WEBINAR, PENILAIAN K-13 BERBANTUAN GOOGLE FORM, SPREADSHEET DAN ANALISIS REALTIME

Jumat, 5 Juni 2020 | Pendidikan menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia.Sebagai sebuah proses, pendidikan menjadi satu kesatuan anatara perencanaan, pelaksanaan, dan penilian. Setiap komponen ini memegang peranan penting dalam menghasilkan lulusan yang berkompeten. Di era 4.0 ini, proses penilian sudah mengarah pada basis digital. Analisis data penilian tidak lagi manual, melainkan menggunakan perangkat-perangkat teknologi yang sudah berkembang pesat. Melakukan analisis manual menjadi momok bagi guru mengingat banyak komponen yang harus dianalisis. Efesiensi waktu menjadi alasan dikembangkan analisis penilaian dengan spreadsheet realtime.

Dokumentasi kegiatan

Melihat kondisi lapangan ini, maka dilakukan kembali webinar (seminar web) yang digagas oleh Pengawas SD Dikpora Kota Denpasar yang bekerja sama dengan ER Institute. Dengan mengambil tema Analisis Penilaian, diharapkan mampu mengatasi kendala guru dalam melakukan analisis penilaian. Pada webinar kali ini, narasumber I Made Mudiartana guru SD Negeri 12 Pemecutan menyajikan secaa apik bagaimana proses penilaian dilakukan. Diawali dengan paparan bahwa penilaian di SD berdasarkan kompetensi dasar yang ditetapkan pada silabus. Kompetensi dasar ini wajib diajarkan, dinilai, dan menyajikan dalam predikat dan deskripsi. “Tidak semua guru mengetahui bagaimana proses munculnya predikat dan deskripsi pada aplikasi raport yang digunakan, ungkapnya”.

Kepiawaian narusumber yang juga selaku pembuat aplikasi raport kurikulum 2013 ini membuat suasana webinar menggairahkan. Usai mengenalkan pemerolehan predikat, materi dilanjutkan dengan mengenalkan penggunaan google form. Di era pembelajaran online ini, guru dituntut mampu menyajikan soal berbantuan form. Form yang disajikan berbeda dari segi header. “Cara membuat header seperti ini dapat dibuat di microsoft word kemudian dicapture menggunakan aplikasi Lightshot, imbuhnya’’. Tidak hanya menyajikan header, disimulasikan pula bagaimana membuat soal di form. Disarankan menggunakan pilihan drop-down untuk nomor absen siswa dan nama agar memudahkan mengisi identitas siswa. Desain form yang digunakan adalah tematik, namun tetap mengukur kompetensi dasar masing-masing muatan pelajaran.

Dari googleform akan mendapatkan respon. Dilakukan uji coba pengisian form guru peserta webinar. Disajikan 25 soal pilihan ganda yang tediri dari 5 soal untuk tiap kompetensi dasar yang mewakili 5 muatan pelajaran. Hasil uji cobayang dilakukan peserta secara realtime tersaji dalam lembar analisis spreadsheet dengan kombinasi formula excel. “Ada perbedaan mendasar penggunaan spreadsheet dengan excel. Ketika ada respon yang masuk, maka pada spreadsheet akan membuat baris baru pada spreadsheet respon. Jika pada excel, dimana kita cantumkan rumus maka hasil akan muncul pada baris tersebut. Agar rumus ini dapat bergerak dinamis dan realtime perlu ditambahkan formula “array”, imbuh narasumber”

Antusias guru mengikuti webinar ini sangat tinggi. Jumlah peserta mencapai 100 orang yang tersebar dari berbagia daerah, tidak hanya dari Kota Denpasar, ada juga guru dari Badung, Klungkung, dan Karangasem. Gairah semakin terlihat ketika sesi pertanyaan dibuka oleh I Made Arjana yang juga selaku host. Pada termin pertama, pertanyaan disampaikan oleh Kadek Arta guru SD 9 Dauh Puri mengenai proses analisis pada hasil spreadsheet. Narasumber dengan lugas menyajikan dalam bentuk praktikum melalui share konten. Dijelaskan tahapan demi tahapan bagaimana menggunakan master analisis yang telah disiapkan narasumber. Perlu digars bawahi pengunaan nama siswa  menggunakan drop-down itu penting, sehingga data yang disajikan pada analisis dapat disajikan secara terurut.

Pertanyaan kedua dari Guru SD Negeri 17 Dauh Puri Mega Mayanti yang menanyakan apakah bisa mengimport soal dari ms.word ke googleform. “….. bisa, soal dapat diimport dari word, excel, powerpoint dengan sebelumnya menginstal pengaya (add-on) pada googleform. Pengaya yang dapat diinstal menggunakan form builder. Dengan form builder ini kita dapat memindahkan soal yang dibuat ke google form sehingga tidak perlu melakukan pengetikan ulang…”

Komang Nudina guru SD Negeri 27 Pemecutan membuka termin kedua menanyakan hasil analisis ini dapat diubah ke bentuk pdf dan dapat diedit nilai-nilai analisis tersebut jika diberikan kepada siswa. Menanggapi pertanyaan ini, narasumber menyarakan agar guru yang masih menggunakan office 2007 untuk move on ke office yang lebih canggih (2010, 2016, 2019). Banyak kendala di lapangan guru tidak mampu mengubah ke odf karena office yang digunakan tidak tersedia save as pdf. Terkait dengan siswa yang mengubah nilai, guru tidak perlu khawatir karena nilai asli sudah dipegang oleh guru. Pertanyaan Komang Nudina menggungah gairah Made Arjana (Pengawas SD) memberi masukan. Analisis memang sebenarnya untuk guru bukan untuk dibagikan kepada siswa. Analisis ini bertujuan agar guru mengetahui siswa yang perlu mendapatkan remedial ataupun pengayaan. Alternatif lain untuk mengubah file ke pdf dapat menggunakan aplikasi tambahan seperti pdf converter.

