Teuku Umar Mengajar

Saat ini, situasi pandemi masih berlangsung. Banyak sektor yang menjadi dampak dari kondisi pandemi ini, salah satunya adalah pendidikan. Dalam bidang pendidikan, paradigma pembelajaran pun mengalami perubahan secara cepat. Pembelajaran yang awalnya tatap muka penuh, kini telah bergeser menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring). Bahkan untuk beberapa daerah yang mengalami kendala, maka dilakukan pembelajaran secara kombinasi (blended learning) maupun tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

Adanya transformasi yang begitu cepat, dari tatap muka ke tatap virtual “memaksa” setiap pelaku pendidikan untuk adapted terhadap perubahan ini. Tidak hanya guru, bahkan orang tua kini menjadi ujung tombak hadirnya endidikan formal di rumah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk tetap menjaga keberlangsungan pendidikan, seperti memberikan ruang-ruang virtual pembelajaran, melatih guru untuk mengkreasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi, pendistribusian buku-buku yang dapat diakses melalui link-link tertentu.

Dari sisi guru, kondisi ini secara tidak langsung membuat guru harus melakukan upaya peningkatan mutu pembelajaran. Pembelajaan dalam jaringan saat ini menjadi solusi untuk tepat mampu hadir menenami anak-anak belajar dalam ruang virtual. Antarguru pun sudah seyogyanya untk saling berkolaborasi menciptakan pembelajaran yang menarik bagi siswa. Sangat disadari bahwa tanpa adanya kreativitas atau inovasi pembelajaran dalam ruang maya akan menambah kesemuan hasil pembelajaran. Lantas, kolaborasi apa yang dapat dilakukan?

Teuku Umar Mengajar

Gugus Teuku Umar Kecamatan Denpasar Barat mencoba hadir untuk melakukan kolaborasi pembelajaran. Kolaborasi yang dilakukan adalah dengan mengajak guru-guru di sekolah untuk mengajar secara virtual dan live youtube. kegiatan ini diberi nama “Teuku Umar Mengajar”. Adapun sekolah dasar di Gugus Teuku Umar yang ikut dalam kolaborasi mengajar adalah SD Negeri 2 Dauh Puri, SD Negeri 10 Dauh Puri, SD Negeri 2 Dauh Puri, SD Negeri 13 Dauh Puri, SD Negeri 14 Dauh Puri, dan SD Negeri 21 Dauh Puri.

Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada visual berikut

Jadwal kegiatan dan profil pengajar

Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak sekolah dasar dari kelas 1 hingga kelas 6. Diharapkan agar Bapak/Ibu guru, orang tua, dan wali dapat mengikuti kegiatan yang ditayangkan secara live pada kanal youtube s.id/ervproject mulai pukul 08.30 wita hingga selesai. Oleh karena itu, agar tidak tertinggal informasi , silakan melakukan notifikasi pada kanal youtube s.id/ervproject.

Besar harapan agar kegiatan ini dapat bermanfaat dan tetap menjadi ajang untuk saling berkolaborasi demi kemajuan pendidikan. Semoga!

Tata Cara PPDB SMP Kota Denpasar

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMP tahun pelajaran 2021/2022 di Kota Denpasar segera dimulai. PPDB merupakan kegiatan tahunan untuk menyediakan ruang bagi calon peserta didik baru mengenyam pendidikan di sekolah formal. Di Kota Denpasar, pelaksanaan PPDB untuk SMP dibagi menjadi empat jalur/kategori.

Pertama, jalur prestasi. Jalur prestasi ini meliputi prestasi akademik, nonakademik Utsawa Dharma Gita/Lomba Bulan Bahasa Bali, Kategori nonakademik Olahraga, Kategori nonakademik Seni, dan Kategori nonakademik Pesta Kesenian Bali

Kedua, jalur zonasi.  Jalur ini diberikan bagi siswa yang ingin memilih sekolah sesuai dengan wilayah tenpat tinggal calon peserta didik. Bergaitan dengan zona, sudah ditentukan nama wilayah dan sekolah. Calon peserta didik hanya boleh mendaftar pada 1 Sekolah Menengah Pertama Negeri dari 14 Sekolah Menengah Pertama Negeri yang ada di Kota Denpasar sesuai Zona yang ditetapkan pada Juknis PPDB Tahun 2021

Ketiga, jalur afirmasi. Jalur Afirmasi diperuntukkan bagi Calon Peserta Didik Baru dari keluarga kurang mampu. Pembagian Zonasi tertera pada Juknis PPDB Tahun 2021

Keempat, jalur perpindahan orang tua. Jalur ini khusus bagi orang tua/wali yang mengalami perpindahan tempat kerja.

Juknis dilihat di sini

Adapun jadwal Pendaftaran, Verifikasi dan Pengumuman Pelaksanaan PPDB disajikan sebagai berikut.

Seluruh rangkaian kegiatan PPDB dilakukan secara online oleh calon peserta didik baru. Adapun tata cara pendaftaran, dapat disimak pada tayangan berikut.

Informasi PPDB Kota Denpasar Tahun 2021

Pengantar

Tahun pelajaran 2020/2021 sebentar lagi usai dan segera berganti dengan tahun pelajaran 2021/2022. Setiap tahun pelajaran baru, maka dilaksanakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) baik dri tingkat TK hingga sekolah menengah.

Penerimaan peserta didik baru di satuan pendidikan perlu diatur dalam peraturan tertentu. Peraturan yang ada erlu dijabarkan melalui petunjuk teknis (Juknis) agar memudahkan orang tua, guru, pihak terkait, calon siswa untuk melakukan pendaftaran pada satuan pendidikan yang ingin dilamar.

