WEBINAR, PENILAIAN K-13 BERBANTUAN GOOGLE FORM, SPREADSHEET DAN ANALISIS REALTIME

Jumat, 5 Juni 2020 | Pendidikan menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia.Sebagai sebuah proses, pendidikan menjadi satu kesatuan anatara perencanaan, pelaksanaan, dan penilian. Setiap komponen ini memegang peranan penting dalam menghasilkan lulusan yang berkompeten. Di era 4.0 ini, proses penilian sudah mengarah pada basis digital. Analisis data penilian tidak lagi manual, melainkan menggunakan perangkat-perangkat teknologi yang sudah berkembang pesat. Melakukan analisis manual menjadi momok bagi guru mengingat banyak komponen yang harus dianalisis. Efesiensi waktu menjadi alasan dikembangkan analisis penilaian dengan spreadsheet realtime.

Dokumentasi kegiatan

Melihat kondisi lapangan ini, maka dilakukan kembali webinar (seminar web) yang digagas oleh Pengawas SD Dikpora Kota Denpasar yang bekerja sama dengan ER Institute. Dengan mengambil tema Analisis Penilaian, diharapkan mampu mengatasi kendala guru dalam melakukan analisis penilaian. Pada webinar kali ini, narasumber I Made Mudiartana guru SD Negeri 12 Pemecutan menyajikan secaa apik bagaimana proses penilaian dilakukan. Diawali dengan paparan bahwa penilaian di SD berdasarkan kompetensi dasar yang ditetapkan pada silabus. Kompetensi dasar ini wajib diajarkan, dinilai, dan menyajikan dalam predikat dan deskripsi. “Tidak semua guru mengetahui bagaimana proses munculnya predikat dan deskripsi pada aplikasi raport yang digunakan, ungkapnya”.

Kepiawaian narusumber yang juga selaku pembuat aplikasi raport kurikulum 2013 ini membuat suasana webinar menggairahkan. Usai mengenalkan pemerolehan predikat, materi dilanjutkan dengan mengenalkan penggunaan google form. Di era pembelajaran online ini, guru dituntut mampu menyajikan soal berbantuan form. Form yang disajikan berbeda dari segi header. “Cara membuat header seperti ini dapat dibuat di microsoft word kemudian dicapture menggunakan aplikasi Lightshot, imbuhnya’’. Tidak hanya menyajikan header, disimulasikan pula bagaimana membuat soal di form. Disarankan menggunakan pilihan drop-down untuk nomor absen siswa dan nama agar memudahkan mengisi identitas siswa. Desain form yang digunakan adalah tematik, namun tetap mengukur kompetensi dasar masing-masing muatan pelajaran.

Dari googleform akan mendapatkan respon. Dilakukan uji coba pengisian form guru peserta webinar. Disajikan 25 soal pilihan ganda yang tediri dari 5 soal untuk tiap kompetensi dasar yang mewakili 5 muatan pelajaran. Hasil uji cobayang dilakukan peserta secara realtime tersaji dalam lembar analisis spreadsheet dengan kombinasi formula excel. “Ada perbedaan mendasar penggunaan spreadsheet dengan excel. Ketika ada respon yang masuk, maka pada spreadsheet akan membuat baris baru pada spreadsheet respon. Jika pada excel, dimana kita cantumkan rumus maka hasil akan muncul pada baris tersebut. Agar rumus ini dapat bergerak dinamis dan realtime perlu ditambahkan formula “array”, imbuh narasumber”

Antusias guru mengikuti webinar ini sangat tinggi. Jumlah peserta mencapai 100 orang yang tersebar dari berbagia daerah, tidak hanya dari Kota Denpasar, ada juga guru dari Badung, Klungkung, dan Karangasem. Gairah semakin terlihat ketika sesi pertanyaan dibuka oleh I Made Arjana yang juga selaku host. Pada termin pertama, pertanyaan disampaikan oleh Kadek Arta guru SD 9 Dauh Puri mengenai proses analisis pada hasil spreadsheet. Narasumber dengan lugas menyajikan dalam bentuk praktikum melalui share konten. Dijelaskan tahapan demi tahapan bagaimana menggunakan master analisis yang telah disiapkan narasumber. Perlu digars bawahi pengunaan nama siswa  menggunakan drop-down itu penting, sehingga data yang disajikan pada analisis dapat disajikan secara terurut.

Pertanyaan kedua dari Guru SD Negeri 17 Dauh Puri Mega Mayanti yang menanyakan apakah bisa mengimport soal dari ms.word ke googleform. “….. bisa, soal dapat diimport dari word, excel, powerpoint dengan sebelumnya menginstal pengaya (add-on) pada googleform. Pengaya yang dapat diinstal menggunakan form builder. Dengan form builder ini kita dapat memindahkan soal yang dibuat ke google form sehingga tidak perlu melakukan pengetikan ulang…”

Komang Nudina guru SD Negeri 27 Pemecutan membuka termin kedua menanyakan hasil analisis ini dapat diubah ke bentuk pdf dan dapat diedit nilai-nilai analisis tersebut jika diberikan kepada siswa. Menanggapi pertanyaan ini, narasumber menyarakan agar guru yang masih menggunakan office 2007 untuk move on ke office yang lebih canggih (2010, 2016, 2019). Banyak kendala di lapangan guru tidak mampu mengubah ke odf karena office yang digunakan tidak tersedia save as pdf. Terkait dengan siswa yang mengubah nilai, guru tidak perlu khawatir karena nilai asli sudah dipegang oleh guru. Pertanyaan Komang Nudina menggungah gairah Made Arjana (Pengawas SD) memberi masukan. Analisis memang sebenarnya untuk guru bukan untuk dibagikan kepada siswa. Analisis ini bertujuan agar guru mengetahui siswa yang perlu mendapatkan remedial ataupun pengayaan. Alternatif lain untuk mengubah file ke pdf dapat menggunakan aplikasi tambahan seperti pdf converter.

Tidak hanya berkaitan dengan analisis ketuntasan, peserta Pande Suardana guru SD Negeri 4 Ubung menanyakan tentang analisis validitas, daya beda dan tingkat kesukaraan tes yang dibuat. “… bisa, secara offline analisis validitas, reliabilitas, daya beda, pengecoh sudah tersedia. Namun pada analisis online hanya ditampilkan tentang ketuntasan saja pada hari ini. Jika menginginkan yang lengkap, secara offline sudah tersedia…’’.

Materi kali ini sangat membuat peserta antusias. Banyak guru mengharapkan agar disediakan tutorial pengunaan aplikasi analisis ini agar dapat dipelajari pelan-pelan. Tidak hanya Made Suba guru SD Negeri 22 Dauh Puri, peserta Erry Trisna pun menyampaikan harapan yang sama agar disediakan tutorial penggunaan aplikasi ini. Dari Raga Prajangga SD Negeri 5 Ubung menyampaikan agar melakukan sisran langsung ke youtube sehingga dapat diputar ulang oleh peserta. Tanggapan disampaikan oleh host siaran langsung youtube belum bisa dilakukan karena masih menggunkan aplikasi versi free. Ditambahkan pula jika kondisi sudah pulih (pandemic hilang) maka bisa dilakukan kegiatan tatap muka di korwil. Narasumber  selaku tim Guru Berbagi menambahkan kegiatan yang menggunakan zoom, cisco yang free belum bisa menyambungkan menjadi youtube live.  Tidak berhenti di situ, guru SD Negeri 24 Pemecutan Dewa Edwin menyetujui kalau pelatihan seperti ini dapat dilakukan secara berkesinambungan. Selain menggunakan youtube diharapkan pula menggunakan tutorial berbasis tulisan.