Tidak hanya berkaitan dengan analisis ketuntasan, peserta Pande Suardana guru SD Negeri 4 Ubung menanyakan tentang analisis validitas, daya beda dan tingkat kesukaraan tes yang dibuat. “… bisa, secara offline analisis validitas, reliabilitas, daya beda, pengecoh sudah tersedia. Namun pada analisis online hanya ditampilkan tentang ketuntasan saja pada hari ini. Jika menginginkan yang lengkap, secara offline sudah tersedia…’’.

Materi kali ini sangat membuat peserta antusias. Banyak guru mengharapkan agar disediakan tutorial pengunaan aplikasi analisis ini agar dapat dipelajari pelan-pelan. Tidak hanya Made Suba guru SD Negeri 22 Dauh Puri, peserta Erry Trisna pun menyampaikan harapan yang sama agar disediakan tutorial penggunaan aplikasi ini. Dari Raga Prajangga SD Negeri 5 Ubung menyampaikan agar melakukan sisran langsung ke youtube sehingga dapat diputar ulang oleh peserta. Tanggapan disampaikan oleh host siaran langsung youtube belum bisa dilakukan karena masih menggunkan aplikasi versi free. Ditambahkan pula jika kondisi sudah pulih (pandemic hilang) maka bisa dilakukan kegiatan tatap muka di korwil. Narasumber  selaku tim Guru Berbagi menambahkan kegiatan yang menggunakan zoom, cisco yang free belum bisa menyambungkan menjadi youtube live.  Tidak berhenti di situ, guru SD Negeri 24 Pemecutan Dewa Edwin menyetujui kalau pelatihan seperti ini dapat dilakukan secara berkesinambungan. Selain menggunakan youtube diharapkan pula menggunakan tutorial berbasis tulisan.

Di penghujung sesi akhir webinar yang dimulai pukul 09.00-11.00 wita, Gairah Ni Wayan Darti juga tidak kalah dari para peserta lain yang mengikuti webinar. Kepala SD Negeri 3 Peguyangan ini memberi masukan tentang munculnya kebosanan siswa dalam pembelajaran daring karena pembelajaran yang dilakukan tidak variatif (hasil survey KPAI). Anak-anak memang sudah mulai jenuh jika pembelajaran tidak variatif. Untuk meningkatkan kemampuan guru menghasilkan pembelajaran menarik, webinar berikutnya diharapkan dengan pola In-On-In. Mendengar argumentasi ini, pengintegrasian game dapat dilakukan pada google classroom dengan tampilan layar. Kegiatan ini akan kami coba pada pertemuan berikutnya sehingga kebutuhan guru ini dapat terpenuhi. Selain itu pengawas mohon dukungan kepada semua guru untuk mau berbagi pengetahuan guna meningkatkan kualitas guru sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Berikan masukan materi apa yang memang diperlukan oleh guru, imbuhnya. Selaku guru, narasumber juga mengharapkan agar dibuat pelatihan minimal 32 jp. Tidak hanya mendapatkan materi baru, sertifikat/piagam dengan angka kredit 1 digunakan untuk kenaikan pangkat. Konsep diklat in-on-in sangat berguna untuk guru,….. saran Dewa Edwin.

Materi webinar unduh di sini

Video tutorial unduh di sini

MEMPERBANYAK BIBIT KETELA

            Pada masa pandemi Covid-19 ini, kita diharuskan kerja dari rumah. Semua aktivitas dikerjakan di rumah. Semula si hal ini dianggap suatu yang menguntungkan karena kita nggak perlu datang ke kantor lagi. Nggak perlu kena macet, nggak perlu kerja sepanjang hari, nggak perlu menyiapkan lipstik, dan aneka keperluan lainnya.  Tapi…..gimana kalau keadaan ini berlangsung terus menerus. Kita hidup dalam suasana yang monoton. Bosan kan? Sifat manusia emang butuh variasi dalam hidupnya. La, gmn bisa bervariasi kalau ujungnya cuma berkutat dengan pekerjaan rumah dan pekerjaan di depan laptop. Tapi jangan cemas ya! Banyak sekali hal baik yang dapat dilakukan di rumah. Anda bisa menonton konten yang menginsiprasi. Konten yang selama ini tak sempat Anda tonton dan kerjakan karena sibuk bekerja atau waktu Anda habis di perjalanan menuju kantor.

Ni Wayan Darti

            Untuk mengatasi kejenuhan banyak hal yang bisa dilakukan saat di rumah guna mengusir rasa bosan agar tak lama-lama menghampiri hidup kita. Bagi yang suka memasak, bisa mencoba berbagai resep ya. Hasilnya bisa dinikmati bersama keluarga tercinta. Atau bisa menjadi pundi-pundi rupiah yang membuat kantong Anda makin tebal. Bagi yang badannya kurus, hobby ini dapat membantu Anda untuk menaikkan berat badan. Bagi yang kelebihan berat badan, mungkin bisa membuat makanan yang berasal dari buah dan sayur atau pengolahan makanan dengan dikukus dan dibakar. Pokoknya, sempat saja pikiran kita terlepas dari hal yang monoton.