Di Kota Denpasar, Juknis Penerimaan Peserta Didik Baru telah dituangkan dalam KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA KOTA DENPASAR NOMOR 422/2207/DIKPORA/2021 TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK, SEKOLAH DASAR, DAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI TAHUN PELAJARAN 2021/2022.

Persyaratan

Persyaratan Umum Pendaftaran Taman Kanak-Kanak
Berusia paling rendah 4 tahun dan paling tinggi 5 tahun untuk kelompok A;
Berusia paling rendah 5 tahun dan paling tinggi 6 tahun untuk kelompok B;
Memiliki Kartu Keluarga Kota Denpasar yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar yang diterbitkan paling singkat 1 Juni 2020;
Status Calon Peserta Didik Baru dalam Kartu Keluarga adalah sebagai Anak (Kandung, Tiri atau Angkat) serta Cucu; dan
Untuk Calon Peserta Didik Baru Yatim/Piatu/Yatim Piatu wajib melampirkan Akta Kematian Orang Tua

Persyaratan Umum Pendaftaran Sekolah Dasar
Berusia paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli 2021;
Memiliki Kartu Keluarga Kota Denpasar yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar yang diterbitkan paling singkat 1 Juni 2020;
Status Calon Peserta Didik Baru dalam Kartu Keluarga adalah sebagai Anak (Kandung, Tiri atau Angkat) dan Cucu;
Untuk Calon Peserta Didik Baru Yatim/Piatu/Yatim Piatu wajib melampirkan Akta Kematian Orang Tua;
Membuat Surat Pernyataan hanya mendaftar di satu Sekolar Dasar sesuai yang tertera pada Lampiran VIII; dan
Membuat Surat Pernyataan keabsahan dokumen Calon Peserta Didik Baru sesuai yang tertera pada Lampiran VIII

Persyaratan Umum Pendaftaran Sekolah Menengah Pertama
Berusia paling tinggi 15 tahun pada tanggal 1 Juli 2021 sesuai data Kartu Keluarga; dan
Membuat Surat Pernyataan keabsahan dokumen Calon Peserta Didik Baru sesuai yang tertera pada Lampiran VIII.

Informasi lebih lengkap terkait persyaratan, tata cara pendaftaran, penerimaan, zona sekolah dapat dibaca selengkapnya pada juknis berikut ya!
Juknis (download di sini)

Motivasi Menjadi Guru Penggerak

Pengantar

Program guru penggerak merupakan implementasi dari program Merdeka Belajar Kemdikbud. Hingga April 2020 ini, seleksi calon guru penggerak sudah memasuki angkatan ke-4. Seleksi setiap anggkatan tersebar sesuai dengan pemetaan wilayah yang sudah dilakukan. Minat guru mengikuti seleksi guru penggerak sangat tinggi. Kira-kira, apa yang menjadi motivasi guru untuk mengikuti seleksi calon guru penggerak?

Baca juga: Program Pendidikan Guru Penggerak

Motivasi

Berdasarkan KBBI, motivasi merupakan dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Selai itu, dari segi psikologi, motivasi juga disebut sebagai usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.

Berdasarkan asalnya, motivasi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

  1. Pertama, Motivasi bawah sadar. Motivasi ini merupakan dorongan untuk bertindak yang pada hakikatnya terselubung bagi yang bersangkutan, tetapi dapat ditelusuri melalui perilakunya;
  2. Kedua, Motivasi ekstrinsik yaitu dorongan yang datangnya dari luar diri seseorang;
  3. Ketika, Motivasi intrinsik yaitu dorongan atau keinginan yang tidak perlu disertai perangsang dari luar;

Motivasi Menjadi Guru Penggerak

  1. Menggali potensi diri untuk dapat berbagi praktik baik dalam ekosistem terdekat, yaitu sekolah;
  2. Mengembangkan kemampuan dalam melakukan kepemimpinan dalam pembelajaran;
  3. Menjadi bagian perubahan pendidikan ke arah lebih baik;
  4. Meningkatkan kualitas diri sehingga dapat menjadi pribadi maupun guru yang bermanfaat bagi lingkungan terdekat;
  5. Memperoleh wahana untuk belajar berkaitan dengan memerdekakan pembelajaran;
  6. Mengetahui berbagai kekuatan maupun kelemahan yang terjadi di lapangan; dan
  7. Pengembangan diri dan memperoleh pengalaman baru berkaitan dengan kegiatan guru penggerak.

Demikian beberapa hal yang dapat dijadikan motivasi menjadi guru penggerak. Simak juga tayangan video berikut yang bisa dijadikan referensi mengikuti seleksi calon guru penggerak dari 2 guru yang sudah berhasil lolos CGP.

Contoh RPP Berdiferensiasi

Pengantar

Sebagai guru, tentu kita menyadari bahwa keberadaan siswa kita di kelas sangatlah beragam. Beragam tidak hanya dari segi fisik, melainkan kemapuan intelektual yang sudah dibawanya sejak lahir. Kita menyadari bahwa anak-anak di kelas memiliki keunikan tersendiri. Setiap siswa kita memiliki karakteristik yang membedakan dirinya dengan siswa lainnya. Karakteristik ini dapat menujukkan keunggulan (potensi) dan kelemahan yang dimiliki dalam pembelajaran di kelas.