Di penghujung sesi akhir webinar yang dimulai pukul 09.00-11.00 wita, Gairah Ni Wayan Darti juga tidak kalah dari para peserta lain yang mengikuti webinar. Kepala SD Negeri 3 Peguyangan ini memberi masukan tentang munculnya kebosanan siswa dalam pembelajaran daring karena pembelajaran yang dilakukan tidak variatif (hasil survey KPAI). Anak-anak memang sudah mulai jenuh jika pembelajaran tidak variatif. Untuk meningkatkan kemampuan guru menghasilkan pembelajaran menarik, webinar berikutnya diharapkan dengan pola In-On-In. Mendengar argumentasi ini, pengintegrasian game dapat dilakukan pada google classroom dengan tampilan layar. Kegiatan ini akan kami coba pada pertemuan berikutnya sehingga kebutuhan guru ini dapat terpenuhi. Selain itu pengawas mohon dukungan kepada semua guru untuk mau berbagi pengetahuan guna meningkatkan kualitas guru sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Berikan masukan materi apa yang memang diperlukan oleh guru, imbuhnya. Selaku guru, narasumber juga mengharapkan agar dibuat pelatihan minimal 32 jp. Tidak hanya mendapatkan materi baru, sertifikat/piagam dengan angka kredit 1 digunakan untuk kenaikan pangkat. Konsep diklat in-on-in sangat berguna untuk guru,….. saran Dewa Edwin.

Materi webinar unduh di sini

Video tutorial unduh di sini

MEMPERBANYAK BIBIT KETELA

            Pada masa pandemi Covid-19 ini, kita diharuskan kerja dari rumah. Semua aktivitas dikerjakan di rumah. Semula si hal ini dianggap suatu yang menguntungkan karena kita nggak perlu datang ke kantor lagi. Nggak perlu kena macet, nggak perlu kerja sepanjang hari, nggak perlu menyiapkan lipstik, dan aneka keperluan lainnya.  Tapi…..gimana kalau keadaan ini berlangsung terus menerus. Kita hidup dalam suasana yang monoton. Bosan kan? Sifat manusia emang butuh variasi dalam hidupnya. La, gmn bisa bervariasi kalau ujungnya cuma berkutat dengan pekerjaan rumah dan pekerjaan di depan laptop. Tapi jangan cemas ya! Banyak sekali hal baik yang dapat dilakukan di rumah. Anda bisa menonton konten yang menginsiprasi. Konten yang selama ini tak sempat Anda tonton dan kerjakan karena sibuk bekerja atau waktu Anda habis di perjalanan menuju kantor.

Ni Wayan Darti

            Untuk mengatasi kejenuhan banyak hal yang bisa dilakukan saat di rumah guna mengusir rasa bosan agar tak lama-lama menghampiri hidup kita. Bagi yang suka memasak, bisa mencoba berbagai resep ya. Hasilnya bisa dinikmati bersama keluarga tercinta. Atau bisa menjadi pundi-pundi rupiah yang membuat kantong Anda makin tebal. Bagi yang badannya kurus, hobby ini dapat membantu Anda untuk menaikkan berat badan. Bagi yang kelebihan berat badan, mungkin bisa membuat makanan yang berasal dari buah dan sayur atau pengolahan makanan dengan dikukus dan dibakar. Pokoknya, sempat saja pikiran kita terlepas dari hal yang monoton.

Continue Reading

Motivasi menjadi pendamping guru penggerak

Dalam mengerjakan tugas apapun, motivasi sangat diperlukan. Motivasi dapat muncul dari dalam diri maupun pengaruh lingkungan. Motivasi memiliki peran besar dalam dalam tercapainya tujuan yang dinginkan. Motivasi yang tumbuh dari dalam diri dikenal dengan motivasi intrinsik. Sedangkan motivasi yang berasal dari luar dikenal dengan motivasi ekstrinsik.

Begitu pula dengan motivasi dalam pekerjaan. Menjadi guru misalnya, motivasi harus ditumbuhkembangkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Menjadi guru tidak serta-merta hanya di kelas saja, melainkan mampu mejadi teladan dalam keseharian. Meningkatkan kompetensi diri adalah salah satu motivasi diri menajdi guru.

Pemerintah Indonesia melalui Kemdikbud telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidik (guru). Berbagai program yang sudah diluncurkan, seperti guru berbagi, guru belajar, dan guru penggerak. Salah satu komunitas pendukung program guru penggerak adalah pendamping guru penggerak. Untuk menjadi pendamping guru penggerak, peserta harus memiliki motivasi yang tinggi. Beberapa alasan atau motivasi menjadi pendamping guru penggerak yaitu:

  1. Motivasi untuk mengali potensi diri untuk dapat berbagi praktik baik dalam ekosistem terdekat, yaitu sekolah;
  2. Motivasi untuk mengembangkan kemampuan dalam melakukan kepemimpinan dalam pembelajaran;
  3. Motivasi untuk membersamai guru penggerak untuk melakukan transformasi pendidikan di lingkungan terdekat;
  4. Motivasi untuk menjadi bagian perubahan pendidikan ke arah lebih baik;
  5. Motivasi untuk meningkatkan kualitas diri sehingga dapat menjadi pribadi maupun guru yang bermanfaat bagi lingkungan terdekat;
  6. Motivasi untuk memperoleh wahana untuk belajar berkaitan dengan memerdekakan pembelajaran;
  7. Motivasi untuk mengetahui berbagai kekuatan maupun kelemahan yang terjadi di lapangan; dan
  8. Motivasi untuk pengembangan diri dan memperoleh pengalaman baru berkaitan dengan kegiatan guru penggerak.

Untuk menjadi pendamping guru penggerak, hal yang harus dipelajari antara lain:

  1. Bagaimana cara menjadi teman bagi guru (Andragogy, keunggulan dan kelemahan yang terjadi di sekolah;
  2. Upaya apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelemahan pembelajaran?;
  3. Apa yang menjadi potensi unggul sekolah?;
  4. Invoasi apa yang dapat dilakukan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan?; dan
  5. Model-model atau pendekatan apa yang bisa dilakukan guru dalam menganalisis potensi sekolah?

Demikian paparan tentang motivasi menjadi pendamping guru penggerak. Selamat menjadi bagian transformasi pendidikan!

Tugas Pendamping Guru Penggerak

Seleksi pendamping guru penggerak telah dibuka. Guru penggerak menjadi bagian dari merdeka belajar jilid lima. Untuk menjadi pendamping, calon peserta seleksi harus memahami tugas pendamping guru penggerak. Tugasnya antara lain:

  1. Melakukan koordinasi dengan fasilitator dan penyelenggara program terkait dengan kompotensi yang diharakan dicapai peserta, mekanisme pelaksanaan, materi yang disajikan, serta evaluasi proses dan hasil;
  2. Mencatat perkembangan peserta selama lokakarya dan pendampingan individu;
  3. Melakukan coaching dan memberi umpan balik kepada peserta;
  4. Berbagi praktik baik, memberikan umpan balik dan refleksi dalam bentuk lokakarya dengan peserta;
  5. Melakukan kunjungan kepada peserta PGP di satuan pendidikan masing-masing;
  6. Mendampingi peserta PGP dalam menjalankan tugasnya (minimal 9 bulan)
  7. Memberikan motivasi dan membantu peserta dalam menjalankan perannya; dan
  8. Menginput penilaian proses dan hasil pada akhir kegiatan pendamping ke dalam sistem.

Untuk melaksanakan tugas ini, pendamping harus bisa membangun kolaborasi bersama pihak fasilitator, calon guru penggerak, satuan kerja agar terbangun ekosistem yang kondusif. Lamanya tugas pendamping hingga sembilan bulan diperlukan komitmen bersama. Komitmen untuk saling memebrsamai mengawal program merdeka belajar. Diharapkan dengan terlakananya program guru penggerak ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar semakin maju. Jayalah pendidikan!

