelompok untuk membuat proyek yang disepakati.
  • Guru memberikan LKPD untuk mengetahui apa yang akan dibuat baik disekolah ataupun melanjutkan diluar sekolah. (Bertanggungjawab)
  • Siswa diminta membaca petunjuk untuk menyiapkan alat dan bahan untuk menyelesaikan proyek, meliputi:
  • Pensil
  • Penghapus
  • Pensil warna

Fase 3 Menyusun jadwal

  1. Secara berkelompok, siswa menyusun jadwal untuk membuat proyek meliputi:
  2. Menyusun ulang kalimat acak sesuai gambar di LKPD.
  3. Menyusun potongan gambar dan membuat kalimat menggunakan kata sifat sesuai tata bahasa yang benar
  4. Guru memberikan deadline waktu sampai pertemuan selanjutnya untuk menyelesaikan proyek meliputi :
  5. 10 menit: menyusun potongan gambar yang diberikan
  6. 5 menit: menentukan tugas setiap anggota yang ada pada kelompok.
  7. 10 menit: membuat gambaran atau list kosakota untuk mendeskripsikan binatang yang menggunakan kata sifat

Fase 4 Tahap monitoring peserta didik dan kemajuan proyek

  1. Siswa melakukan finishing terkait proyek yang dibuat sebelum dipresentasikan dan dikumpulkan. (Tanggungjawab)
  2. Siswa diberikan waktu untuk berlatih agar saat menampilkan percakapannya lebih baik
  3. Guru memantau proses pembuatan proyek.

Fase 5 Menguji hasil

  1. Setiap kelompok memiliki satu perwakilan siswa untuk maju menyampaikan hasil proyek (Tanggung jawab)
  2. Siswa menyimak kelompok lain mempresentasikan hasil proyeknya. (Peduli)

Fase 6 Evaluasi pengalaman belajar

  1. Siswa bersama guru melakukan evaluasi terhadap penyajian proyek dengan memberikan tanggapan, komentar, penegasan konsep.
  2. Siswa bersama dengan guru memberikan apresiasi dan reward berupa sticker smile kepada siswa atas pencapaian belajar.

Refleksi Hasil dan dampak

Dampak dari aksi dan langkah- langkah yang dilakukan dirasa hasilnya efektif dan dapat dilihat dari :

  1. Penggunaan apersepsi melalui pertanyaan – pertanyaan yang kritis yang membangun jiwa kritis pada siswa sehingga siswa secara tidak langsung dituntun memberikan pendapat mereka sehingga menumbuhkan keaftifan pada siswa
  2. Penggunaan media sangat membantu pemahaman siswa dalam pembelajaran, penerapan media berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) adalah suatu kerangka berpikir untuk mengintegrasikan teknologi yang sesuai dengan pedagogik untuk untuk menjelaskan suatu konten. TPACK dapat menjadi dasar pengembangan media pembelajaran yang efektif untuk mengajar suatu materi serta dapat membuat siswa lebih aktif.
  3. Pemilihan Model pembelajaran dan juga kegiatan yang berpusat pada siswa sangat meningkatkan keaktifan siswa saat proses pembelajaran sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah sangat senang, bisa dilihat saat kegiatan refleksi akhir pembelajaran siswa memberikan refleksi.

Melalui semua kegiatan terdapat hal yang belum efektif yaitu:

  1. Teks bacaan yang masih belum sederhana bagi siswa sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk memahami isi bacaan.
  2. Terdapat kendala saat take video aksi 1 yang dimana terdapat kegiatan yang tidak terekam.

Secara keseluruhan proses kegiatan yang telah terjadi adalah

Mampu bekerja sama dengan baik saat berkelompok dan lebih mampu melakukan presentasi serta memberikan pendapat.