Continue Reading

Teuku Umar Mengajar

Saat ini, situasi pandemi masih berlangsung. Banyak sektor yang menjadi dampak dari kondisi pandemi ini, salah satunya adalah pendidikan. Dalam bidang pendidikan, paradigma pembelajaran pun mengalami perubahan secara cepat. Pembelajaran yang awalnya tatap muka penuh, kini telah bergeser menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring). Bahkan untuk beberapa daerah yang mengalami kendala, maka dilakukan pembelajaran secara kombinasi (blended learning) maupun tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

Adanya transformasi yang begitu cepat, dari tatap muka ke tatap virtual “memaksa” setiap pelaku pendidikan untuk adapted terhadap perubahan ini. Tidak hanya guru, bahkan orang tua kini menjadi ujung tombak hadirnya endidikan formal di rumah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk tetap menjaga keberlangsungan pendidikan, seperti memberikan ruang-ruang virtual pembelajaran, melatih guru untuk mengkreasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi, pendistribusian buku-buku yang dapat diakses melalui link-link tertentu.

Dari sisi guru, kondisi ini secara tidak langsung membuat guru harus melakukan upaya peningkatan mutu pembelajaran. Pembelajaan dalam jaringan saat ini menjadi solusi untuk tepat mampu hadir menenami anak-anak belajar dalam ruang virtual. Antarguru pun sudah seyogyanya untk saling berkolaborasi menciptakan pembelajaran yang menarik bagi siswa. Sangat disadari bahwa tanpa adanya kreativitas atau inovasi pembelajaran dalam ruang maya akan menambah kesemuan hasil pembelajaran. Lantas, kolaborasi apa yang dapat dilakukan?

Teuku Umar Mengajar

Gugus Teuku Umar Kecamatan Denpasar Barat mencoba hadir untuk melakukan kolaborasi pembelajaran. Kolaborasi yang dilakukan adalah dengan mengajak guru-guru di sekolah untuk mengajar secara virtual dan live youtube. kegiatan ini diberi nama “Teuku Umar Mengajar”. Adapun sekolah dasar di Gugus Teuku Umar yang ikut dalam kolaborasi mengajar adalah SD Negeri 2 Dauh Puri, SD Negeri 10 Dauh Puri, SD Negeri 2 Dauh Puri, SD Negeri 13 Dauh Puri, SD Negeri 14 Dauh Puri, dan SD Negeri 21 Dauh Puri.

Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada visual berikut

Jadwal kegiatan dan profil pengajar

Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak sekolah dasar dari kelas 1 hingga kelas 6. Diharapkan agar Bapak/Ibu guru, orang tua, dan wali dapat mengikuti kegiatan yang ditayangkan secara live pada kanal youtube s.id/ervproject mulai pukul 08.30 wita hingga selesai. Oleh karena itu, agar tidak tertinggal informasi , silakan melakukan notifikasi pada kanal youtube s.id/ervproject.

Besar harapan agar kegiatan ini dapat bermanfaat dan tetap menjadi ajang untuk saling berkolaborasi demi kemajuan pendidikan. Semoga!

Tata Cara PPDB SMP Kota Denpasar

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMP tahun pelajaran 2021/2022 di Kota Denpasar segera dimulai. PPDB merupakan kegiatan tahunan untuk menyediakan ruang bagi calon peserta didik baru mengenyam pendidikan di sekolah formal. Di Kota Denpasar, pelaksanaan PPDB untuk SMP dibagi menjadi empat jalur/kategori.

Pertama, jalur prestasi. Jalur prestasi ini meliputi prestasi akademik, nonakademik Utsawa Dharma Gita/Lomba Bulan Bahasa Bali, Kategori nonakademik Olahraga, Kategori nonakademik Seni, dan Kategori nonakademik Pesta Kesenian Bali

Kedua, jalur zonasi.  Jalur ini diberikan bagi siswa yang ingin memilih sekolah sesuai dengan wilayah tenpat tinggal calon peserta didik. Bergaitan dengan zona, sudah ditentukan nama wilayah dan sekolah. Calon peserta didik hanya boleh mendaftar pada 1 Sekolah Menengah Pertama Negeri dari 14 Sekolah Menengah Pertama Negeri yang ada di Kota Denpasar sesuai Zona yang ditetapkan pada Juknis PPDB Tahun 2021

Ketiga, jalur afirmasi. Jalur Afirmasi diperuntukkan bagi Calon Peserta Didik Baru dari keluarga kurang mampu. Pembagian Zonasi tertera pada Juknis PPDB Tahun 2021

Keempat, jalur perpindahan orang tua. Jalur ini khusus bagi orang tua/wali yang mengalami perpindahan tempat kerja.

Juknis dilihat di sini

Adapun jadwal Pendaftaran, Verifikasi dan Pengumuman Pelaksanaan PPDB disajikan sebagai berikut.

Seluruh rangkaian kegiatan PPDB dilakukan secara online oleh calon peserta didik baru. Adapun tata cara pendaftaran, dapat disimak pada tayangan berikut.

Peringatan Hari Lahir Pancasila

Setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari Lahir Pancasila. Pada tahun 2021, hari Lahir Pancasila diperingati dengan kegiatan pemasangan spanduk dan pengibaran Bendera Merah Putih. Berdasarkan Radiogram Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 019.1/3204/SJ, tanggal 28 Mei 2021, Hal Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni Tahun 2021.

Bentuk Peringatan

Di Kota Denpasar, bentuk peringatan diwujudkan dengan beberapa kegiatan sebagai berikut.