#gurupenggerak

Lomba Video Praktik Baik Pembelajaran di Era Pandemi

Sudah lebih dari enam bulan Indoensia mengalami masa pandemi akibat covid-19. Kondisi ini memengaruhi berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Pembelajaran yang berlangsung bersemuka secara tiba-tiba berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

PJJ yang dilakukan pun dibedakan menjadi beberapa jenis seperti pembelajaran dalam jaringan (daring), pembelajaran luar jaringan (luring), maupun pembelajaran kombinasi (blended learning). Pemilihan moda pembelajaran yang digunakan bergantung pada daya dukung yang ada. Daya dukung seperti kesiapan bahan ajar, sarana-prasarana (internet, kuota, dan gawai), maupun dukungan sosial budaya lingkungan setempat.

SKB Menteri berkaitan dengan pendidikan telah memberikan nuansa baru dalam dunia pendidikan. Berbagai upaya telah diakukan pemerintah untuk tetap melayani pendidikan bagi siswa. Produk komunikasi yang mendukung pembelajaran jarak jauh seperti video pembelajaran, video panduan belajar dari rumah, buku saku pembelajaran, infografis telah dikleuarkan oleh Kemendikbud dan Kemenag. Penyebaran informasi menggunakan beragam kanal seperti media sosial (facebook, instagram, twitter), radio edukasi, TVRI, whatsapp, dan sebagainya.

Selain itu, sosialisasi melalui berbagai program talk show di stasiun televisi dan radio telah dilakukan sejak penetapan SKB tersebut. Namun, upaya-upaya tersebut dirasa masih perlu diperkuat dengan menarik partisipasi dari daerah dan satuan pendidikan sehingga meningkatkan tingkat kepatuhan dan perubahan perilaku.

Oleh karena itu,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama mengajak guru untuk mendokumentasikan praktik baik pembelajaran. Hasil dokumentasi ini dapat diikutsertakan pada lomba Video Praktik Baik Pembelajaran di Era Pandemi

Lomba Video Praktik Baik Pembelajaran di Era Pandemi dapat diikuti oleh mulai dari jenjang PAUD, SD/MI/Pendidikan Diniyah Formal Ula/Pendidikan Muadalah Ula/Pendidikan Kesetaraan Pada Pondok Pesantren Salafiyah Ula/Sederajat, SMP/MTs/Pendidikan Diniyah Formal Wustha/Pendidikan Muadalah Wustha/Pendidikan Kesetaraan Pada Pondok Pesantren Salafiyah Wustha/Sederajat, SMA/SMK/MA/Pendidikan Diniyah Formal Ulya/Pendidikan Muadalah Ulya/Pendidikan Kesetaraan Pada Pondok Pesantren Salafiyah Ulya/Sederajat, Pendidikan Pesantren Berbentuk Pengkajian Kitab Kuning, serta Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus. 

Untuk ketentuan lomba, klik di sini

Selamat mengikuti. Selamat berkarya!

Perjalanan Pendidikan Guru Penggerak

Program pendidikan guru penggerak akan melalui perjalan yang panjang hingga 9 bulan lamamnya. Kegiatan guru penggerak meliputi lokakarya 0 hingga lokakarya 9, bedah modul, dan pendampingan invidu bersama pendamping. Gambaran umum perjalanan pendidikan guru penggerak adalah sebagai berikut.

Lokakarya Perdana
Lokakarya perdana dihadiri oleh Calon Guru Penggerak dan Kepala Sekolah. Lokakarya dipandu oleh Pendamping. 

Lokakarya ini bertujuan untuk memberi pemahaman tentang Program Guru Penggerak, alur belajar Calon Guru Penggerak dan dukungan yang perlu diberikan oleh Kepala Sekolah selama program berlangsung

Modul 1.1: Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional

Setelah mempelajari modul ini, Calon Guru Penggerak akan:
mendemonstrasikan pemahaman terhadap Filosofi Pendidikan Ki Hadjar
Dewantara dan relevansinya terhadap konteks Pendidikan Indonesia saat ini dengan membandingkan penerapan pendidikan abad 21 pada konteks lokal (budaya) di tempat asal mereka
menerjemahkan konsep Merdeka Belajar ke dalam tataran implementasi sesuai konteks lokal (budaya) di tempat asal mereka
mampu bersikap reflektif dan kritis terhadap Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara 


Aksi nyata Modul 1.1: 
Menentukan perubahan diri sebagai guru yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara

Modul 1.2: Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak
Setelah mempelajari modul ini, Calon Guru Penggerak akan
Merumuskan nilai-nilai diri yang selaras dengan upaya penumbuhan murid merdeka.
Membuat rencana perubahan diri yang akan mendukung penguatan nilai dan peran mereka sebagai guru penggerak,
Menginternalisasi nilai-nilai diri dan perannya sebagai guru penggerak untuk mewujudkan

Pendampingan Individu
Diskusi tantangan belajar daring
Refleksi penerapan perubahan kelas sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara dan Perubahan diri untuk penumbuhan murid merdeka. 
Komunitas pembelajar sepanjang hayat yang positif dan merdeka.

Aksi Nyata Modul 1.2: 
Melakukan perubahan kecil yang menunjukkan upaya mendorong penumbuhan murid merdeka 

Lokakarya 1: Kompetensi Guru Penggerak
Setelah mengikuti lokakarya 1, Calon Guru Penggerak mampu:
mengidentifikasi manfaat pengembangan diri
menjelaskan penerapan kompetensi Guru Penggerak dalam menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran
mengidentifkasi posisi diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak
membuat rencana pengembangan diri

Modul 1.3: Visi Guru Penggerak
Setelah mempelajari modul ini, Calon Guru Penggerak akan:
Merumuskan visinya mengenai lingkungan belajar yang berpihak pada murid.
mengidentifikasi pemangku kepentingan yang dapat mendukung penumbuhan murid merdeka.
membuat rencana manajemen perubahan (menggunakan paradigma dan model inkuiri apresiatif) di tempat di mana mereka berkarya.
menjalankan rencana manajemen perubahan (menggunakan paradigma dan model inkuiri apresiatif) di tempat di mana mereka berkarya.

Aksi Nyata 1.3: 
Merancang rencana manajemen perubahan di tempat berkarya

Modul 1.4: Budaya Positif
Setelah mempelajari modul ini, Calon Guru Penggerak akan
mendemonstrasikan pemahaman terhadap konsep “Sekolah sebagai institusi pembentuk karakter” dengan konsep budaya positif 
bersikap reflektif dan kritis terhadap konsep budaya positif di sekolah dan senantiasa mengembangkannya sesuai kebutuhan sosial dan murid.
Menyusun langkah-langkah dan strategi aksi nyata dalam mewujudkan budaya positif di sekolah secara efektif dan mengembangkan karakter.

Aksi Nyata 1.4: 
Menerapkan budaya positif di dalam pembelajaran di kelas

Pendampingan Individu
Refleksi dan diskusi hasil umpan balik rekan sejawat
Diskusi tantangan penerapan aksi nyata pada modul 1.1 dan 1.2

Lokakarya 2: Menggerakkan Komunitas Praktisi Program Calon Guru Penggerak
Setelah mengikuti lokakarya 2, Calon Guru Penggerak mampu
menjelaskan manfaat berbagi dari diskusi komunitas praktisi
mengidentifikasi manfaat komunitas praktisi bagi sekolah masing-masing
mengidentifikasi tantangan dan peluang membuat komunitas praktisi 
menjelaskan peranan guru penggerak dalam membuat komunitas praktisi
menganalisa diri dalam menjalankan perannya sebagai guru penggerak untuk membuat komunitas praktisi
menjelaskan tahapan menggerakan komunitas praktisi

Modul 2.1: Praktik Pembelajaran berdiferensiasi
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan dapat menjadi Guru Penggerak yang mampu:
mendemonstrasikan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi dan alasan mengapa pembelajaran berdiferensiasi diperlukan;
melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid yang berbeda
menganalisis penerapan 3 strategi diferensiasi (yaitu: diferensiasi konten, proses, dan produk)

Aksi Nyata: 
Menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari untuk membuat rencana, mengimplementasikan dan melakukan refleksi pembelajaran berdiferensiasi dan kemudian mendokumentasikan proses tersebut dalam moda yang dapat dipilih sendiri.