Tanya Jawab Seputar Workshop Bahasa dan Menumbuhkan Budaya Positif di Sekolah

Bahasa merupakan alat komunikasi yang harus dikuasai oleh seorang pendidik baik secara verbal maupun nonverbal. Kemampuan berbahasa yang baik dapat digunakan  untuk menumbuhkan budaya positif di sekolah. Oleh karena itu, Er Institute menyelenggarakan workshop online dengan judul “Bahasa dan menumbuhkan Budaya Positif di Sekolah” bersama Erry Trisna Nurhayana, M.Pd, C.HTc

Workshop Bahasa dan Membangun Budaya Positif di Sekolah

Tanya jawab seputar workshop

1. Bagaimana pola kegiatan workshop?

Kegiatan workshop dilaksanakan dengan pola sinkronus dan asinkronus mulai tanggal 28-31 Oktober 2022. Kegiatan sinkronus dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2022 bersama narasumber di virtual zoom  pukul 19.00 wita hingga selesai. Selanjutnya, dilaksanakan kegiatan asinkronus di group telegram berupa tugas mandiri dan posttest yang diberikan kepada peserta.

2. Apa benefit yang didapat?

 E-sertifikat 32 JP
 Surat undangan
 Materi
 Resume kegiatan
 Relasi yang bermanfaat

3. Bagaimana cara mendaftar?

Registrasi pada link berikut:
di sini https://s.id/wokshopbahasa (ditutup 27 Oktober 2022)

Cukup dengan investasi Rp35.000,- Bapak/Ibu sudah mendapatkan semua benefit di atas.

4. Siapa saja yang boleh mendaftar?

Kegiatan ini terbuka untuk umum baik pendidik maupun rekan-rekan yang ingin menambah pengetahuan, relasi berkaitan dengan tema workshop.

Ayo segera daftar dan bergabung. Sampai jumpa di hari kegiatan.

Semangattttt!!!!

Cerita Praktik Baik Best Practice: Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas I dengan Penerapan Model Pembelajaran di SDN 8 Asera, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara

oleh
Sri Haryanti

Situasi

Pembelajaran yang  dilaksanakan di kelas I  SDN 8 Asera, hasil belajar siswa rendah karena siswa tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan guru. Masalah  ini timbul karena cara mengajar guru yang kurang menarik. Metode dan media pembelajaran yang digunakan guru menyebabka ketidaktertarikan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran guru, sehingga  menyebabkan siswa tidak termotivasi untuk aktif belajar sehingga hasil belajar siswa sebagian besar di bawah KKM yang telah ditentukan. Melalui analisis identifikasi masalah diperoleh beberapa hal yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa, antara lain:

  1. Guru dalam menyajikan materi kurang menarik.
  2. Metode yang digunakan belum sesuai dengan karakteristik siswa.
  3. Guru belum menerapkan model-model pembelajaran inovatif
  4. Guru belum sepenuhnya memahami tentang HOTS

Setelah  melalui observasi/pengamatan dapat diketahui bahwa penyebab masalah rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa adalah sebagai berikut:

  1. Guru belum berperan sepenuhnya sebagai motivator bagi siswa, menyebabkan siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
  2. Guru  dalam melaksanakan proses pembelajaran belum optimal menyebabkan siswa tidak termotivasi untuk belajar.
  3. Kurangnya sarana dan prasarana di sekolah yang mendukung proses pembelajaran sehingga berpengaruh terhadap motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.
  4. Guru belum maksimal dalam mengarahkan  siswa agar memiliki tujuan yang jelas dalam belajar dan memiliki target atau cita-cita (melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi) dalam belajar meskipun berasal dari daerah terpencil.
  5. Kurangnya sarana dan prasarana untuk menerapkan pemanfaatan teknologi/TIK dalam pembelajaran.

Untuk meningkatkan kualitas belajar siswa, guru harus melakukan perbaikan dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model  pembelajaran inovatif dan menggunakan media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Untuk menigkatkan hasi belajar siswa yang rendah. Guru melakukan perbaikan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan TPACK dan menggunakan media pembelajaran yang bervariasi.

Mengapa penting dibagikan?

Praktik perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru ini penting untuk dibagikan karena dengan menggunakan model pembelajaran PBL dengan pendekatan TPACK dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dan dapat mencapai di atas KKM.

Apa peran dan tanggung jawab saya?