Tidak dimungkiri bahwa potensi maupun kelemahan anak ini perlu diidentifikasi secara tepat oleh guru untuk dilakukan pembelajaran yang tepat pula. Setiap harinya, tanpa disadari, guru dihadapkan oleh keberagaman yang banyak sekali bentuknya. Mereka secara terus menerus menghadapi tantangan yang beragam dan kerap kali harus melakukan dan memutuskan banyak hal dalam satu waktu. Keterampilan ini banyak yang tidak disadari oleh para guru, karena begitu naturalnya hal ini terjadi di kelas dan betapa terbiasanya guru menghadapi tantangan ini. Berbagai usaha mereka lakukan yang tentu saja tujuannya adalah  untuk memastikan setiap murid di kelas mereka sukses dalam proses  pembelajarannya.

Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi

Dilihat dari kata penyusun, pembelajaran berdiferensiasi terdiri dari dua kata yaitu pembelajaran dan diferensiasi. Berdasarankan KBBI versi daring, pembelajaran memiliki arti proses, cara, perbuatan menjadikan belajar. Sedangkan, berdiferensiasi memiliki arti proses, cara, perbuatan membedakan; pembedaan. Lantas, apa itu pembelajaran berdiferensiasi?

Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk  menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Namun, apakah jika siswa berjumlah 28 orang, maka guru harus menyiapkan 28 model pembelajaran? Bukan pula  berarti bahwa guru harus memperbanyak jumlah soal untuk murid yang lebih cepat  bekerja dibandingkan yang lain. Pembelajaran berdiferensiasi juga bukan berarti  guru harus mengelompokkan yang pintar dengan yang pintar dan yang kurang  dengan yang kurang. Bukan pula memberikan tugas yang berbeda untuk setiap  anak.

Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah sebuah proses pembelajaran yang  semrawut (chaotic), yang gurunya kemudian harus membuat beberapa  perencanaan pembelajaran sekaligus, dimana guru harus berlari ke sana kemari  untuk membantu si A, si B atau si C dalam waktu yang bersamaan. Bukan. Guru  tentunya bukanlah malaikat bersayap atau Superman yang bisa ke sana kemari  untuk berada di tempat yang berbeda-beda dalam satu waktu dan memecahkan  semua permasalahan. Lalu seperti apa sebenarnya pembelajaran berdiferensiasi? 

Ciri Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common  sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid.  Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan: 

  1. Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’  murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang  tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan  selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya. 
  2. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara  jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran,  namun juga muridnya. 
  3. Penilaian berkelanjutan. Ini memiliki makna terkait upaya guru menggunakan proses penilaian formatif yang telah  dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan,  atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar  yang ditetapkan. 
  4. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar  muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk  memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan  serta penilaian yang berbeda.
  5. Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur,  rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga  struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang  berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.

Jenis-jenis Diferensiasi dalam Pembelajaran

Diferensiasi dalam pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
Pertama, Diferensiasi Konten. Diferensiasi konten merujuk pada strategi membedakan pengorganisasian dan format penyampaian konten. Konten adalah materi pengetahuan, konsep, dan keterampilan yang perlu dipelajari murid berdasarkan kurikulum.
Kedua, Diferensiasi Produk. Merujuk pada strategi memodifikasi produk hasil belajar murid, hasil latihan, penerapan, dan pengembangan apa yang telah dipelajari.
Ketiga, Diferensiasi Proses. Merujuk pada strategi membedakan proses yang harus dijalani oleh murid yang dapat memungkinkan mereka untuk berlatih dan memahami isi (content) materi.

Contoh RPP Berdiferensiasi

Berikut ini dilampirkan contoh RPP Berdiferensiasi. (disini)

Semoga bermanfaat.

Sumber Modul: https://erinstitute.id/2020/10/28/modul-pendidikan-guru-penggerak/

Mengelola Komunikasi Secara Efektif dan Terstruktur

Pengantar

Berawal dari betapa ketatnya persaingan di sekarang ini era yang dikenal dengan distruption era, di mana zaman yang penuh dengan guncangan. Segala lini kehidupan mengalami perubahan yang sangat cepat. Hal ini menuntut setiap orang untuk selalu mengisi diri dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan agar bisa mengikuti perkembangan zaman tersebut. Tidak heran banyak pekerjaan yang menggunakan otot manusia kini sirna digantikan dengan pekerjaan yang membutuhkan skill yang lebih. Salah satu skill yang perlu dikuasai adalah keterampilan berkomunikasi di depan umum yang dikenal dengan istilah public speaking.

Public Speaking

Public speaking merupakan kegiatan berkomunikasi di depan umum untuk menyampaikan ide, gagasan atau informasi tertentu guna untuk menarik simpati . Tentunya keterampilan ini tidak serta merta didapatkan begitu saja, perlu sebuah komitmen dalam diri bahwa ketrampilan ini sangat penting untuk dikuasai. Karena kemunculan berbagai hal yang baru sangat cepat, baik berupa ide, gagasan atau produck baik barang maupun jasa yang membutuhkan kemampuan berkomunikasi dalam pendistribusian ide, gagasan maupun barang dan jasa tersebut.

Keterampilan Public Speaking hanya didapatkan dengan kerja keras dan tekun berlatih, rajin menggali dan memanfaatkan setiap peluang untuk mengembangkan diri dalam berkomunikasi.

Public speaking tidak hanya berbicara saja tetapi ada faktor penting dibalik setiap kata dan kalimat yang kita ucapkan yaitu ada nilai rasa. Nilai rasa ini akan tercipta jika kita memiliki keterampilan berbicara yang efektif dan terstruktur. Mulai dari vocal, intonasi, gerak tubuh dan yang lainya menjadi satu kesatuan pendukung public speaking.