Modul 2.2: Pembelajaran Sosial dan Emosional
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan dapat menjadi Guru Penggerak yang mampu:
menunjukkan pemahaman tentang pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness).
menunjukkan pemahaman tentang pembelajaran sosial dan emosional yang berdasarkan kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning).
menunjukkan pemahaman tentang pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam pembelajaran sosial dan emosional
menunjukkan pemahaman tentang cara-cara mengimplementasikan pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam pembelajaran sosial dan emosional sesuai dengan konteks masing-masing guru.
mengintegrasikan pembelajaran sosial dan emosional dengan pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam kegiatan di dalam kelas, lingkungan sekolah, dan komunitasnya.

Aksi Nyata Modul 2.2:
Memimpin salah satu latihan berkesadaran penuh dalam pembelajaran sosial dan emosional bagi guru lain
Mendokumentasikan semua proses, hasil, dan perkembangan belajarnya dalam bentuk portofolio digital.

Pendampingan Indivdu
Diskusi penerapan komunitas praktisi di sekolah dengan menggunakan lembar kerja di Lokakarya dengan pertanyaan kunci seputar capaian, tantangan, diskusi solusi tantangan
Refleksi penerapan positif disiplin  di kelas CGP
Diskusi refleksi menjalankan tugas untuk dibawa ke Lokakarya 3

Lokakarya 3: Visi, Misi, dan Program Sekolah yang Berdampak pada Murid
Setelah mengikuti lokakarya 3, Calon Guru Penggerak mampu:
Peserta saling berbagi dan mampu menganalisis hasil pembelajaran dan harapan warga sekolah terhadap pembelajaran yang berdampak kepada murid
Peserta mampu merumuskan  dokumen awal visi, misi dan program sekolah yang berdampak kepada murid
Peserta mampu menyepakati rencana aksi janji jangka pendek untuk dilaksanakan di sekolah

Modul 2.2: Pembelajaran Sosial dan Emosional (lanjutan)
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan dapat menjadi Guru Penggerak yang mampu:
menunjukkan pemahaman tentang pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness).
menunjukkan pemahaman tentang pembelajaran sosial dan emosional yang berdasarkan kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning).
menunjukkan pemahaman tentang pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam pembelajaran sosial dan emosional
menunjukkan pemahaman tentang cara-cara mengimplementasikan pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam pembelajaran sosial dan emosional sesuai dengan konteks masing-masing guru.
mengintegrasikan pembelajaran sosial dan emosional dengan pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam kegiatan di dalam kelas, lingkungan sekolah, dan komunitasnya.

Aksi Nyata Modul 2.2:
Memimpin salah satu latihan berkesadaran penuh dalam pembelajaran sosial dan emosional bagi guru lain
Mendokumentasikan semua proses, hasil, dan perkembangan belajarnya dalam bentuk portofolio digital.

Modul 2.3: Coaching
Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan menjadi guru penggerak yang mampu:
memahami konsep coaching secara umum dan perbedaannya dengan mentoring dan konseling
memahami hakikat komunikasi yang memberdayakan dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching 
memahami langkah-langkah mendengar aktif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching 
memahami langkah-langkah bertanya reflektif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching 
memahami langkah-langkah memberi umpan balik positif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching 
mengidentifikasi peran seorang coach di konteks sekolah 
melakukan praktek coaching berdasarkan model TIRTA kepada sesama CGP, murid, dan rekan guru di sekolahnya 
mengembangkan sikap terbuka, kritis, empati dan percaya diri dalam melakukan praktik coaching

Aksi Nyata: 
Praktik Coaching kepada rekan sejawat

Pendampingan Individu
Diskusi pelaksanaan komitmen CGP dan kepala sekolah Diskusi komunikasi visi ke warga sekolah dan bagaimana tanggapan warga sekolah terhadap penyampaian visi, Pertanyaan tentang capaian, tantangan dan upaya perbaikan.Diskusi tentang hasil pemetaan karakter murid di kelasnya (Modul 2.1)

Lokakarya 4
Setelah mengikuti lokakarya 4, Calon Guru Penggerak mampu:
mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan strategi perbaikan diri dalam pengajaran yang berpihak pada murid
mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam melakukan coaching
menyusun RPP yang mengutamakan diferensiasi murid

Modul 3.1: Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan menjadi guru penggerak yang mampu:
melakukan praktik keputusan yang berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran mengidentifikasi jenis-jenis paradigma dilema etika yang dihadapi oleh dirinya sendiri maupun orang lain;
CGP mampu bersikap reflektif, kritis, kreatif, dan terbuka dalam menganalisis dilema tersebut.memilih dan memahami 3 (tiga) prinsip yang dapat dilakukan untuk membuat keputusan dalam dilema pengambilan keputusan.
menerapkan 9 langkah pengujian keputusan yang diambil dalam dilema pengambilan keputusan;
CGP bersikap reflektif, kritis, dan kreatif dalam proses tersebut.

Modul 3.2: Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan menjadi guru penggerak yang mampu:
menganalisis aset dan kekuatan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien.
merancang pemetaan potensi yang dimiliki sekolahnya
menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset (Asset-Based Community Development).
merancang program kecil menggunakan hasil pemetaan kekuatan atau aset yang sudah dilakukan.
menunjukkan sikap aktif, terbuka, kritis dan kreatif dalam upaya pengelolaan sumber daya.

Pendampingan Individu
Diskusi aksi nyata setelah lokakarya 4 dan modul 2.2
Diskusi pra-observasi dengan menggunakan lembar persiapan observasi yang sudah disediakan
Observasi Praktik Pembelajaran
Memfasilitasi refleksi dan memberi umpan balik hasil observasi
Membimbing perencanaan perbaikan
Follow up tugas hasil observasi kelas dari guru lain dan umpan balik dari siswa. 


Latihan Praktik Coaching di sekolah
memberi umpan balik pelaksanaan coaching dan membuat rencana perbaikan coaching rekan sejawat

Lokakarya 5: Refleksi Kompetensi Calon Guru Penggerak
Setelah mengikuti lokakarya 5, Calon Guru Penggerak mampu
mengidentifikasi kompetensi yang sudah berkembang selama program calon guru penggerak
mengidentifikasi kompetensi yang belum berkembang selama program calon guru penggerak
mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pengembangan kompetensi diri calon guru penggerak
menyusun rencana pengembangan diri berdasarkan kompetensi guru penggerak

Modul 3.2: Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya (lanjutan)
Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan menjadi guru penggerak yang mampu:
menganalisis aset dan kekuatan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien.
merancang pemetaan potensi yang dimiliki sekolahnya
menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset (Asset-Based Community Development).
merancang program kecil menggunakan hasil pemetaan kekuatan atau aset yang sudah dilakukan.
menunjukkan sikap aktif, terbuka, kritis dan kreatif dalam upaya pengelolaan sumber daya.