Guru berperan penting dalam praktik  perbaikan pembelajaran ini karena hasil belajar siswa sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam melakukan perbaikan. Guru harus mampu memotivasi siswa untuk belajar dengan pilihan metode maupun media pembelajaran yang digunakan dalam praktik perbaikan. Guru bertanggung jawab terhadap keberhasilan siswa dalam belajar. Jika guru bersungguh-sungguh dalam melakukan praktik perbaikan maka guru akan  berusaha memperbaiki kekurangan dan kelemahan dan melakukan refleksi sehingga berhasil dalam praktik perbaikan. Keberhasilan guru tercermin pada keseluruhan hasil belajar siswa baik dari aspek sikap, pengetahuan maupun ketrampilan.

Tantangan

Untuk mencapai tujuan meningkatkan hasi belajar siswa, guru mengalami  tantangan, antara lain:

  1. Penggunaan model pembelajaran PBL dengan pendekatan TPACK memerlukan penguasaan teknologi yang baik. Untuk dapat melaksanakannya guru harus mampu mengembangkan diri untuk menguasai teknologi dalam pendidikan sehingga dapat melakukan praktik perbaikan dengan hasil yang maksimal.
  2. Kurangnya sarana dan prasarana di sekolah yang berkaitan dengan teknologi, yaitu tidak adanya jaringan PLN, tidak ada jaringan internet dan tidak tersedia proyektor maupun LCD di sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut guru harus mampu menemukan cara yang tepat sehingga dalam kondisi yang demikian tetap dapat melaksanakan pendekatan TPACK dengan baik.
  3. Kurangnya media pembelajaran di sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut guru harus mampu membuat media pembelajaran yang bervariasi sehingga praktik perbaikan pembelajaran dapat berhasil.

Pihak yang terlibat

     Pelaksanaan praktik perbaikan pembelajaran ini melibatkan beberapa pihak yang membantu keberhasilan guru mencapai tujuan meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun yang terlibat dalam praktik ini adalah:

  1. Dosen Pembimbing dan Guru Pamong. Dosen Pembimbing dan Guru Pamong terlibat dalam memberi pengarahan dan bimbingan dalam pelaksanaan praktik perbaikan ini sehingga guru berhasil dalam melakukan perbaikan.
  2. Siswa kelas I SDN 8 Asera. Siswa kelas I terlibat dalam perbaikan karena guru mengajar di kelas I dan masalah yang timbul terjadi di kelas ini
  3. Kepala SDN 8 Asera.  turut membantu dalam memberi saran dan  ikut mengarahkan siswa agar termotivasi dalam mengikuti pembelajaran dalam setiap pelaksanaan praktik perbaikan. Kepala sekolah juga mengarahkan teman sejawat yang senior untuk membimbing dan mengoreksi praktik perbaikan yang dilakukan guru.
  4. Teman sejawat di SDN 8 Asera. Beliau turut  membimbing dan mengoreksi guru dalam praktik perbaikan.
  5. Teman sejawat dari sekolah lain terlibat  membantu dalam belajar penguasaan teknologi sehingga guru dapat menerapkan pendekatan TPACK.

Aksi

Dengan munculnya berbagai tantangan, guru menentukan strategi untuk menghadapinya. Adapun langkah-langkah untuk menghadapi tantangan tersebut adalah