Oleh karena itu pelatihan dan workshop public speaking dengan tema “Mengelola Komunikasi Secara Efektif dan Terstruktur” ini bertujuan melatih keterampilan berkomunikasi

Tanya Jawab seputar Workshop

  1. Siapa saja yang dapat mengikuti kegiatan ini?
    Kegiatan ini ditujuan untuk Bapak/Ibu Pendidik (guru dan kepala sekolah) yang ingin meningkatkan keterampilan berkomunikasi secara efektif dan efesien
  2. Bagaimana cara mengikuti kegiatan ini?
    Untuk mengikuti kegiatan silakan mendaftar melalui tautan berikut ini https://s.id/gurubicara kemudian silakan gabung pada group telegram yang sdah dibagikan saat pendaftaran.
  3. Sampai kapan pendaftaran dapat dilakukan?
    15 april – 25 April 2021. Pendaftaran dapat ditutup sewaktu-waktu jika sudah memenuhi kuota.
  4. Apakah kegiatan ini berbayar?
    Iya. Investasi kegiatan sebesar Rp.50.000
  5. Kemana uang investasi kegiatan dikirimkan/transfuer?
    Uang investasi kegiatan di transfer ke rekening atas nama Ni Wayan Wiryawati dengan pilihan Bank Mandiri 1450013535139 atau BPD Bali 0340202170080. Setelah itu, konfirmasi bukti transfer ke nomor WA 082145911915 (NI WAYAN WIRYAWATI)
  6. Selama kapan kegiatan workshop berlangsung?
    Kegiatan berlangsung selama 4 hari yaitu 28 April – 1 Mei 2021.
  7. Bagaimana model kegiatannya?
    Kegiatan dilakukan secara virtual melalui zoom. Peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan pelatihan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Info lebih lanjut akan diberikan melalui group telegram.
  8. Apakah mendapatkan piagam/sertifikat?
    Iya. Peserta yang emmenuhi kewajiban seperti tugas akan mendapatkan e-sertifikat sebesar 32 JP, surat undangan, dan materi kegiatan.

Demikian tadi informasi terkait kegiatan workshop public speaking. Ayo ikuti untuk menambah wawasan dan melatih keterampilan berkomunikasi….

Pendidikan, Transformasi Peradaban Masa Depan

Pendidikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan peradaban manusia. Peradaban lahir sejalan dengan perkembangan pendidikan. Seperti kita ketahui, bahwa pada dasarnya pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Sebagai sebuah sistem, pendidikan tidak dapat berdiri sendiri. Pendidikan merupakan kedauan fungsi dari guru, siswa, pemangku kepentingan, pemerintah, dan juga lingkungan.

Mengutip dari konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara, bahwasanya pendidik (guru) itu menuntun anak menumbuhkembangkan bakat yang dibawanya. Anak berkembang sesuai kodratnya, baik kodrat lahir maupun kodrat keadaan. Begitulah sebenarnya pendidikan yang bergerak secara dinamis.

Transformasi pendidikan saat ini sangat terasa, terlebih lagi didukung oleh situasi pandemi. Transformasi pembelajaran bersemuka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) semakin gencar terjadi. Sebagai sebuah proses yang berkesinambungan, tentunya peningkatan kompetensi guru menjadi hal penting yang perlu dilakukan.

Mengingat pentingnya peningkatan kompetensi ini, Er Institute menyelenggarakan webinar series dengan tema “Pendidikan, Transformasi Peradaban Masa Depan” yang dilaksanakan secara maraton sesuai jadwal berikut.

Tanya Jawab Seputar Webinar Series

  1. Siapa saja yang boleh mengikuti kegiatan?
    Kegiatan dapat diikuti oleh setiap orang baik dari guru, orang tua, masyarkat maupun kalangan yang berkaitan dengan pendidikan
  2. Bagaimana cara mengikuti kegiatan webinar series ini?
    Caranya dengan menyaksikan tayangan melalui live youtube s.id/ervproject.
  3. Kapan kegiatan ini dilaksanakan?
    Kegiatan dilaksanaan secara maraton mulai tanggal 17 April -27 April 2021 pada pukul 19.00 wita
  4. Fasilitas apa saja yang diperoleh?
    Fasilitas yang diperoleh yaitu matari, dan sertifikat. Sertifikat terdiri dari 2 jenis, yaitu sertifikat series dan sertifikat 32 JP.
  5. Apa itu sertifikat series dan sertifikat 32 JP?
    Sertifikat series adalah sertifikat yang diberikat setiap mengikuti series sesuai dengan daftar nama peserta yang mengikuti tayangan setelah mengisi daftar hadir.
    Sertifikat 32 JP adalah sertifikat yang diberikan kepada peserta yang mengikuti semua series
  6. Bagaimana cara memperoleh piagam 32 JP?
    Caranya adalah ikuti semua kegiatan setiap series dan simpan bukti kegiatan berupa screenshoot kehadiran. Tata cara selengkapnya akan disampaikan saat kegiatan berlangsung
  7. Bagaimana cara mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan?
    Tata cara mengajukan pertanyaan akan disampaikan saat webinar series berlangsung
  8. Apakah kegiatan ini berbayar?
    Tidak. Peserta hanya cukup menyebarluaskan pada beberapa group media sosial (facebook, telegram, WA, dan lainnya), kemudian melakukan like, subscribe, nyalakan lonceng dan menonton video pada channel s.id/ervproject untuk memperoleh notifikasi kegiatan

Demikian informasi terkait webinar series. Mari kita ikuti untuk menambah khasanah pengetahuan demi kemajuan pendidikan yang lebih baik.