  1. Mengibarkan Bendera Merah Putih 1 (satu) tiang penuh pada hari Selasa, tanggal 1 Juni 2021 mulai pukul 06.00 wita
  2. Memasang spanduk dengan tema “PANCASILA DALAM TINDAKAN BERSATU UNTUK INDONESIA TANGGUNG” (file dapat diunduh disini)

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Pada tanggal 1 Juni 1945, Presiden Ir. Soekarno melalui pidatonya mengungkapkan konsep awal Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Pidato tersebut disampaikan pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai

Lembaga BPUPKI dibentuk berawal dari kekalahan Jepang pada perang fasifik. Untuk mendapatkan perhatian, maka Jepang membentuk lembaga yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan yaitu Dokuritsu Junbi Cosakai atau dikenal dengan BPUPKI. BPUPKI melakukan sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 dengan bahasan tema dasar negara di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila)

Sidang telah berlangsung sekitar lima hari, kemudian di tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mengajukan gagasan terkait dasar negara yang dikenal dengan Pancasila. Ketika itu, beliau menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yaitu Sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa”. Kemudian, untuk menyempuranakan rumusan dibentuklah panitia sembilan. Hingga akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945 dilaksanakan sidang PPKI yang isinya mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara.

Cara Mengefektifkan Peran Kepala Sekolah

Pengantar

Sekolah merupakan sebuah sistem yang terorganisasi terdiri dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, komite dan menjadi satuan warga sekolah. Sekolah dapat diibaratkan sebagai kapal yang perlu nahkoda. Nahkoda yang dimaksud adalah kepala sekolah.

Kepala sekolah adalah guru yang mendapatkan tugas tambahan untuk memanajemen sekolah yang dipimpinnya. Bagi kepala sekolah (baru), yang baru mendapat tugas tentu harus mempersiapkan diri. Tak jarang, saat ini, kepala sekolah yang sudah memimpin sekolah belum mendapat pelatihan sebagai calon kepala sekolah. Mereka ini sering dikenal dengan pelaksana tugas (Plt). Nah, apa yang harus dilakukan oleh pelaksana tugas kepala sekolah ketiga bertugas?

Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap keberlangsung sekolah. Keberlangsungan yang dimaksud meliputi administrasi, kinerja guru, keberlangsungan pembelajaran, penyedian sarana prasarana, dan berbagai kegiatan yang harus menjaga marwah sekolah itu.

Cara mengefektifkan peran kepala sekolah

Beberapa hal yang dapat dilakukan kepala sekolah antara lain:

  1. Melakukan pendekatan awal dengan situasi lingkungan sekolah
    Pendekatan yang dimaksud adalah bagi kepala sekolah baru di sekolah tersebut, dapat mencari informasi dan melakukan pemetaan kebutuhan. Lingkungan sekolah antara satu dengan yang lain tidak selalu homogen. Oleh karena itu, mendapatkan berbagai informasi sangat membantu kepala sekolah untuk melakukan pemetaan awal
  2. Adaptasi program sebelumnya
    Perencanaan program yang dilakukan harus berdasarkan analisis kebutuhan sekolah. Sebagai orang baru, pelajariilah program-program kepala sekolah sebelumnya. Lakukan identifikasi program yang baik dan perlu dilanjutkan. Sebagai orang baru, tidak harus menolak program yang sudah ada. Bahkan, jika program terdahulu sangat relevan untuk dilaksanakan, tentu sepatutnya dilanjutkan.
  3. Petakan Sumber Daya Manusia
    Tidak dimungkiri bahwa guru adalah sumber daya utama di sekolah. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sangat dipengaruhi oleh sumber daya guru. Sumber daya yang dimaksud tidak hanya dari segi lulusannya saja, melainkan membangun komitmen untuk bersama memajukan pendidikan di sekolah. Perkembangan teknologi di era ini tidak dapat dihindari. Kondisi guru yang ada di sekolah juga tidak sama. Ada guru yang belum mahir dan melek dalam perkembangan teknologi. Artinya, sumber daya guru harus dielaborasi dan dikolaborasi sehingga dapat saling melengkapi.
  4. Kenalkan fitur-fitur teknologi yang membantu pengarsipan administrasi
    Selama ini, masalah administrasi selalu menjadi kendala, terutama dalam pengarsipan. Administrasi yang paling kentara di guru adalah tersedianya RPP, silabus, dan raport. Administrasi yang umumnya dicetak, dapat pula dibuat dalam bentuk file (softcopy) dan disimpan melalui cloud. Sekarang banyak fitur yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan penyimpanan arsip melalui cluod, yaitu: googledrive, onedrive. Kepala sekolah perlu membuatkan sistem pengarsipan dalam bentuk folder-folder yang dapat diedit bersama (kolaborator).
  5. Keputusan Bersama
    Sebagai pengambil keputusan, kepla sekolah memiliki kewenangan untuk memutuskan sesuatu untuk kepentingan sekolah. Sudah sepatutnya apa yang menjadi keputusan telah melalui proses musyawarah sebagai keputusan bersama.

Penutup

Demikian tadi beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengefektifkan peran kepala sekolah. sekali lagi, sebagai sebuah sistem, maka setiap orang wajib melaksanakan peran dan tanggungjawabnya masing-masing. Sistem yang saling berhubungan dan memengaruhi harus saling bersinergi. Tidak ada satupun sistem yang final, semua akan berjalan dinamik seiring dengan perubahan.

Informasi PPDB Kota Denpasar Tahun 2021

Pengantar

Tahun pelajaran 2020/2021 sebentar lagi usai dan segera berganti dengan tahun pelajaran 2021/2022. Setiap tahun pelajaran baru, maka dilaksanakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) baik dri tingkat TK hingga sekolah menengah.