  1. Untuk dapat melaksanakan metode pembelajaran PBL dengan pendekatan TPACK guru harus mampu mengembangkan diri untuk menguasai teknologi dalam pendidikan sehingga dapat melakukan praktik perbaikan dengan hasil yang maksimal. Guru dalam hal ini mengembangkan diri dengan belajar melalui materi di internet. Selain itu guru juga dipandu oleh Hendrarti Ratna Setyorini, S.Pd.M.Pd yang memiliki kemampuan dalam menguasai teknologi dalam pendidikan dan telah menerapkan TPACK di setiap pembelajarannya.
  2. Untuk mengatasi kurangnya sarana dan prasarana yang berkaitan dengan teknologi guru harus mampu menemukan cara yang tepat sehingga dalam kondisi yang demikian tetap dapat melaksanakan pendekatan TPACK dengan baik. Guru dalam hal ini menggunakan sarana laptop dan HP agar tetap dapat melakukan pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran. Guru mendownload materi maupun media baik itu gambar maupun video menggunakan HP maupun laptop. Guru membuat PPT yang berkaitan dengan materi pembelajaran dan menyajikannya menggunakan laptop dan mengatur tempat duduk siswa sehingga dapat menyaksikan tayangan video maupun PPT dengan jelas meskipun hanya menggunakan laptop. Dalam hal ini guru dibantu oleh Kepala Sekolah yang menyediakan generator agar HP maupun laptop tidak kehabisan daya.
  3. Untuk mengatasi kurangnya media pembelajaran di sekolah guru harus mampu membuat media pembelajaran yang bervariasi sehingga praktik perbaikan pembelajaran dapat berhasil. Di setiap materi pembelajaran guru membuat media yang dapat membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Selain media laptop  dan HP guru juga harus mampu membuat media dengan menggunakan alat yang ada sehingga menjadi media yang menarik. Dalam hal ini Kepala Sekolah turut terlibat dengan menyediakan alat-alat yang diperlukan guru untuk membuat media pembelajaran.

Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru antara lain:

Fase pertama: Orientasi  siswa pada masalah

  1. Guru menyampaikan masalah melalui tayangan video yang ditampikan menggunakan laptop
  2.  Melakukan tanya jawab yang berkaitan dengan tayangan video.

Fase kedua: Mengorganisasi siswa untuk belajar

  1. Guru mengarahkan siswa membentuk keompok secara heterogen.
  2. Guru membagikan bahan ajar kepada masing-masing kelompok.
  3. Guru membagikan LKPD Kelompok kepada masing-masing kelompok.
  4. Guru membagikan LKPD Individu kepada masing-masing siswa untuk memptivasi siswa agar semua siswa aktif belajar.
  5. Siswa berdiskusi dalam kelompoknya.

Fase ketiga: Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok

  1. Guru membimbing siswa dalam beraktifitas.
  2. Guru mendampingi dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan.
  3. Siswa mengisi LKPD Kelompok dan LKPD Individu setelah berdiskusi.

Fase keempat: Mengembangkan dan menyajikan hasil

  1. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
  2. Siswa yang lain menanggapi hasil dari kelompok yang melakukan presentasi.
  3. Guru memberi penguatan dari setiap hasil diskusi masing-masing kelompok.

Fase kelima: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

  1. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.
  2. Guru bersama siswa menganalisis proses pemecahan masalah.
  3. Guru melakukan evaluasi.
Pelaksanaan di kelas

Refleksi Hasil dan dampak

Setelah melakukan praktik perbaikan pembelajaran melalui implementasi model pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan TPACK dampak yang timbul dari perbaikan tersebut adalah:

  1. Hasil belajar siswa meningkat.
  2. Siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
  3. Siswa mampu berpikir kritis.
  4. Guru menjadi lebih kreatif.

     Dari dampak-dampak praktik pembelajaran PBL dengan pendekatan TPACK di atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan TPACK efektif untuk meningkatka hasil belajar siswa karena metode ini dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.  Masalah yang harus diselesaikan siswa dalam pembelajaran ini membuat siswa mampu berpikir kritis sehingga meningkatkan kompetensi siswa secara menyeluruh.

Strategi yang telah dilakukan guru untuk meningkatan hasil belajar siswa  mendapat dukungan dan respon yang membangun dari Kepala Sekolah maupun teman sejawat. Kepala Sekolah memngarahkan guru yang lain untuk menggunakan model  pembelajaran PBL dengan pendekatan TPACK ini untuk meningkatkan kompetensi siswa untuk semua kelas. Teman sejawat menilai bahwa metode ini membuat anak bergembira dalam belajar.Fakor keberhasilan praktik perbaikan pembelajaran yang dilakukan karena bimbingan dari dosen dan guru pamong yang telah memberi masukan dan pengarahan dalampelaksanaannya. Selain itu dukungan dari Kepala Sekolah, teman sejawat dan keluarga juga menjadi faktor keberhasilan ini.