Materi dapat diunduh di link berikut:
Webinar series topik 1
Webinar series topik 2
Webinar series topik 3
Webinar series topik 4
Webinar series topik 5
Webinar series topik 6
Webinar series topik 7

Surat Undangan di sini
Saksikan tayangan ulang di bawah ini ya

Workshop Jabatan Fungsional dan Angka Kredit Guru

Pengantar

Setiap tahun, kepala sekolah wajib melaksanakan penilaian kinerja guru (PKG). Nilai yang diperoleh dari PKG ini menjadi salah satu syarat bagi guru untuk bisa naik pangkat/golongan. Nilai atau kriteria minimal yang harus dicapai adalah berada pada katagori baik. Kemudian, setelah ini diperoleh, apa yang harus dilakukan guru agar dapat naik pangkat/jabatan fungsional?

Terkait dengan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, ini tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Point penting terkait peraturan ini adalah Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Berkaitan dengan aspek penilaian dalam pengajuan angka kredit, terdapat unsur utama dan unsur penunjang yang perlu diperhatikan. Salah satu unsur utama dalam kenaikan pangkat dan pengembangan karirnya selain kegiatan pembelajaran/ pembimbingan dan tugas tambahan lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang diberikan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru.

Harapannya melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan guna mendukung PPGP akan terwujud guru yang profesional yang bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tuntas dan tidak setengah-setengah, tetapi tidak kalah pentingnya juga memiliki kepribadian yang matang, kuat dan seimbang.

Guna meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan guru berkaitan dengan pengusulan angka kredit, maka Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar menyelenggarakan “Workshop Jabatan Fungsional dan Angka Kredit Guru”.

Tanya jawab seputar Workshop

Adapun beberapa hal yang menjadi rangkuman pertanyaan tentang pelaksanaan workshop, dapat disajikan sebagai berikut.

  1. Di manakah kegiatan ini dilaksanakan?
    Kegiatan dilaksanakan secara virtual melalui zoom
  2. Bagaimana cara mengikuti kegiatan ini?
    Silakan melakukan registrasi dengan alamat pendaftaran s.id/workshopdenbar
  3. Selama berapa hari kegiatan ini berlangsung?
    Kegiatan virtual zoom hanya dilakukan satu hari, yaitu Sabtu, 10 April 2021
  4. Kapan link Meeting (ID dan Passcode) zoom akan diberikan kepada peserta?
    Link akan dibagikan melalui email yang didaftarkan saat pendaftaran. Link paling lambat diberikan pada hari Sabtu, 10 April 2021 pukul 08.00 wita
  5. Siapakah yang bisa mengikuti kegiatan ini?
    Kegiatan ini diutamakan diikuti oleh kepala sekolah dan guru yang ada di lingkungan Kecamatan Denpasar Barat
  6. Apakah kepala sekolah atau guru di luar point 4 boleh mengikuti kegiatan?
    Boleh. Silakan melakukan registrasi dengan alamat pendaftaran s.id/workshopdenbar
  7. Kapan terakhir hari pendaftaran?
    Pendaftaran terakhir Hari Jumat, 9 April 2021 pukul 23.59 wita. Pendaftaran dapat ditutup sewaktu-waktu apabila sudah memenuhi kuota yang telah ditetapkan.
  8. Apakah kegiatan ini berbayar?
    Tidak. Hanya yang ingin memperoleh sertifikat dikenakan biaya sebesar Rp.50.000
  9. Apakah peserta di zoom yang dapat mengajukan pertanyaan
    Iya. Moderator akan memandu kegiatan. Silakan dicermati tata cara mengajukan pertanyaan yang akan disampaikan pada saat kegiatan berlangsung.
  10. Apakah seluruh peserta mendapatkan sertifikat?
    Tidak. Peserta yang mendapatkan sertifikat cetak (32 JP) hanya peserta yang memerlukan, menyelesaikan tugas, dan dikenakan biaya sebesar Rp.50.000
  11. Bagi yang memerlukan sertifikat (32 JP), bagaimana pembayaran dilakukan?
    Biaya cetak sertifikat dibayarkan secara tunai saat pengambilan sertifikat. Sertifikat akan diberikan mulai tanggal 28 April-30 April 2021 pukul 09.00 wita -11.00 wita. Pengambilan sertifikat di sekretariat panitia kegiatan yaitu SD Negeri 19 Dauh Puri, Jalan Teuku Umar, Denpasar
  12. Apakah boleh mengikuti kegiatan walau tidak perlu sertifikat?
    Boleh.

Kumpulan materi workshop

Berikut dilampirkan paparan materi berkaitan dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan, jabatan fungsional dan angka kredit guru.

Pengembangan-Profesi-Guru-Jabatan-Fungsional-dan-Angka-Kreditnya

Pengembangan-Keprofesian-Berkelanjutan-dan-Jenis-jenisnya

Download materi 1 disini

Download materi 2 disini

Surat Undangan dapat di unduh di sini

Mengingat pentingnya kegiatan ini, mari kita ikuti. Kegiatan ini dapat memberi pengetahuan kepada kepala sekolah maupun guru untuk mengembangkan profesionalisme. Dengan mengetahui jabatan fungsional dan angka kredit, kita akan bisa menentukan hal-hal yang diperlukan. Sehingga, ke depan tidak lagi ada kepala sekolah dan guru yang ketinggalan atau tidak paham cara menyusun daftar usul penilaian angka kredit (DUPAK). Semoga!