Penerimaan peserta didik baru di satuan pendidikan perlu diatur dalam peraturan tertentu. Peraturan yang ada erlu dijabarkan melalui petunjuk teknis (Juknis) agar memudahkan orang tua, guru, pihak terkait, calon siswa untuk melakukan pendaftaran pada satuan pendidikan yang ingin dilamar.

Di Kota Denpasar, Juknis Penerimaan Peserta Didik Baru telah dituangkan dalam KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA KOTA DENPASAR NOMOR 422/2207/DIKPORA/2021 TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK, SEKOLAH DASAR, DAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI TAHUN PELAJARAN 2021/2022.

Persyaratan

Persyaratan Umum Pendaftaran Taman Kanak-Kanak
Berusia paling rendah 4 tahun dan paling tinggi 5 tahun untuk kelompok A;
Berusia paling rendah 5 tahun dan paling tinggi 6 tahun untuk kelompok B;
Memiliki Kartu Keluarga Kota Denpasar yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar yang diterbitkan paling singkat 1 Juni 2020;
Status Calon Peserta Didik Baru dalam Kartu Keluarga adalah sebagai Anak (Kandung, Tiri atau Angkat) serta Cucu; dan
Untuk Calon Peserta Didik Baru Yatim/Piatu/Yatim Piatu wajib melampirkan Akta Kematian Orang Tua

Persyaratan Umum Pendaftaran Sekolah Dasar
Berusia paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli 2021;
Memiliki Kartu Keluarga Kota Denpasar yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar yang diterbitkan paling singkat 1 Juni 2020;
Status Calon Peserta Didik Baru dalam Kartu Keluarga adalah sebagai Anak (Kandung, Tiri atau Angkat) dan Cucu;
Untuk Calon Peserta Didik Baru Yatim/Piatu/Yatim Piatu wajib melampirkan Akta Kematian Orang Tua;
Membuat Surat Pernyataan hanya mendaftar di satu Sekolar Dasar sesuai yang tertera pada Lampiran VIII; dan
Membuat Surat Pernyataan keabsahan dokumen Calon Peserta Didik Baru sesuai yang tertera pada Lampiran VIII

Persyaratan Umum Pendaftaran Sekolah Menengah Pertama
Berusia paling tinggi 15 tahun pada tanggal 1 Juli 2021 sesuai data Kartu Keluarga; dan
Membuat Surat Pernyataan keabsahan dokumen Calon Peserta Didik Baru sesuai yang tertera pada Lampiran VIII.

Informasi lebih lengkap terkait persyaratan, tata cara pendaftaran, penerimaan, zona sekolah dapat dibaca selengkapnya pada juknis berikut ya!
Juknis (download di sini)

Motivasi Menjadi Guru Penggerak

Pengantar

Program guru penggerak merupakan implementasi dari program Merdeka Belajar Kemdikbud. Hingga April 2020 ini, seleksi calon guru penggerak sudah memasuki angkatan ke-4. Seleksi setiap anggkatan tersebar sesuai dengan pemetaan wilayah yang sudah dilakukan. Minat guru mengikuti seleksi guru penggerak sangat tinggi. Kira-kira, apa yang menjadi motivasi guru untuk mengikuti seleksi calon guru penggerak?

Baca juga: Program Pendidikan Guru Penggerak

Motivasi

Berdasarkan KBBI, motivasi merupakan dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Selai itu, dari segi psikologi, motivasi juga disebut sebagai usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.

Berdasarkan asalnya, motivasi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

  1. Pertama, Motivasi bawah sadar. Motivasi ini merupakan dorongan untuk bertindak yang pada hakikatnya terselubung bagi yang bersangkutan, tetapi dapat ditelusuri melalui perilakunya;
  2. Kedua, Motivasi ekstrinsik yaitu dorongan yang datangnya dari luar diri seseorang;
  3. Ketika, Motivasi intrinsik yaitu dorongan atau keinginan yang tidak perlu disertai perangsang dari luar;

Motivasi Menjadi Guru Penggerak

  1. Menggali potensi diri untuk dapat berbagi praktik baik dalam ekosistem terdekat, yaitu sekolah;
  2. Mengembangkan kemampuan dalam melakukan kepemimpinan dalam pembelajaran;
  3. Menjadi bagian perubahan pendidikan ke arah lebih baik;
  4. Meningkatkan kualitas diri sehingga dapat menjadi pribadi maupun guru yang bermanfaat bagi lingkungan terdekat;
  5. Memperoleh wahana untuk belajar berkaitan dengan memerdekakan pembelajaran;
  6. Mengetahui berbagai kekuatan maupun kelemahan yang terjadi di lapangan; dan
  7. Pengembangan diri dan memperoleh pengalaman baru berkaitan dengan kegiatan guru penggerak.

Demikian beberapa hal yang dapat dijadikan motivasi menjadi guru penggerak. Simak juga tayangan video berikut yang bisa dijadikan referensi mengikuti seleksi calon guru penggerak dari 2 guru yang sudah berhasil lolos CGP.

Contoh RPP Berdiferensiasi

Pengantar

Sebagai guru, tentu kita menyadari bahwa keberadaan siswa kita di kelas sangatlah beragam. Beragam tidak hanya dari segi fisik, melainkan kemapuan intelektual yang sudah dibawanya sejak lahir. Kita menyadari bahwa anak-anak di kelas memiliki keunikan tersendiri. Setiap siswa kita memiliki karakteristik yang membedakan dirinya dengan siswa lainnya. Karakteristik ini dapat menujukkan keunggulan (potensi) dan kelemahan yang dimiliki dalam pembelajaran di kelas.