Pembelajaran yang diperoleh guru dari keseluruhan proses praktik  perbaikan ini adalah timbulnya permasalahan yang ada dalam kelas kita yang terjadi pada siswa terutama hasil belajarnya yang rendah dipengaruhi oleh cara mengajar guru. Guru harus memiliki tanggung jawab terhadap hasil belajar siswa dengan melakukan refleksi sehingga guru dapat menemukan strategi yang tepat untuk mengatasi berbagai permasalahan di kelas..Dengan melakukan praktik perbaikan dengan model pembelajaran yang tepat guru akan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu guru harus melakukan tindak lanjut setelah melakukan perbaikan sehingga tidak akan terjadi lagi masalah yang sama dalam kelas.

Tanya Jawab Seputar Workshop dengan tema Peran Bahasa bagi Pendidik di Era Milenial

Bahasa merupakan alat komunikasi yang harus dikuasai oleh seorang pendidik baik secara verbal maupun nonverbal. Dalam rangka meningkatkan kemampuan berbahasa pendidik di era milenial, Er Institute menyelenggarakan workshop dengan tema Peran Bahasa bagi Pendidik di Era Milenial

Workshop ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, diantaranya:
👨‍💼 Dr. I WAYAN ARTIKA, S.Pd., M.Hum. (Dosen Undiksha, Pegiat Literasi)
👩‍💼 NI PUTU SUGILASTINI, S.Pd. (Pengajar Praktik Guru Penggerak)

Keynote Speaker
👨‍💼 NANOE BIROE (Musisi Bali)

Tanya jawab seputar workshop

  1. Bagaimana pola kegiatan workshop?
    Kegiatan workshop dilaksanakan dengan pola sinkronus dan asinkronus mulai tanggal 24- 27 Maret 2022. Kegiatan sinkronus dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2022 dengan menghadirkan narasumber pada ruang virtual yaitu zoom dan live youtube ErV Project pada pukul 09.00 wita hingga selesai. Selanjutnya, dilaksanakan kegiatan asinkronus di group telegram berupa tugas mandiri dan posttest yang diberikan kepada peserta.

2. Apa benefit yang didapat?
1️⃣ E-sertifikat 32 JP
2️⃣ Surat undangan
3️⃣ Materi
4️⃣ Resume kegiatan
5️⃣ Relasi yang bermanfaat

3. Bagaimana cara mendaftar?
Registrasi pada link berikut:
di sini https://s.id/registrasi-workshop-nanoe

Cukup dengan investasi Rp.30.000,- Bapak/Ibu sudah mendapatkan semua benefit di atas
Investasi ditransfer melalui:
🏦 Bank : BPD Bali
📌 No.Rek : 0290202053481
📌 Nama Rek : I Made Suwandha Jaya

4. Siapa saja yang boleh mendaftar?
Kegiatan ini terbuka untuk umum baik pendidik maupun rekan-rekan yang ingin menambah pengetahuan, relasi berkaitan dengan tema workshop.

✈️ Ayo segera daftar dan bergabung di grup telegram untuk mendapatkan semua informasinya!
Grup Telegram
di sini https://t.me/+jK7DuCQq1s8wZmM1

🔊Semangattttt!!!!

Webinar Pendidikan “Membangun Komunikasi dan Kepemimpinan dalam Pembelajaran”

Pendidikan merupakan kunci terbentuknya peradaban, dan memiliki peran strategis dalam membawa ke mana arah masa depan bangsa. Perkembangan kualitas sumber daya manusia juga tidak terlepas dari bagaimana proses belajar itu berlangsung. Di kelas misalnya, guru sebagai ujung tombak pendidikan diharuskan berbekal kompetensi dalam mengajar.

Salah satu hal yang penting dalam mengajar adalah memabngun komunikasi yang efektif , tidak hanya kepada siswa, melainkan sesame guru, orang tua, ataupun warga sekolah, stakeholder yang berkaitan dengan sekolah tersebut. Selain itu, sosok guru juga harus mampu hadir sebagai pemimpin pembelajaran di kelas. Pemimpin yang mampu menahkodai anak-anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodratnya. Mengingat pentingnya peningkatan kompetensi ini, Er Institute menyelenggarakan webinar dengan tema “Membangun Komunikasi dan Kepemimpinan dalam Pembelajaran” yang dilaksanakan sesuai jadwal berikut.