Cara Menyusun Sasaran Kerja Pegawai Guru

Menyusun SKP (Sasaran Kerja Pegawai) menjadi sebuah keharusan bagi pegawai (PNS) untuk mengetahui sasaran kinerja yang dicapai. Khususnya guru, kegiatan menyusun SKP ini tak jarang merupakan hal yang sulit. Bagaimana tidak? Belakangan ini, banyak ditemui, guru harus bolak-balik hanya untuk memperbaiki SKP.

Entah siapa yang benar atau siapa yang salah, namun kejadian ini cukup menyita waktu. Baik yang memeriksa, maupun yang membuat SKP. Topik yang menjadi permasalahan seperti kenapa harus 12 bulan, lalu unsur kepemimpinan apakah perlu dinilai, dan lain sebagainya.

Banyaknya pengulangan karena revisi (coretan) mengisyaratkan bahwa SKP ini merupakan “sesuatu” yang susah dibuat. Sudah saatnya, baik pihak guru maupun pihak terkait per-SKP-an memahami secara tepat bagaimana membuat dan melakukan penilaian prestasi kerja bagi guru.

Apa itu penilaian prestasi kerja?

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil, penilaian prestasi kerja didefinisikan sebagai suatu proses penilaian secara sistematis yang dilakukan oleh pejabat penilai terhadap sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja. Proses penilaian ini dilakukan dengan tolok ukur yang obyektif terhadap tingkat capaian sasaran kerja dan perilaku kerja pegawai oleh atasannya (pejabat penilai).

Penekanan Penilaian Prestasi Kerja adalah penilaian capaian sasaran kerja pegawai (SKP) yang pada dasarnya telah disusun dan disepakati bersama antara guru, kepala sekolah, dan guru diberi tugas tambahan dengan atasan langsungnya (pejabat penilai) serta penilaian perilaku keseharian dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya.

Dengan demikian, penilaian prestasi kerja meliputi penilaian terhadap dua aspek yaitu SKP dan perilaku kerja. Oleh karena itu, ketercapaian SKP dan perilaku kerja mempengaruhi prestasi kerja guru, kepala sekolah, dan guru diberi tugas tambahan.

Sebagai proses evaluasi terhadap kinerja dan perilaku kerja, penilaian prestasi kerja dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu dengan tujuan untuk menjamin obyektivitas pembinaan profesi yang dilakukan berdasarkan sistem prestasi kerja dan karier. Secara administratif, sekolah dapat menjadikan penilaian prestasi kerja sebagai acuan atau standar dalam membuat keputusan pemberian tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah kepada guru.

Hasil penilaian prestasi kerja juga dapat digunakan sebagai dasar dalam membuat perencanaan kegiatan yang bermanfaat untuk pengembangan karier, penetapan indeks pemberian tunjangan selain gaji, promosi jabatan dan lain lain terkait dengan pembinaan profesinya.

Bagi sekolah, hasil penilaian prestasi kerja sangat penting dalam rangka pembinaan dan pengembangan karier, antara lain untuk mengidentifikasi kebutuhan program pengembangan keprofesian berkelanjutan, promosi, dan berbagai aspek lain dari keseluruhan proses manajemen sumber daya manusia secara efektif dan efisien.

Oleh karena itu, hasil penilaian prestasi kerja dapat menunjukkan apakah guru, kepala sekolah, dan guru diberi tugas tambahan sudah memenuhi target atau sasaran yang telah direncanakan baik secara kualitas, kuantitas, waktu, dan/atau biaya serta menunjukkan perilaku kerja dalam pelaksanaan tugasnya.

Unsur Penilaian Kerja Pegawai

Lingkup penilaian prestasi kerja mencakup dua unsur, yaitu: Sasaran Kerja Pegawai dan Perilaku Kerja.
a. Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dengan bobot nilai 60% (enam puluh persen).
Penilaian terhadap SKP yaitu penilaian yang dilaksanakan terhadap seluruh tugas jabatan dan target yang harus dicapai selama kurun waktu pelaksanaan pekerjaan dalam tahun yang berjalan. Penilaian tersebut didasarkan kepada ukuran tingkat capaian SKP yang dinilai dari aspek: kuantitas, kualitas, waktu dan/atau biaya.


Target SKP guru, kepala sekolah, dan guru yang diberi tugas tambahan sebagai pejabat fungsional tertentu, adalah angka kredit yang harus dicapai untuk tahun yang berjalan yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah, dan guru yang diberi tugas tambahan.

Mengingat kenaikan jabatan/pangkat didasarkan pada perolehan angka kredit, maka harus ditetapkan target angka kredit yang akan dicapai dalam 1 (satu) tahun di dalam SKP-nya. Penentuan angka kredit tersebut mengacu kepada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.


b. Perilaku Kerja dengan bobot nilai 40% (empat puluh persen).
Penilaian perilaku kerja yaitu penilaian terhadap perilaku kerja guru, kepala sekolah, dan guru yang diberi tugas tambahan dalam melaksanakan tugasnya di sekolah/madrasah. Penilaian perilaku kerja meliputi aspek: orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin dan kerjasama. Unsur perilaku kerja yang dinilai harus relevan dan berhubungan dengan pelaksanaan tugasnya. Sehingga nilai prestasi kerja mencakup dua unsur yaitu Sasaran Kerja Pegawai dengan bobot nilai 60% (enam puluh persen) dan Perilaku Kerja dengan bobot nilai 40% (empat puluh persen)

Contoh Penyusunan SKP

“Sajian contoh ini termuat pada PEDOMAN
PENILAIAN PRESTASI KERJA GURU, KEPALA SEKOLAH, DAN GURU YANG DIBERI TUGAS TAMBAHAN yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2014″

Achmad Peristiwa S.Pd. dengan NIP.198012252007011019, guru Matematika pada SMAN 1 di Kota Bunga. Yang bersangkutan mengajar sejak tahun 2007 dan saat ini pangkat yang bersangkutan adalah Penata Muda Tk.I, golongan ruang III/b dengan jabatan Guru Pertama.