Modul 3.3: Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
Secara khusus, modul ini diharapkan dapat membantu Calon Guru Penggerak untuk mampu:
menunjukkan keterampilan menganalisis data untuk menentukan prioritas masalah dan kebutuhan di sekolahnya
menunjukkan pemahaman mengenai bentuk-bentuk program dan strategi memilih bentuk program yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan aspek-aspek dalam pengembangan program (format, durasi kerja, sumber daya, lokasi)  
menerapkan tahapan pengelolaan program yang efektif dan berdampak serta mengevaluasi praktik yang selama ini dijalankan di sekolahnya
memahami analisis Manajemen Risiko dan mampu mengelola risiko menjadi sebuah potensi yang berorientasi pada pembelajaran murid
memahami prinsip-prinsip monitoring dan evaluasi serta menerapkannya dalam pengelolaan program

Aksi Nyata:
 
Membuat program sekolah yang berdampak pada murid

Pendampingan Individu
Diskusi hasil Lokakarya 5 dan modul 3.1 
Diskusi hasil pemetaan sumber daya
Refleksi proses pembuatan peta sumber daya (cek lembar refleksi)
Refleksi capaian kompetensi di bulan ke-5 dan mengapresiasi capaian Guru Penggerak

Lokakarya 6: Pengelolaan Program yang Berdampak pada murid
Setelah mengikuti lokakarya 6, Calon Guru Penggerak mampu
menyusun rancangan rantai hasil program yang terdiri dari
mengindentifikasi  input, aktivitas, hasil cepat (output), tujuan antara (outcome), dan dampak (impact) pada rantai hasil program yang disusun
menyusun manajemen resiko program
membedakan antara monitoring, dan evaluasi
mengetahui prinsip-prinsip monitoring dan evaluasi
menyusun kerangka monitoring, evaluasi, dan pembelajaran

Pendampingan Individu
Refleksi penerapan rencana program yang dibuat di Lokakarya 6
Diskusi progress program sekolah yang berdampak pada murid
Diskusi tantangan yang dihadapi dan solusi yang dilakukan

Lokakarya 7: Festival Panen Hasil Belajar Calon Guru Penggerak
Setelah mengikuti lokakarya 7, Calon Guru Penggerak mampu:
menjelaskan evaluasi program yang dibuat di lokakarya 6
menjelaskan hasil praktik baik di lingkungan belajar sekolah
menyatakan ide untuk program selanjutnya

Pendampingan Individu
Refleksi perubahan dalam pembelajaran  yang sudah diterapkan selama 6 bulan, diskusikan dampak pada diri guru dan murid yang terjadi
Refleksi penerapan Komunitas Praktisi dan perubahan yang terjadi pada rekan sejawat
Diskusi rencana belajar mandiri

Lokakarya 8: Visi dan Aksi Sekolah yang berpihak kepada murid
Setelah mengikuti lokakarya 8, Calon Guru Penggerak mampu:
merefleksikan pelaksanaan visi dan aksi sekolah berpihak kepada murid. 
merumuskan rencana kerja 1 tahun
mengindentifikasi  dukungan pelaksanaan rencana kerja
merumuskan strategi komunikasi rencana kerja kepada rekan sejawat dan kepala sekolah. 

Pendampingan Individu
Refleksi penerapan aksi nyata hasil Lokakarya 8 meliputi:
Diskusi sosialisasi rencana kerja?
Bagaimana proses sosialisasi berlangsung?
Bagaimana tanggapan ekosistem sekolah? 
Apakah rencana kerja bisa menjadi bagian dari program sekolah? 
Program apa saja yang masuk ke dalam program? mana yang tidak? 
Refleksi dampak pendampingan selama 9 bulan
Diskusi rencana belajar mandiri dan berkelanjutan di Komunitas Praktisi

Lokakarya 9: Keberlanjutan Program
Setelah mengikuti lokakarya 9, Calon Guru Penggerak mampu:
Calon Guru Penggerak dapat menyusun rencana perbaikan RTL (rencana tindak lanjut) program dan pengembangan diri
Calon Guru Penggerak dapat menyepakati tim inti komunitas guru penggerak 
Tim inti komunitas guru penggerak menyusun komitmen bersama terkait rencana komunitas setelah program selesai

Kegiatan Lokakarya 0 Guru Penggerak

Kegiatan Lokakarya Perdana Guru Penggerak

Sekilas program guru penggerak dalam kegiatan lokakarya 0 atau lokakarya perdana adalah sebagai berikut.

  1. Pemahaman Bermakna
    Proses belajar di Pendidikan Guru Penggerak dilakukan dengan melibatkan ekosistem sekolah
  2. Pertanyaan Utama
    Bagaimana proses Pendidikan Guru Penggerak dan apa dukungan yang diperlukan oleh Calon Guru Penggerak?
  3. Produk Yang Dihasilkan
    Peta harapan dan kekhawatiran peserta terkait program
    Komitmen aktor Calon Guru Penggerak dan Kepala Sekolah dalam proses transformasi sekolah
  4. Tujuan Belajar
    Calon Guru Penggerak mengenal ekosistem belajar di PGP
    Calon Guru Penggerak dapat mengidentifikasi dukungan yang diperlukan selama proses Pendidikan Guru Penggerak dan membuat rencana belajarnya
    Calon Guru Penggerak dapat mengidentifikasi kesulitan-kesulitan yang akan muncul saat program berlangsung
    Calon dapat mengidentifikasi fungsi dan peran fasilitator dan pendamping GP
  5. Indikator Keberhasilan
    Calon Guru Penggerak dapat mengidentifikasi dan menceritakan harapan, kekhawatiran selama program berlangsung
    Calon Guru Penggerak dapat mengidentifikasi tantangan yang akan dihadapi dan dukungan yang bisa didapatkan
  6. Agenda
    Pemaparan program pendidikan Guru Penggerak
    Perkenalan Calon Guru Penggerak dan Tim Pendukung
    Pemetaan harapan dan kekhawatiran
    Pembuatan rencana belajar Guru Penggerak dan dukungan yang bisa dilakukan oleh kepala sekolah
    Diskusi kesepakatan peran antara CGP dan KS sebagai komitmen bersama proses transformasi sekolah
  7. Pihak Terlibat
    Calon Guru Penggerak
    Kepala Sekolah
    Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi
     Pendamping
    Fasilitator
    P4TK sebagai penyelenggara
  8. Bentuk Kelas Daring
    (zoom meeting atau google meet)

Kegiatan apa saja yang dilakukan guru penggerak pada lokakarya 0 adalah sebagai berikut.

  1. Pembukaan Lokakarya
    Pada sesi ini berisi tentang sambutan dan paparan tentang Program Guru Penggerak sekitar 15 menit.
    Paparan tentang program guru penggerak yaitu: Program Guru Penggerak adalah program pengembangan profesi terkait kepemimpinan bagi guru. Program Guru Penggerak mendidik guru sebagai pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistic, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujdukan profil pelajar Pancasila.

    Dalam program ini, Calon Guru Penggerak akan mengikuti pendidikan selama 9 bulan yang berupa pelatihan daring, lokakarya dan pendampingan. Dalam program ini, Calon Guru Penggerak akan belajar bersama Fasilitator dalam pelatihan daring dan Pendamping yang akan memandu lokakarya dan melakukan pendampingan individu. Selain fasilitator dan pendamping, Calon Guru Penggerak diharapkan dapat belajar dari murid, kepala sekolah dan rekan sejawat baik sesama CGP maupun rekan guru lain di sekolah.