Tidak dimungkiri bahwa potensi maupun kelemahan anak ini perlu diidentifikasi secara tepat oleh guru untuk dilakukan pembelajaran yang tepat pula. Setiap harinya, tanpa disadari, guru dihadapkan oleh keberagaman yang banyak sekali bentuknya. Mereka secara terus menerus menghadapi tantangan yang beragam dan kerap kali harus melakukan dan memutuskan banyak hal dalam satu waktu. Keterampilan ini banyak yang tidak disadari oleh para guru, karena begitu naturalnya hal ini terjadi di kelas dan betapa terbiasanya guru menghadapi tantangan ini. Berbagai usaha mereka lakukan yang tentu saja tujuannya adalah  untuk memastikan setiap murid di kelas mereka sukses dalam proses  pembelajarannya.

Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi

Dilihat dari kata penyusun, pembelajaran berdiferensiasi terdiri dari dua kata yaitu pembelajaran dan diferensiasi. Berdasarankan KBBI versi daring, pembelajaran memiliki arti proses, cara, perbuatan menjadikan belajar. Sedangkan, berdiferensiasi memiliki arti proses, cara, perbuatan membedakan; pembedaan. Lantas, apa itu pembelajaran berdiferensiasi?

Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk  menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Namun, apakah jika siswa berjumlah 28 orang, maka guru harus menyiapkan 28 model pembelajaran? Bukan pula  berarti bahwa guru harus memperbanyak jumlah soal untuk murid yang lebih cepat  bekerja dibandingkan yang lain. Pembelajaran berdiferensiasi juga bukan berarti  guru harus mengelompokkan yang pintar dengan yang pintar dan yang kurang  dengan yang kurang. Bukan pula memberikan tugas yang berbeda untuk setiap  anak.

Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah sebuah proses pembelajaran yang  semrawut (chaotic), yang gurunya kemudian harus membuat beberapa  perencanaan pembelajaran sekaligus, dimana guru harus berlari ke sana kemari  untuk membantu si A, si B atau si C dalam waktu yang bersamaan. Bukan. Guru  tentunya bukanlah malaikat bersayap atau Superman yang bisa ke sana kemari  untuk berada di tempat yang berbeda-beda dalam satu waktu dan memecahkan  semua permasalahan. Lalu seperti apa sebenarnya pembelajaran berdiferensiasi? 

Ciri Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common  sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid.  Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan: 

  1. Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’  murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang  tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan  selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya. 
  2. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara  jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran,  namun juga muridnya. 
  3. Penilaian berkelanjutan. Ini memiliki makna terkait upaya guru menggunakan proses penilaian formatif yang telah  dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan,  atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar  yang ditetapkan. 
  4. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar  muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk  memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan  serta penilaian yang berbeda.
  5. Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur,  rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga  struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang  berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.

Jenis-jenis Diferensiasi dalam Pembelajaran

Diferensiasi dalam pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
Pertama, Diferensiasi Konten. Diferensiasi konten merujuk pada strategi membedakan pengorganisasian dan format penyampaian konten. Konten adalah materi pengetahuan, konsep, dan keterampilan yang perlu dipelajari murid berdasarkan kurikulum.
Kedua, Diferensiasi Produk. Merujuk pada strategi memodifikasi produk hasil belajar murid, hasil latihan, penerapan, dan pengembangan apa yang telah dipelajari.
Ketiga, Diferensiasi Proses. Merujuk pada strategi membedakan proses yang harus dijalani oleh murid yang dapat memungkinkan mereka untuk berlatih dan memahami isi (content) materi.

Contoh RPP Berdiferensiasi

Berikut ini dilampirkan contoh RPP Berdiferensiasi. (disini)

Semoga bermanfaat.

Sumber Modul: https://erinstitute.id/2020/10/28/modul-pendidikan-guru-penggerak/

Mengelola Komunikasi Secara Efektif dan Terstruktur

Pengantar

Berawal dari betapa ketatnya persaingan di sekarang ini era yang dikenal dengan distruption era, di mana zaman yang penuh dengan guncangan. Segala lini kehidupan mengalami perubahan yang sangat cepat. Hal ini menuntut setiap orang untuk selalu mengisi diri dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan agar bisa mengikuti perkembangan zaman tersebut. Tidak heran banyak pekerjaan yang menggunakan otot manusia kini sirna digantikan dengan pekerjaan yang membutuhkan skill yang lebih. Salah satu skill yang perlu dikuasai adalah keterampilan berkomunikasi di depan umum yang dikenal dengan istilah public speaking.

Public Speaking

Public speaking merupakan kegiatan berkomunikasi di depan umum untuk menyampaikan ide, gagasan atau informasi tertentu guna untuk menarik simpati . Tentunya keterampilan ini tidak serta merta didapatkan begitu saja, perlu sebuah komitmen dalam diri bahwa ketrampilan ini sangat penting untuk dikuasai. Karena kemunculan berbagai hal yang baru sangat cepat, baik berupa ide, gagasan atau produck baik barang maupun jasa yang membutuhkan kemampuan berkomunikasi dalam pendistribusian ide, gagasan maupun barang dan jasa tersebut.

Keterampilan Public Speaking hanya didapatkan dengan kerja keras dan tekun berlatih, rajin menggali dan memanfaatkan setiap peluang untuk mengembangkan diri dalam berkomunikasi.

Public speaking tidak hanya berbicara saja tetapi ada faktor penting dibalik setiap kata dan kalimat yang kita ucapkan yaitu ada nilai rasa. Nilai rasa ini akan tercipta jika kita memiliki keterampilan berbicara yang efektif dan terstruktur. Mulai dari vocal, intonasi, gerak tubuh dan yang lainya menjadi satu kesatuan pendukung public speaking.