Untuk kenaikan pangkatnya ke golongan ruang III/c, Achmad Peristiwa, S.Pd harus mengumpulkan 50 angka kredit selama selama 4 tahun atau 12,5 angka kredit dalam satu tahun yang terdiri dari minimum 11,25 AK untuk unsur utama dan maksimum 1,25 AK untuk unsur penunjang.

AK PKB wajib yang harus dipenuhi adalah sekurang-kurangnya 3 pada kegiatan pengembangan diri dan sekurang-kurangnya 4 untuk kegiatan Publikasi Ilmiah dan/atau Karya Inovatif yang dikumpulkan dalam 4 tahun. Pengembangan diri tahunannya adalah sekurang-kurangnya 0,75 AK dan Publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif tahunannya adalah sekurang-kurangnya 1 (satu) AK.


Pada Januari 2014, target AK yang dituangkan dalam SKP untuk pelaksanaan pembelajaran diasumsikan nilai PK Guru mendapat sebutan “BAIK”. Dalam penyusunan SKP yang bersangkutan pada Januari 2014 kegiatan tugas jabatan yang dilaksanakan dan angka kreditnya adalah sebagai berikut.

Kegiatan Tugas Jabatan:
a. Unsur Utama (minimum angka kredit untuk 1 tahun = 11,25)
Minimum AK unsur utama = AK Kumulatif – AK Penunjang = 12,5 AK – 1,25 = 11,25 AK
1) Merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi dan menilai hasil pembelajaran, melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian sebagai guru kelas;
AK pembelajaran = AK Kumulatif – AK Pengembangan Diri – AK Publikasi Ilmiah dan/atau Karya Inovatif = 11,25 – 0,75 – 1 = 9,5 AK
2) Menjadi wali kelas: AK = 5% x 9,5 = 0,48 AK
3) Melaksanakan kegiatan PKB guru yang meliputi:
a) mengikuti diklat kurikulum selama 60 jam = 1 AK;
b) mengikuti kegiatan kolektif guru dengan 4 paket kegiatan terkait dengan peningkatan kemampuan dalam penyusunan perangkat pembelajaran: AK = 4 paket x 0,15 = 0,6;
c) membuat 1 karya tulis berupa laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya, diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah ilmiah tingkat kabupaten/kota dengan tema “penerapan project based learning dalam memahami konsep menentukan peluang di kelas XI” = 1 AK;
d) menciptakan 1 alat peraga dengan kategori kompleks untuk materi pembelajaran matematika dengan tema “fungsi trigonometri” = 2 AK.

b. Unsur Penunjang (maksimum 1,25 AK)
Maksimum angka kredit = 10% x AK unsur utama = 1,25 AK
1) menjadi tutor/pelatih/instruktur dalam Kurikulum 2013 selama 10 JP (2 JP = 0,04 AK) Angka Kredit = (10 JP/2) x 0,04 AK = 0,2 AK;
2) menjadi pengawas ujian sekolah = 0,08 AK.

Penilaian Perilaku Kerja Guru


Penilaian perilaku kerja dilakukan melalui pengamatan oleh pejabat penilai terhadap guru, kepala sekolah, dan guru yang diberi tugas tambahan yang dinilai. Penilaian perilaku kerja dapat mempertimbangkan masukan dari Pejabat Penilai lain yang setingkat di lingkungan unit kerja masing-masing.

Penilaian perilaku kerja meliputi aspek orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, dan kerja sama. Penilaian aspek kepemimpinan hanya diperuntukkan bagi kepala sekolah, akan tetapi mengingat kepala sekolah sudah dinilai unsur kepemimpinannya dalam penilaian kinerja kepala sekolah, maka dalam penilaian perilaku kerja kepala sekolah, unsur kepemimpinan tidak perlu dinilai.
Nilai perilaku kerja PNS dinyatakan dengan angka dan sebutannya, yaitu:
(1) 91 – 100 = Sangat Baik
(2) 76 – 90 = Baik
(3) 6I – 75 = Cukup
(4) 51 – 60 = Kurang; dan
(5) 50 ke bawah = Buruk.
Di dalam penilaian perilaku kerja, menggunakan kriteria-kriteria penilaian unsur perilaku kerja sebagaimana dituangkan dalam PerKa BKN Nomor 1 tahun 2013.

Selengkapnya, Pedoman SKP download di sini

Sumber:
PEDOMAN PENILAIAN PRESTASI KERJA GURU, KEPALA SEKOLAH, DAN GURU YANG DIBERI TUGAS TAMBAHAN yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2014

Napak Tilas Sekolah yang Kurindukan

Sekolah ibarat sebuah taman tempat bermainnya anak-anak. Di tempat inilah benih keceriaan, kebaikan, dan keberagaman bersemai dengan indah dan semarak. Tempat setiap anak menggali nilai-nilai kebaikan untuk menajamkan cipta, rasa, dan karsanya hingga terbentuk kehalusan budi dan kedamaian.

Menciptakan sebuah sekolah sebagai rumah yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak adalah impian setiap guru dan seluruh ekosistem sekolah. Untuk mewujudkan impian tersebut, seluruh pemangku kepentingan harus bergandengan tangan bersinergi dan berkolaborasi menemukan inovasi yang memang betul-betul berorientasi kepada siswa.