    Lokakarya perdana hari ini adalah orientasi bagi Guru dan Kepala untuk dapat memaksimalkan perannya untuk kemajuan sekolah.
  2. Agenda dan Tujuan Lokakarya
    Penjelasan agenda lokakarya memuat tentang beberap hal berikut.
    Pertama, kita akan melakukan permainan perkenalan agar tim besar ini saling kenal lebih dekat
    Kedua, kita akan bersama-sama membuat kesepakatan kelas agar kegiatan pada hari ini berjalan lancer
    Ketiga, kita akan memetakan harapan dan kekhawatiran selama proses Pendidikan Guru Penggerak dan menyusun strategi agar harapan terpenuhi dan kekhawatiran dapat dikurangi
    Keempat, kita akan memetakan perjalanan calon guru penggerak. Sesi ini bertujuan untuk memberi gambaran kepada calon guru penggerak dan kepala sekolah tentang proses pendidikan guru penggerak, apa saja yang akan dilalui dan dikerjakan guru penggerak dan kolaborasi apa yang dibutuhkan guru penggerak dan kepala sekolah
    Berikutnya, kita lakukan dengan membuat komitmen bersama dan diakhiri dengan proses refleksi sebelum penutupan.
  3. Games perkenalan diri
    Perkenalan diri bertujuan agar pendamping, fasilitator dan peserta saling mengenal. Di sesi ini peserta menuliskan informasi tentang dirinya dan momen paling membanggakan menjadi guru/kepala sekolah
  4. Kesepakatan Kelas
    Membangun kesepakatan kelas selama lokakarya sangat penting dilakukan agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Pada sesi ini Pendamping memandu jalannya kesepakatan kelas, mencatat hasil diskusi dan memvisualisasikannya sepanjang diskusi. Pendamping memulai sesi kesepakatan kelas agar kegiatan kita hari ini lancar, nyaman untuk semua orang dan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Contohnya, saya usulkan agar kita semua selalu hadir tepat waktu setelah istirahat-istirahat. Sepakat?
  5. Harapan dan Kekhawatiran
    Pada sesi yang pertama ini adalah sesi tentang harapan dan kekhawatiran. Setiap orang di dalam kelompok harus menceritakan 2 harapan dan 2 kekhawatiran. Harapan yang dimaksud bisa terkait pengetahuan dan keterampilan yang akan didapatkan selama program, proses belajar selama program dan hal-hal lain yang mempengaruhi proses belajar bapak ibu selama program. Kekhawatiran adalah hal-hal yang bapak ibu harapkan tidak terjadi selama program.
  6. Perjalanan Calon Guru Penggerak
    Pada sesi ini akan ada Pembagian kelompok dan penjelasan sesi, Diskusi kelompok, Presentasi kelompok, Tanya jawab dan penutup.
    Pada sesi ini, dilaksanakan kegiatan sebagai berikut.
    Untuk kelompok Calon Guru Penggerak
    Pertama, diskusikan: Apa yang perlu dilakukan CGP untuk memastikan tujuan pembelajarannya tercapai dan dukungan apa yang dibutuhkan?
    Kedua, buatlah rencana belajar Anda selama 2 bulan ke depan. Tulis 5 hal penting yang perlu Anda lakukan sebelum Pendidikan Guru Penggerak dimulai. Identifikasi juga orang-orang yang dapat membantu Anda selama mengikuti Program Guru Penggerak.

    Untuk kelompok kepala sekolah
    Diskusikan: Apa yang bisa Kepala Sekolah lakukan agar sekolah materi ini bisa membantu proses transformasi sekolah? Dukungan apa yang Kepala Sekolah bisa berikan kepada Calon Guru Penggerak.
    Peta perjalanan Calon Guru Penggerak sebagai peta perjalanan transformasi pendidikan di sekolah Bapak dan Ibu Guru. Calon Guru Penggerak akan belajar paket modul secara daring melalui LMS Moodle. Dalam pembelajaran daring Anda akan ditemani oleh fasilitator kelompok dan rekan sejawat dari satu kabupaten.
    Setiap paket modul harus Anda selesaikan selama dua bulan. Setiap bulan Bapak/Ibu Guru akan mengikuti Lokakarya dan kami para pendamping akan berkunjung ke sekolah Anda untuk mengobservasi proses belajar, berdiskusi tentang tantangan dan strategi penerapan materi-materi PGP di sekolah.

    Bapak dan Ibu kepala sekolah kembali pada lokakarya bulan ke-3 dan ke-7. Lokakarya bulan ke-7 akan spesial karena Lokakarya bulan ke-7 adalah proyek bersama yang akan diisi dan dikelola oleh seluruh Calon Guru Penggerak di kabupaten/kota ini. Pada bulan ke-9 Guru Penggerak akan menyelesaikan pendidikan guru penggerak.
    Calon Guru Penggerak akan meminta umpan balik kepada bapak ibu kepala sekolah pada bulan ke-2, ke-5 dan ke-8 sebagai bagian dari refleksi Calon Guru Penggerak.

    Bapak dan Ibu Kepala Sekolah dan Calon Guru Penggerak, transformasi sekolah dan tercapainya hasil belajar yang maksimal bagi murid-murid kita adalah hasil capaian program yang ingin kita lihat. Jadi kolaborasi di antara kita semua adalah kunci keberhasilan program.
  7. Komitmen bersama
    Pada sesi ini, peserta menuliskan komitmen, dan membacakan komitmen. Diharapkan agar peserta dapat menjaga komitmen yang telah dibuat
  8.  Refleksi peserta
    Kegiatan akhir ini bertujuan untuk memberikan umpan balik. Refleksi adalah komponen penting dalam setiap aktivitas guru penggerak. Kami percaya bahwa hanya dengan refleksi kita bisa memulai proses pengembangan diri.

Bapak dan Ibu, berikut peta perjalanan Calon Guru Penggerak. Hari ini kita baru memulai. Sembilan bulan bukan perjalanan yang sebentar akan ada rintangan dalam perjalanan, akan ada kejenuhan dalam perjalanan. Mungkin akan ada yang sakit mungkin ada yang capek dan perlu berhenti sebentar. Hanya dengan saling dukunglah kita akan bisa memastikan kita bisa sampai ke tujuan dan memastikan perjalanan ini sampai memberikan dampak untuk kita, guru-guru kita dan anak-anak kita.

Sampai jumpa bulan depan

Pengumuman Hasil Seleksi Calon Peserta Pendidikan Guru Penggerak Angkatan I

Berdasarkan surat dari Dirjen GTK nomor 4312/B.B4/GT/2020 tertanggal 5 Oktober 2020, tersurat bahwa Menindaklanjuti surat kami nomor 3269/B.B4/GT/2020 tanggal 31 Agustus 2020 tentang Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 1 Calon Peserta Pendidikan Guru Penggerak, bersama ini kami sampaikan bahwa Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan telah melaksanakan proses seleksi tahap 2, yang terdiri dari seleksi simulasi mengajar dan wawancara.

Sehubungan dengan berakhirnya proses seleksi calon peserta pendidikan guru penggerak tahap 2 dimaksud, dengan hormat kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Sejumlah 4.598 orang calon peserta pendidikan guru penggerak telah mengikuti seleksi tahap 2 pada tanggal 7 s.d. 28 September 2020 dan sejumlah 2.800 peserta dinyatakan lulus seleksi Calon Peserta Pendidikan Guru Penggerak.
2. Dengan mempertimbangkan hasil seleksi, kuota peserta, ketersediaan pendamping, dan keterwakilan wilayah, sejumlah 2.460 peserta akan mengikuti pendidikan guru penggerak Angkatan 1 yang dimulai bulan Oktober 2020, dan sejumlah 340 peserta akan mengikuti Pendidikan Guru Penggerak pada bulan April tahun 2021 (daftar terlampir).
3. Bagi 2.460 peserta akan mengikuti pendidikan guru penggerak Angkatan 1 wajib melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. konfirmasi kesediaan mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 1 sesuai jadwal yang ditetapkan melalui SIM PKB;
b. Menyetujui Pakta Integritas di SIM PKB dan mengunggah dokumen Pakta Integritas yang telah ditandatangani di atas materai 6000 ke SIM PKB;
4. Informasi lebih lanjut tentang Pendidikan Guru Penggerak akan disampaikan kemudian melalui aplikasi SIM PKB masing-masing guru atau pada laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/

Selanjutnya kami mohon bantuan Saudara untuk dapat mengizinkan dan menugaskan guru-guru di wilayah binaan Saudara yang lulus seleksi sebagaimana disebutkan pada poin 2 di atas untuk mengikuti program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 1.

Download disini (Kabupaten Badung) (Kota Denpasar) (Kabupaten Karangasem)

Pengumuman Juara FLS2N Tahun 2020

Selamat untuk Provinsi Jawa Tengah meraih juara umum pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2020 yang digelar secara dalam jaringan (daring).

FLS2N merupakan perhelatan tahunan yang menampilkan kompetensi siswa di bidang seni pertunjukkan dan seni penciptaan. Peserta berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Pendidikan Khusus serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Untuk pertama kalinya, FLS2N 2020 diselenggarakan secara virtual dimulai dari seleksi tingkat daerah hingga ke tingkat nasional.


Selamat untuk para pemenang, tetap semangat berprestasi dan sampai jumpa di FLS2N selanjutnya.