Tanya jawab seputar webinar

  1. Siapa saja yang boleh mengikuti kegiatan?
    Kegiatan dapat diikuti oleh setiap orang baik dari guru, orang tua, masyarkat maupun kalangan yang berkaitan dengan pendidikan
  2. Bagaimana cara mengikuti kegiatan webinar ini?
    Ada dua acara yaitu melalui zoom dan youtube. Untuk zoom, kuota peserta dalam zoom sangat terbatas. Bagi peserta yang tidak dapat bergabung di zoom, silakan menyaksikan tayangan melalui live youtube s.id/ervproject.
  3. Kapan kegiatan ini dilaksanakan?
    Kegiatan webinar dilaksanaan pada hari Kamis, 27 Januari 2022 pukul 14.00 wita
  4. Fasilitas apa saja yang diperoleh?
    Fasilitas yang diperoleh yaitu matari, dan e-sertifikat 32 JP.
  5. Apa seluruh peserta mendapatkan e-sertifikat 32 JP?
    Tidak. Agar peserta mendapatkan e-sertifikat 32 jp maka harus mengikuti ketentuan pada nomor 6 di bawah ini.
  6. Bagaimana cara memperoleh e-sertifikat 32 JP?
    Caranya adalah ikuti webinar secara penuh, kemudian silakan melengkapi tugas yang harus dikerjakan. Batas waktu pengerjaan tugas yaitu tanggal 27-31 Januari 2022. Tugas dikumpulkan melalui link drive yang akan dikirim ke alamat email yang didaftarkan. E-sertifikat akan mulai dikirim tanggal 3-4 Februari 2022
  7. Bagaimana cara mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan?
    Tata cara mengajukan pertanyaan akan disampaikan saat webinar series berlangsung.
  8. Apakah kegiatan ini berbayar?
    Tidak. Peserta hanya cukup menyebarluaskan pada beberapa group media sosial (facebook, telegram, WA, dan lainnya), kemudian melakukan like, subscribe, nyalakan lonceng dan menonton video pada channel s.id/ervproject untuk memperoleh notifikasi kegiatan

Silakan daftar pada link berikut s.id/pendaftaraneseminar. Pastikan sudah mensubscribe channel s.id/ervproject sebelum mengisi link pendaftaran.

Materi dapat diunduh di sini

Demikian informasi terkait webinar series. Mari kita ikuti untuk menambah khasanah pengetahuan demi kemajuan pendidikan yang lebih baik.

Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan

Klasifikasi Ilmiah Lidah Buaya

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Asphodelaceae
Genus : Aloe
Spesies : Aloe vera L.

Karakteristik lidah buaya

Lidah buaya merupakan tanaman sukulen berbentuk roset dengan tinggi 30-60 cm dan diameter tajuk mencapai 60 cm. Lidah buaya adalah tumbuhan asli yang berasal dari Afrika, dengan ciri daun berwarna hijau memiliki daging yang tebal, terdapat duri pada dua sisinya, daunnya panjang dan lebar di bagian bawah dan mengecil pada bagian puncaknya, daging daun berlendir. Tanaman ini tumbuh di daerah panas terbuka dengan kondisi tanah yang kaya akan bahan organic. Pembudidayaan dan perawatan lidah buaya sangat mudah dan ekonomis.

Lidah Buaya

Manfaat lidah buaya untuk kesehatan

Selain sebagai bahan makanan, lidah buaya juga memiliki beberapa manfaat lain sebagai berikut.

  1. Mengatasi kulit kering. Dalam lidah buaya terkandung mineral, enzim, antioksidan, vitamin A, C, dan E yang baik untuk menguatkan lapisan pelindung kulit sehingga mampu membuat kulit menjadi lebih lembap
  2. Menghilangkan jerawat. Manfaatnya mengatasi jerawat ini berkat kandungan asam salisilat dan senyawa antiseptik lain di dalamnya yang dapat membantu membunuh bakteri penyebab jerawat.
  3. Meredakan gatal dan ruam kronis. Beberapa penyakit kronis yang disebabkan oleh peradangan dapat menyebabkan rasa gatal di kulit dan mulut. Menggunakan obat kumur 3 kali sehari selama 3 bulan bisa membantu mengurangi rasa gatal dan ruam pada mulut.