Salah satu aksi yang penulis lakukan untuk mewujudkan rasa nyaman, rasa rindu, dan perasaan saling memiliki di sekolah adalah menggandeng seluruh ekosistem sekolah untuk terlibat dalam kegiatan napak tilas “Sekolah yang Kurindukan”. Dalam kegiatan napak tilas, siswa diajak membuka pintu sekolahnya, melihat apa yang ada di dalam sekolah, mengenang kembali cerita indah mereka di sekolah bersama orang-orang terkasih.

Kolaborasi napak tilas ini bertujuan agar siswa merefleksikan kembali kenangan-kenangan indah yang pernah mereka lalui di sekolah. Selain itu, napak tilas akan mengantarkan siswa untuk berpikir kritis tentang hal yang harus dibenahi dari sekolahnya, serta menjelaskan harapan sekolah impian mereka.

Perjalanan napak tilas yang melibatkan guru dan seluruh pemangku kepentingan di sekolah juga bertujuan untuk menggabungkan seluruh kekuatan-kekuatan positif yang ada di lingkungan sekolah, sehingga mampu memacu motivasi intrinsik atau kekuatan dalam diri anak untuk terus berjuang dan belajar di tengah pandemi. Kegiatan aksi nyata ini  berfokus pada paradigma Inkuiri Apresiatif dan dirancang dengan menggunakan tahapan BAGJA.

Napak Tilas

Perencanaan napak tilas dengan tahap BAGJA melibatkan kekuatan-kekuatan positif yang ada dalam ekosistem sekolah. Perencanaan tersebut kemudian diwujudkan dalam video pembelajaran napak tilas. Video ini yang mengantarkan siswa untuk mengunjungi sekolahnya secara virtual.

Durasi video selama 9 menit menggambarkan keadaan SD Saraswati 3 Denpasar di masa pandemi. Mereka diajak menyaksikan rindangnya kebun sekolah, melihat betapa sunyinya lapangan tanpa kehadiran mereka, kondisi ruang kelas dan beberapa ruangan lainnya. Kepala sekolah, para guru, satpam, tukang kebun juga hadir memberikan kesan dan pesan untuk anak-anak yang sedang berjuang belajar di rumah.

Video napak tilas kemudian diunggah ke akun Instagram kelas ruang merdeka belajar. Seluruh siswa kelas VIC yang berjumlah 47 anak diberikan kesempatan menyaksikan tayangan tersebut. Mereka kemudian diminta untuk menceritakan kenangan indah yang pernah dilalui bersama di tempat itu. Siswa juga bisa mengungkapkan sosok yang dirindukan di sekolah, menemukan perbedaan sekolah mereka di masa sebelum dan sesudah pandemi, serta impian dan harapan yang ingin mereka wujudkan untuk sekolahnya.

Ungkapan siswa

Pada kegiatan ini, siswa diberikan kebebasan menuangkan isi hatinya melalui kolom komentar yang ada pada akun Instagram. Siswa juga diberikan kebebasan untuk menanggapi komentar teman-teman mereka dengan bahasa yang santun. Hal ini membawa dampak baik terhadap karakter siswa agar lebih arif dan bijak menggunakan social media.

Di samping itu, siswa juga diharapkan memiliki kebiasaan baik dalam bermedia social, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berita hoax dan menjadi teladan teman-temannya dalam mengampanyekan pesan kebaikan di media social.

Kegiatan napak tilas melalui Instagram ternyata mendapat respon positif dari seluruh siswa. Mereka berlomba-lomba meninggalkan komentar positif, membagikan cerita penuh kenangan indah, dan menuliskan harapan kepada sekolahnya. Kegiatan ini seakan mengantarkan mereka berkeliling sekolah setelah hampir setahun tempat ini tidak mereka kunjungi.

Sekolah impian

Menariknya, di akhir kegiatan pembelajaran ini, siswa diminta secara merdeka mengungkapkan sekolah impian mereka. Sekolah impian bisa dibuat dalam bentuk gambar yang mendeskripsikan harapan anak kepada sekolahnya. Kemudian, setiap anak diminta untuk mempresentasikan gambaran sekolah impiannya.

Karya imajinatif mengenai sekolah impian anak-anak sungguh beragam. Ada yang ingin sekolahnya lebih rindang, ada yang punya impian agar toilet sekolahnya bersih. Adapula yang punya impian agar sekolahnya seperti Universitas Waseda Jepang, tempat belajarnya Jerome Polin seorang youtuber terkenal, dan masih banyak impian anak-anak lainnya.

Segala sesuatu yang telah direncanakan tentu dalam pengimplementasiannya tidak selalu berjalan dengan lancar. Ada keberhasilan, ada hambatan, bahkan kegagalan. Ketiga hal tersebut merupakan pengalaman yang dapat menyempurnakan pembelajaran agar lebih bermakna.

Berkolaborasi dengan seluruh komponen kepentingan di sekolah bukan hal yang mudah untuk penulis realisasikan. Perlu waktu dan kesempatan yang tepat untuk mendapatkan moment ini karena kami tidak selalu berada pada jadwal piket yang sama. Adapun rencana perbaikan ke depan adalah mengajak siswa secara berkelompok melakukan napak tilas di sekitaran sekolah, sehingga mereka dapat merasakan perasaan saling memiliki, saling menjaga, dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sekolah secara langsung.

Penulis:
Ida Ayu Putu Ekayuni

CGP Kota Denpasar