Sumber: IGPuspresnas

PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019-2024 salah satu visi Pemerintah Republik Indonesia berfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen talenta. Visi tersebut terkait langsung dengan tugas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai penyelenggara pemerintahan di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Untuk mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen talenta, Kemendikbud mengembangkan rangkaian kebijakan Merdeka Belajar pada tahun 2019. Kebijakan ini dicetuskan sebagai langkah awal melakukan lompatan di bidang pendidikan. Tujuannya adalah mengubah pola pikir publik dan pemangku kepentingan pendidikan menjadi komunitas penggerak pendidikan. Filosofi “Merdeka Belajar” disarikan dari asas penciptaan manusia yang merdeka memilih jalan hidupnya dengan bekal akal, hati, dan jasad sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan demikian, merdeka belajar dimaknai kemerdekaan belajar yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar senyaman mungkin dalam suasana bahagia tanpa adanya rasa tertekan.

Secara komprehensif kerangka program PGP meliputi desain, tujuan, manfaat dan sasaran program.

Desain Program Guru Penggerak
PGP didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan dengan menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning selama 9 (sembilan) bulan. Kegiatan PGP dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu. Proporsi kegiatan terdiri atas 70% belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20% belajar bersama rekan sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping.

Asesmen dilakukan pada tahap pelatihan dan pendampingan dengan mendapatkan data hasil penugasan, praktik dan observasi fasilitator dan pendamping. Umpan balik dari rekan sejawat, kepala sekolah dan peserta didik digunakan sebagai bagian dari proses refleksi dan pengembangan diri Guru Penggerak. Asesmen pada hasil belajar peserta didik dilakukan saat proses evaluasi dampak (impact evaluation).

Tujuan Program Guru Penggerak
PGP bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan pedagogi guru sehingga dapat menghasilkan profil guru penggerak sebagai berikut:

  1. mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi, dan kolaborasi;
  2. memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik;
  3. merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua;
  4. mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi satuan pendidikan yang mengoptimalkan proses belajar peserta didik yang berpihak pada peserta didik dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar satuan pendidikan; dan
  5. berkolaborasi dengan orang tua peserta didik dan komunitas untuk pengembangan satuan pendidikan dan kepemimpinan pembelajaran.

Manfaat Program Guru Penggerak
Manfaat Pendidikan Guru Penggerak adalah sebagai berikut:

  1. bergeraknya komunitas belajar secara berkelanjutan sebagai tempat diskusi dan simulasi agar guru dapat menerapkan pembelajaran aktif yang sesuai dengan potensi dan tahap perkembangan peserta didik;
  2. diterapkannya pembelajaran aktif oleh guru lain di lingkungan satuan pendidikannya dan lingkungan sekitar sebagai dampak bergeraknya komunitas guru secara berkelanjutan;
  3. terbangunnya rasa nyaman dan bahagia peserta didik berada di lingkungan satuan pendidikan;
  4. meningkatnya sikap positif peserta didik terhadap proses pembelajaran yang bermuara pada peningkatan hasil belajar;
  5. terwujudnya lingkungan fisik dan budaya satuan pendidikan yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik; dan
  6. terbukanya kesempatan bagi guru penggerak untuk menjadi pemimpin satuan Pendidikan

Tim Pendukung Guru Penggerak
Tim Pendukung Guru Penggerak adalah Fasilitator dan Pendamping yang masing-masing memiliki peran khusus dalam mendukung Pendidikan Guru Penggerak.
Fasilitator Guru Penggerak berperan sebagai pemandu pembelajaran dalam jaringan (daring) selama 6 bulan. Fasilitator memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  1. melakukan koordinasi dengan pendamping, narasumber dan penyelenggara program terkait dengan kompetensi yang diharapkan dicapai peserta, mekanisme pelaksanaan, materi yang disajikan, serta evaluasi proses dan hasil;
  2. memfasilitasi proses belajar selama pembelajaran berlangsung;
  3. mendampingi peserta dalam proses pembelajaran;
  4. melakukan monitoring dan mentoring terhadap tagihan peserta dengan menggunakan format monitoring dan penilaian hasil belajar/tagihan;
  5. memberi umpan balik terhadap pertanyaan, permasalahan, dan tagihan yang disampaikan peserta terkait pembelajaran daring;
  6. menginput penilaian proses dan hasil pada akhir kegiatan pembelajaran ke dalam sistem;
  7. melaporkan hasil fasilitasi yang menjadi tanggung jawabnya selaku fasilitator kepada penanggung jawab kegiatan.

Pendamping guru penggerak adalah mentor dan coach bagi Calon Guru Penggerak yang mendukung guru penggerak dalam melaksanakan penerapan guru penggerak. Tugas dan tanggung jawab pendamping pada PGP adalah sebagai berikut:

  1. melakukan koordinasi dengan narasumber dan fasilitator terkait dengan kompetensi yang diharapkan dicapai peserta, mekanisme pelaksanaan, materi yang disajikan, serta evaluasi proses dan hasil;
  2. mencatat perkembangan peserta selama pelatihan tatap muka dan pendampingan;
  3. mengumpulkan tugas-tugas peserta dan memberi umpan balik kepada peserta;
  4. berbagi praktik baik, memberikan umpan balik dan refleksi dalam bentuk lokakarya dengan peserta;
  5. melakukan kunjungan kepada peserta PGP di satuan pendidikan masing-masing;
  6. mendampingi peserta PGP dalam menjalankan tugasnya (minimal 9 bulan);
  7. memberikan motivasi dan membantu peserta dalam menjalankan perannya; dan
  8. menginput penilaian proses dan hasil pada akhir kegiatan pendampingan ke dalam sistem;

Demikian tadi paparan tentang program guru penggerak. Semoga pendidikan di Indonesia semakin jaya.

#sumber; Buku Panduan Pendamping

Tahapan Lokakarya Guru Penggerak

Guru Penggerak merupakan episode kelima dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan dijalankan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). Program Guru Penggerak ini bertujuan untuk menyiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila. Untuk mendukung tercapainya tujuan itu, Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) dijalankan dengan menekankan pada kompetensi kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) yang mencakup komunitas praktik, pembelajaran sosial dan emosional, pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai perkembangan murid, dan kompetensi lain dalam pengembangan diri dan sekolah.

Dalam rangka mendukung PPGP dimaksud perlu adanya pendamping guru penggerak. Untuk mewujudkan pendamping guru penggerak yang memiliki kompetensi sesuai yang diharapkan, maka pendamping tersebut perlu dibekali dengan materi-materi yang esesial. Materi tersebut terangkum dalam 6 modul, yang terdiri atas: 1) Pendampingan Guru Penggerak dan Masa Depan Indonesia, 2) Pendidikan yang Memerdekakan, 3) Kepemimpinan Menuju Transformasi Pendidikan, 4) Pemberdayaan Komunikasi dalam Peranan Pendamping, 5) Coaching, dan 6) Refleksi Pembelajaran Pendamping Calon Guru Penggerak. Keseluruhan materi ajar tersebut itu diramu dalam siklus MERRDEKA, yang diawali dengan Mulai dari Diri, lalu dilanjutkan dengan Eksplorasi Konsep; Ruang Kolaborasi; Refleksi Terbimbing; Demonstrasi Kontekstual; Elaborasi Pemahaman; Koneksi Antarmateri; dan ditutup dengan Aksi Nyata.

Dalam perjalanannya, guru penggerak melakukan lokarya kepada calon guru penggerak. Lokakarya selama 9 bulan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut.