Oleh karena itu pelatihan dan workshop public speaking dengan tema “Mengelola Komunikasi Secara Efektif dan Terstruktur” ini bertujuan melatih keterampilan berkomunikasi

Tanya Jawab seputar Workshop

  1. Siapa saja yang dapat mengikuti kegiatan ini?
    Kegiatan ini ditujuan untuk Bapak/Ibu Pendidik (guru dan kepala sekolah) yang ingin meningkatkan keterampilan berkomunikasi secara efektif dan efesien
  2. Bagaimana cara mengikuti kegiatan ini?
    Untuk mengikuti kegiatan silakan mendaftar melalui tautan berikut ini https://s.id/gurubicara kemudian silakan gabung pada group telegram yang sdah dibagikan saat pendaftaran.
  3. Sampai kapan pendaftaran dapat dilakukan?
    15 april – 25 April 2021. Pendaftaran dapat ditutup sewaktu-waktu jika sudah memenuhi kuota.
  4. Apakah kegiatan ini berbayar?
    Iya. Investasi kegiatan sebesar Rp.50.000
  5. Kemana uang investasi kegiatan dikirimkan/transfuer?
    Uang investasi kegiatan di transfer ke rekening atas nama Ni Wayan Wiryawati dengan pilihan Bank Mandiri 1450013535139 atau BPD Bali 0340202170080. Setelah itu, konfirmasi bukti transfer ke nomor WA 082145911915 (NI WAYAN WIRYAWATI)
  6. Selama kapan kegiatan workshop berlangsung?
    Kegiatan berlangsung selama 4 hari yaitu 28 April – 1 Mei 2021.
  7. Bagaimana model kegiatannya?
    Kegiatan dilakukan secara virtual melalui zoom. Peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan pelatihan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Info lebih lanjut akan diberikan melalui group telegram.
  8. Apakah mendapatkan piagam/sertifikat?
    Iya. Peserta yang emmenuhi kewajiban seperti tugas akan mendapatkan e-sertifikat sebesar 32 JP, surat undangan, dan materi kegiatan.

Demikian tadi informasi terkait kegiatan workshop public speaking. Ayo ikuti untuk menambah wawasan dan melatih keterampilan berkomunikasi….

Pendidikan, Transformasi Peradaban Masa Depan

Pendidikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan peradaban manusia. Peradaban lahir sejalan dengan perkembangan pendidikan. Seperti kita ketahui, bahwa pada dasarnya pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Sebagai sebuah sistem, pendidikan tidak dapat berdiri sendiri. Pendidikan merupakan kedauan fungsi dari guru, siswa, pemangku kepentingan, pemerintah, dan juga lingkungan.

Mengutip dari konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara, bahwasanya pendidik (guru) itu menuntun anak menumbuhkembangkan bakat yang dibawanya. Anak berkembang sesuai kodratnya, baik kodrat lahir maupun kodrat keadaan. Begitulah sebenarnya pendidikan yang bergerak secara dinamis.

Transformasi pendidikan saat ini sangat terasa, terlebih lagi didukung oleh situasi pandemi. Transformasi pembelajaran bersemuka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) semakin gencar terjadi. Sebagai sebuah proses yang berkesinambungan, tentunya peningkatan kompetensi guru menjadi hal penting yang perlu dilakukan.

Mengingat pentingnya peningkatan kompetensi ini, Er Institute menyelenggarakan webinar series dengan tema “Pendidikan, Transformasi Peradaban Masa Depan” yang dilaksanakan secara maraton sesuai jadwal berikut.

Tanya Jawab Seputar Webinar Series

  1. Siapa saja yang boleh mengikuti kegiatan?
    Kegiatan dapat diikuti oleh setiap orang baik dari guru, orang tua, masyarkat maupun kalangan yang berkaitan dengan pendidikan
  2. Bagaimana cara mengikuti kegiatan webinar series ini?
    Caranya dengan menyaksikan tayangan melalui live youtube s.id/ervproject.
  3. Kapan kegiatan ini dilaksanakan?
    Kegiatan dilaksanaan secara maraton mulai tanggal 17 April -27 April 2021 pada pukul 19.00 wita
  4. Fasilitas apa saja yang diperoleh?
    Fasilitas yang diperoleh yaitu matari, dan sertifikat. Sertifikat terdiri dari 2 jenis, yaitu sertifikat series dan sertifikat 32 JP.
  5. Apa itu sertifikat series dan sertifikat 32 JP?
    Sertifikat series adalah sertifikat yang diberikat setiap mengikuti series sesuai dengan daftar nama peserta yang mengikuti tayangan setelah mengisi daftar hadir.
    Sertifikat 32 JP adalah sertifikat yang diberikan kepada peserta yang mengikuti semua series
  6. Bagaimana cara memperoleh piagam 32 JP?
    Caranya adalah ikuti semua kegiatan setiap series dan simpan bukti kegiatan berupa screenshoot kehadiran. Tata cara selengkapnya akan disampaikan saat kegiatan berlangsung
  7. Bagaimana cara mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan?
    Tata cara mengajukan pertanyaan akan disampaikan saat webinar series berlangsung
  8. Apakah kegiatan ini berbayar?
    Tidak. Peserta hanya cukup menyebarluaskan pada beberapa group media sosial (facebook, telegram, WA, dan lainnya), kemudian melakukan like, subscribe, nyalakan lonceng dan menonton video pada channel s.id/ervproject untuk memperoleh notifikasi kegiatan

Demikian informasi terkait webinar series. Mari kita ikuti untuk menambah khasanah pengetahuan demi kemajuan pendidikan yang lebih baik.