Manfaat Kunyit Putih

Klasifikasi Ilmiah Kunyit Putih

Kingdom         : Plantae
Divisi              : Spermatophyta
Subdivisi         : Angiospermae
Classis             : Monocotyledonae
Ordo                : Zingiberales
Familia            : Zingiberaceae
Genus              : Curcuma
Spesies            : Curcuma mangga Val.

Karakteristik kunyit putih

Tanaman kunyit putih (Curcuma mangga Val.) merupakan tanaman semak berumur tahunan. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 mdpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Tanaman ini mempunyai tinggi 50-75 cm, bentuk batang semu yang tersusun dari pelepah – pelepah daun. Daun berwarna hijau, berbentuk seperti mata lembing bulat lonjong di bagian ujung dan pangkalnya. Panjang daun 30-60 cm dengan lebar daun 7,5-12,5 cm, tangkai daunnya panjang sama dengan panjang daunnya. Permukaan atas dan bawah daun agak licin, tidak berbulu.

Tanaman ini mempunyai bunga majemuk berbentuk bulir yang muncul dari bagian ujung batang. Mahkota bunga berwarna kuning muda atau hijau keputihan, panjang 2,5 cm. Kunyit putih memiliki rimpang berbentuk bulat, renyah, dan mudah dipatahkan. Kulitnya dipenuhi semacam akar serabut yang halus hingga menyerupai rambut. Rimpang utamanya keras, bila dibelah tampak daging buah berwarna kekuning-kuningan di bagian luar dan putih kekuningan dibagan tengahnya. Rimpang berbau aromatis seperti bau mangga, dan rasanya mirip manga sehingga masyarakat menyebutnya temumangga.

Kunyit putih

Manfaat kunyit putih untuk kesehatan

  1. Obat Alergi Alami. Senyawa curcuminoids yang terkandung dalam kunyit putih, bermanfaat sebagai antialergi, dan terbukti mengatasi gejala alergi pada kulit. Sebagai obat antialergi, kunyit putih bekerja layaknya antihistamin yang berfungsi untuk menghambat aktivitas protein penyebab peradangan dan mencegah pelepasan histamin, yaitu zat kimia yang memicu reaksi alergi.
  2. Mengatasi Masalah Pencernaan. Minyak esensial dari kunyit putih ini cukup bermanfaat dalam mengobati maag, perut kembung, sembelit, kolik, kejang otot, dan masalah lambung lainnya. Tepung dari akar kunyit putih juga dipercaya mengurangi jumlah dan tingkat keasaman cairan lambung, sehingga dapat digunakan untuk menyembuhkan tukak lambung.
  3. Penawar Bisa Ular. Ekstrak dari khasiat kunyit putih dapat menjadi pertolongan pertama yang ampuh sebagai penawar dan penghambat aktivitas racun ular dalam tubuh.

Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan

Klasifikasi ilmiah jahe merah

Kingdom         : Plantae
Divisi              : Spermatophyta
Subdivisi         : Angiospermae
Kelas               : Monocotyledonae
Ordo                : Zingiberales
Famili              : Zingiberaceae
Genus              : Zingiber
Spesies            : Zingiber officinale Roxb.var. Rubrum

Karakteristik Jahe Merah

Tanaman jahe merah memiliki batang berbentuk bulat dengan ukuran kecil berwarna hijau, tetapi batang bagian bawah berwarna kemerahan, struktur batang agak keras karena diselubungi oleh pelepah daun. Tinggi tanaman mencapai 34,18-62,28 cm. dari segi daun, tanaman jahe merah tersusun berselang-seling secara teratur dan memiliki warna yang lebih hijau (gelap) dibandingkan jenis tanaman jahe lainnya. Permukaan daun bagian atas berawarna hijau muda dibandingkan dengan permukaan bagian bawahnya. Rimpang jahe berwarna merah hingga jingga muda. Ukuran rimpang jahe merah lebih kecil dibandingkan dengan jahe gajah dan jahe emprit yakni panjang rimpang 12,33-12,60 cm, tinggi mencapai 5,86-7,03 cm, dan berat rata-rata 0,29-1,17 kg. Akar beserat agak kasar dengan panjang 17,03- 24,06 cm dan diameter akar mencapai 5,36-5,46 cm. Tanaman jahe merah dapat tumbuh diketinggian hingga 900mdpl.