  1. Lokakarya 0
    Lokakarya 0 dikenal dengan lokakarya perdana. Pada lokakarya ini, pendampingan individu yang dilakukan berkaitan dengan materi refleksi filosofis pendidikan nasional, serta nilai-nilai dan peran guru penggerak
  2. Lokakarya ke-1
    Pada lokakarya ke-1, topik pembelajaran modul Guru Penggerak mengenal Kompetensi Guru Penggerak. Materi pendampingan meliputi visi guru penggerak, dan budaya positif
  3. Lokakarya ke-2
    Lokakarya ke-2 membahas topik berkaitan dengan Menggerakkan Komunitas praktisi Program Calon Guru Penggerak. Sedangkan materi pendampingan yaitu praktik pembelajaran yang berpihak pada murid, dan pembelajaran sosial dan emosional.
  4. Lokakarya ke-3
    Topik modul yang dibahas pada lokakarya ke-3 yaitu visi, misi, dan program sekolah yang berdampak pada murid. Sedangkan, materi pendampingan yaitu pembelajaran sosial dan emosional, dan coaching
  5. Lokarya ke-4
    Modul yang dibahas pada lokakarya ke-4 yaitu guru berpihak pada murid. Pendampingan individu yang diakukan membasa tentang topik pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, dan pemimpin dan pengelolaan sumber daya.
  6. Lokakarya ke-5
    Lokakarya ke-5 membahas tentang modul refleksi komptensi calon guru penggerak. Kemudian pendampingan individu yang dilakukan membahas tentang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya, dan pengelolaan program yang berdampak pada murid.
  7. Lokakarya ke -6
    Modul yang dibahas pada lokakarya ini adalah pengelolaan program yang berdampak pada murid
  8. Lokakarya ke-7
    Pada lokakarya ini, berkaitan dengan festival panen hasil belajar calon guru penggerak
  9. Lokakarya ke-8
    Modul yang menjadi topik pembahasan yaitu visi dan aksi sekolah yang berpihak pada murid.
  10. Lokakarya ke-9
    Sebagai lokakarya terakhir yang memebahs tentang keberlanjutan program.

PGP merupakan kegiatan pengembangan profesi melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila yang dimaksud adalah peserta didik yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebinekaan tunggal, bernalar kritis, dan mandiri.

Program ini bertujuan memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar satuan pendidikan serta berpotensi menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan satuan pendidikannya masing-masing. Rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ditunjukkan melalui sikap dan emosi positif terhadap satuan pendidikan, bersikap positif terhadap proses akademik, merasa senang mengikuti kegiatan di satuan pendidikan, terbebas dari perasaan cemas, terbebas dari keluhan kondisi fisik satuan pendidikan, dan tidak memiliki masalah sosial di satuan pendidikannya.

Kemampuan menggerakkan komunitas belajar merupakan kemampuan guru memotivasi dan terlibat aktif bersama anggota komunitasnya untuk bersikap reflektif, kolaboratif serta berbagi pengetahuan yang mereka miliki dan saling belajar dalam rangka mencapai tujuan bersama. Komunitas pembelajar guru di antaranya Pusat Kegiatan Gugus (PKG), Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) serta komunitas praktis (Community of Practice) lainnya baik di dalam satuan pendidikan atau dalam wilayah yang sama.
Dengan pentingnya peran guru penggerak, maka sudah seyogyanya sebagai guru untuk mewujudkan visi dan misi guru penggerak ini. Semoga!

Cara Mendaftar Guru Belajar Kemdikbud

Kemdikbud selalu memiliki inovasi dalam mengembangkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejalan dengan merdeka belajar, di Tahun 2020 Dirjen GTK meluncurkan Program Guru Belajar Seri Masa Pandemic Covid-19. Program ini bertujuan membantu guru dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan program pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Tujuan Program Guru Belajar
Tujuan diluncurkannya Program Guru Belajar Seri Masa Pandemic Covid-19 adalah sebagai berikut.
1. Meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran jarak jauh berbasis beban kurikulum yang disederhanakan.
2. Mengembangkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran jarak jauh yang melibatkan siswa.
3. Mengembangkan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh secara efektif.
4. Meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan asesmen pembelajaran jarak jauh yang berdampak pada kualitas pembelajaran.

Persyaratan Peserta
Untuk mengikuti Program Guru Belajar, yang menjadi persyaratan utama adalah memiliki akun SIMPKB. Di akun SIMPKB ini terdapat alur dan proses pendaftaran sebagai peserta.

Tahapan Kegiatan Program Guru Belajar
Bagi guru yang mengikuti program guru belajar, harus mengikuti 4 tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan program guru belajar adalah sebagai berikut.

Pertama, Tahap 0.
Pada tahap ini,
peserta kegiatan akan memperoleh materi berkaitan dengan  orientasi program guru belajar Kemendikbud . Oientasi meliputi latar belakang, tujuan umum, penyesuaian kebijakan, pengantar program, dan struktur Program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19.

Kedua, Tahap 1.
Pada tahap 1 ini merupakan tahap bimtek. Tahap bimtek, peserta diberikan materi berkaitan dengan
dengan konsep Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa, Kurikulum Kondisi Khusus, Asesmen Diagnosis, Asesmen Diagnosis Berkala, Model Pembelajaran Jarak Jauh, Media, Teknologi dan Sumber Belajar.

Ketiga, Tahap 2.
Tahap 2 merupakan tahap diklat. Untuk samapai pada tahap ini, maka peserta harus lolos pada tahap 1. Materi diklat yang diberikat pada tahap 2 berkaitan dengan inspirasi pembelajaran jarak jauh pembelajaran jarak jauh (PJJ), merancang dan menerapkan PJJ, mengunggah tulisan praktik baik PJJ, melakukan penilaian diri terhadap tulisan praktik baik PJJ.

Keempat, Tahap 3
Tahap 3 merupakan tahap pengimbasan. Tahapan terakhir ini, peserta mendapatkan tugas untuk melakukan diseminasi kegiatan meliputi  mempresentasikan program, mengajak dan mendampingi guru lain untuk mengikuti Program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19. Pengimbasan dapat dilakukan melalui kelompok kerja guru seperti KKG/MGMP atau komunitas-komunitas belajar yang ada di daerah.

Jadwal Tahap Bimtek Guru Belajar Kemdikbud
Ada lima angkatan yang diselenggarakan di tahap bimtek dengan jadwal seperti berikut.
Angkatan 1 : Tanggal 1-10 Oktober 2020
Angkatan 2 : Tanggal 11-20 Oktober 2020
Angkatan 3 : Tanggal 21-30 Oktober 2020
Angkatan 4 : 31 Oktober – 9 Nopember 2020
Angkatan 5 : 10-19 Nopember 2020

Jadwal Tahap Diklat Guru Belajar Kemdikbud
Terdapat 3 angkatan yang akan mengikuti di tahap diklat guru belajar kemdikbud dengan jadwal seperti berikut.
Angkatan 1 : Tanggal 11 – 30 Oktober 2020
Angkatan 2 : Tanggal 31 Oktober – 19 Nopember 2020
Angkatan 3 : Tanggal 20 Nopember – 9 Desember 2020

Jadwal Tahap Pengimbasan Guru Belajar Kemdikbud
Angkatan 1 : Tanggal 31 Oktober – 9 Nopember 2020
Angkatan 2 : Tanggal 20 – 30 Nopember 2020
Angkatan 3 : 10 – 19 Desember 2020

Cara Mendaftar Program Guru Belajar Kemendikbud
Untuk mendaftar sebagai peserta guru belajar kemdikbud, tahapannya adalah sebagai berikut.
Langkah 1
Masuk ke portal  Guru Belajar Kemdikbud melalui link berikut: https://gurubelajar.kemdikbud.go.id/
Langkah 2
Perhatikan pada bagian atas, dan  klik tombol “Mulai Belajar”
Langkah 3
Masukkan akun SIMPKB dengan format nomorukg@guruku.id (Contoh akun SIMPKB : 209900707487@guruku.id)
Masukkan juga kata sandi, dari SIM PKB tersebut, kemudian klik tombol “MASUK”
Langkah 4
Silakan memilih Jadwal Program Guru Belajar tahap 1. Perhatikan pelaksanaan Bimtek. Jika ingin mengikuti Bimtek, silakan klik “PILIH JADWAL”
Langkah 5
Kemudian, akan muncul pop up untuk meminta meluangkan waktu pada tanggal pelaksanaan bimtek, lanjutkan dengan klik “YA”

Selamat mendaftar program guru belajar Kemdikbud Tahun 2020. Selamat mengikuti kegiatan.