Materi dapat diunduh di link berikut:
Webinar series topik 1
Webinar series topik 2
Webinar series topik 3
Webinar series topik 4
Webinar series topik 5
Webinar series topik 6
Webinar series topik 7

Surat Undangan di sini
Saksikan tayangan ulang di bawah ini ya

Workshop Jabatan Fungsional dan Angka Kredit Guru

Pengantar

Setiap tahun, kepala sekolah wajib melaksanakan penilaian kinerja guru (PKG). Nilai yang diperoleh dari PKG ini menjadi salah satu syarat bagi guru untuk bisa naik pangkat/golongan. Nilai atau kriteria minimal yang harus dicapai adalah berada pada katagori baik. Kemudian, setelah ini diperoleh, apa yang harus dilakukan guru agar dapat naik pangkat/jabatan fungsional?

Terkait dengan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, ini tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Point penting terkait peraturan ini adalah Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Berkaitan dengan aspek penilaian dalam pengajuan angka kredit, terdapat unsur utama dan unsur penunjang yang perlu diperhatikan. Salah satu unsur utama dalam kenaikan pangkat dan pengembangan karirnya selain kegiatan pembelajaran/ pembimbingan dan tugas tambahan lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang diberikan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru.

Harapannya melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan guna mendukung PPGP akan terwujud guru yang profesional yang bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tuntas dan tidak setengah-setengah, tetapi tidak kalah pentingnya juga memiliki kepribadian yang matang, kuat dan seimbang.

Guna meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan guru berkaitan dengan pengusulan angka kredit, maka Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar menyelenggarakan “Workshop Jabatan Fungsional dan Angka Kredit Guru”.

Tanya jawab seputar Workshop

Adapun beberapa hal yang menjadi rangkuman pertanyaan tentang pelaksanaan workshop, dapat disajikan sebagai berikut.

  1. Di manakah kegiatan ini dilaksanakan?
    Kegiatan dilaksanakan secara virtual melalui zoom
  2. Bagaimana cara mengikuti kegiatan ini?
    Silakan melakukan registrasi dengan alamat pendaftaran s.id/workshopdenbar
  3. Selama berapa hari kegiatan ini berlangsung?
    Kegiatan virtual zoom hanya dilakukan satu hari, yaitu Sabtu, 10 April 2021
  4. Kapan link Meeting (ID dan Passcode) zoom akan diberikan kepada peserta?
    Link akan dibagikan melalui email yang didaftarkan saat pendaftaran. Link paling lambat diberikan pada hari Sabtu, 10 April 2021 pukul 08.00 wita
  5. Siapakah yang bisa mengikuti kegiatan ini?
    Kegiatan ini diutamakan diikuti oleh kepala sekolah dan guru yang ada di lingkungan Kecamatan Denpasar Barat
  6. Apakah kepala sekolah atau guru di luar point 4 boleh mengikuti kegiatan?
    Boleh. Silakan melakukan registrasi dengan alamat pendaftaran s.id/workshopdenbar
  7. Kapan terakhir hari pendaftaran?
    Pendaftaran terakhir Hari Jumat, 9 April 2021 pukul 23.59 wita. Pendaftaran dapat ditutup sewaktu-waktu apabila sudah memenuhi kuota yang telah ditetapkan.
  8. Apakah kegiatan ini berbayar?
    Tidak. Hanya yang ingin memperoleh sertifikat dikenakan biaya sebesar Rp.50.000
  9. Apakah peserta di zoom yang dapat mengajukan pertanyaan
    Iya. Moderator akan memandu kegiatan. Silakan dicermati tata cara mengajukan pertanyaan yang akan disampaikan pada saat kegiatan berlangsung.
  10. Apakah seluruh peserta mendapatkan sertifikat?
    Tidak. Peserta yang mendapatkan sertifikat cetak (32 JP) hanya peserta yang memerlukan, menyelesaikan tugas, dan dikenakan biaya sebesar Rp.50.000
  11. Bagi yang memerlukan sertifikat (32 JP), bagaimana pembayaran dilakukan?
    Biaya cetak sertifikat dibayarkan secara tunai saat pengambilan sertifikat. Sertifikat akan diberikan mulai tanggal 28 April-30 April 2021 pukul 09.00 wita -11.00 wita. Pengambilan sertifikat di sekretariat panitia kegiatan yaitu SD Negeri 19 Dauh Puri, Jalan Teuku Umar, Denpasar
  12. Apakah boleh mengikuti kegiatan walau tidak perlu sertifikat?
    Boleh.

Kumpulan materi workshop

Berikut dilampirkan paparan materi berkaitan dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan, jabatan fungsional dan angka kredit guru.

Pengembangan-Profesi-Guru-Jabatan-Fungsional-dan-Angka-Kreditnya

Pengembangan-Keprofesian-Berkelanjutan-dan-Jenis-jenisnya

Download materi 1 disini

Download materi 2 disini

Surat Undangan dapat di unduh di sini

Mengingat pentingnya kegiatan ini, mari kita ikuti. Kegiatan ini dapat memberi pengetahuan kepada kepala sekolah maupun guru untuk mengembangkan profesionalisme. Dengan mengetahui jabatan fungsional dan angka kredit, kita akan bisa menentukan hal-hal yang diperlukan. Sehingga, ke depan tidak lagi ada kepala sekolah dan guru yang ketinggalan atau tidak paham cara menyusun daftar usul penilaian angka kredit (DUPAK). Semoga!