Jahe merah

Manfaat jahe merah untuk kesehatan

  1. Meredakan rematik. Rematik salah satu penyakit yang umum diderita masyarakat. Rimpang jahe merah bermanfaat meredakan rematik sebab mengandung minyak asiri serta memiliki efek farmakologis antirematik. 
  2. Meredakan batuk kering menahun. Jahe merah mengandung minyak atsiri yang bisa meredakan batuk. Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda bisa makan jahe merah ukuran kecil secara langsung tiga kali sehari.  Usahakan Anda menguyah jahe merah sampai lembut dan menelas air jahe merah. 
  3. Obat gatal, luka lecet, dan luka akibat senjata tajam. Banyak faktor yang membuat permukaan kulit menjadi gatal, salah satunya akibat terkena gigitan serangga.  Daripada terus menggaruk kulit yang terasa gatal, Anda bisa mengobatinya dengan menempelkan campuran jahe merah dan bawang merah yang ditumbuk halus di atas permukaan kulit yang gatal.  Anda bisa menempelkan ramuan herbal tersebut secara rutin sampai gatal hilang. Selain mengobati gatal, obat herbal tersebut juga efektif menyembuhkan luka lecet dan luka berdarah akibat senjata tajam. 

Manfaat Pohon Keji Beling

Klasifikasi ilmiah keji beling

Klasifikasi tanaman keji beling dapat disajikan sebagai berikut.

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Spermatophyta
Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Scrophulariales
Famili : Acanthaceae
Marga : Strobilanthes
Spesies : Strobilanthes crispus Bl.

Karakteristik tanaman keji beling

Tanaman Keji Beling merupakan herba berbatang basah, semak dengan tinggi 1-2 m. Batang beruas, bentuk bulat, berbulu kasar, percabangan monopodial, berwarna hijau. Memiliki daun tunggal, berhadapan, lanset atau lonjong dengan tepian bergerigi kasar, ujung meruncing, pangkal runcing, panjang 9-18 cm, lebar 3-8 cm, bertangkai pendek, menyirip dan berwarna hijau. Bunga majemuk, bentuk bulir dan muncul di ketiak daun pelindung. Akar tunggang, berwarna coklat muda.

Tanaman Keji Beling

Manfaat tanaman keji beling

Daun keji beling memiliki permukaan halus sedikit berbulu. Meski begitu, daun keji beling terkenal mampu memelihara kesehatan dan membantu mengobati berbagai penyakit. Adapun beberapa manfaat tanaman keji beling adalah sebagai berikut.

  1. Penyakit Diabetes. Tumbuhan keji beling memiliki kandungan senyawa yang mampu melindungi tubuh dari kerusakan sistem pengaturan kadar gula. Mengonsumsi teh daun keji beling untuk menstabilkan kadar gula dan darah. Daun yang satu ini juga dapat mengatur sistem perlindungan terhadap pengaturan produksi insulin.
  2. Mengobati Batu Ginjal. Manfaat daun keji beling selanjutnya adalah mampu mengobati penyakit batu ginjal. Keji beling banyak digunakan untuk membantu meluruhkan kristal di ginjal. Daun keji beling mengandung bahan aktif yang dipercaya bisa meluruhkan batu ginjal serta meningkatkan kesehatan kandung kemih.
  3.  Meringankan Depresi. Daun keji beling memiliki senyawa yang terkandung di dalamnya mampu memberikan efek nyaman dan dingin pada tubuh, sehingga dapat meringankan depresi. Untuk mengonsumsinya, daun keji beling direbus menjadi teh untuk memberikan efek tenang dan nyaman, terutama bagi orang tua atau dewasa yang memiliki banyak masalah dan stres hingga depresi.