Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta didik Dalam Pembelajaran

oleh

Ni Made Ruscita Dipayanti, S. Pd.

Lokasi

SD NEGERI 19 DAUH PURI

Lingkup Pendidikan

Sekolah Dasar

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan konsentrasi peserta didik dalam materi memahami isi bacaan terkait benda di sekitar dengan menerapkan model pembelajaran PBL dengan berbantuan media video pembelajaran padasiswa kelas III SD Negeri 19 Dauh Puri, Kec. Denpasar Barat.

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah adalah : Kondisi yang menjadi latar belakang masalah yakni rendahnya konsentrasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar di kelas. Hal ini menyebabkan hasil belajar peserta didik tidak maksimal, dalam artian banyak peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM. Secara lengkap, sajian best practice dapat didownlod pada gambar berikut.

Terima kasih. Semoga bermanfaat

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

oleh Ni Putu Septy Tresnayanti, S.Pd

Lokasi

SD NEGERI 10 DAUH PURI

Lingkup Pendidikan

SEKOLAH DASAR

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa pada pembelajaran Bahasa Inggris

Situasi

Perubahan kondisi pembelajaran yang dimana dari Daring menjadi Luring memberikan dampak signifikan terkait konstribusi siswa dikelas. Serta kemampuan penguasaan kosa kata dan menyusun kalimat pada siswa. Hal tersebut dikarenakan siswa kurang berlatih selama diluar pengawasan guru dan saat diberikan tugas banyak siswa dibantu bahkan dibuatkan oleh orang tuanya. Ada juga yang tanpa bimbingan orang tua dikarenakan orang tua sibuk bekerja. Ketika Luring dilaksanaan guru memperhatikan banyak hal yaitu:

  1. Kurangnya partisipasi siswa dikelas
  2. Kurangnya menyampaikan jawabannya ketika diberikan pertanyaan
  3. Belum mampu menyusun kalimat sederhana

Kondisi ini juga dikarenakan media dan model pembelajaran diimplementasikan kurang tepat.

Tantangan

Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, wawancara guru, kepala sekolah dan komite sebagai perwakilan orang tua siswa, maka beberapa tantangan yang dihadapi pada siswa yaitu:

  1. Kurangnya penguasaan kosa kata
  2. Kurangnya latihan
  3. Pemahaman akan materi belum cukup

Terdapat pula tantangan yang dihadapi guru seperti :

  1. Faktor guru dalam pemilihan media ajar
  2. Lebih banyak teacher centered
  3. Kurangnya pemanfaatan TPACK di kelas
  4. Model pembelajaran ataupun materi yang belum relevan dengan kebutuhan siswa.
    Tantangan itu yang menyebabkan seorang guru harus melewatinya dengan berbagai cara seperti menerapkan media yang sesuai dengan gaya belajar siswa serta model pembelajaran lainnya yang mendukung.

Aksi

Tantangan yang ada diatas harus segera di selesaikan dengan baik oleh seorang guru profesional, diantaranya yaitu :

  1. Memberikan apersepsi yang baik dan membangun sistem berpikir kritis pada siswa. Melalui apersepsi yang baik maka siswa akan distimulus sebelum masuk ke inti pembelajaran.
  2. Berkaitan dengan media ajar Guru bisa menggunakan media yang menarik bagi siswa seperti media audio visual sehingga siswa bisa ingin termotivasi dan tertarik saat belajar. sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
  3. Berkaitan dengan model pembelajaran Disini guru memilih model PBL dan PJBL, proses pemilihan model ini pertama guru mempelajari apa saja model- model pembelajaran lalu memahami karakteristik siswa dengan melihat kemampuan dasar dan kebiasaan siswa. Guru juga diyakini sudah hafal dengan sintak dari model pembelajaran yang akan dipilih dari mulai tahap satu sampai akhir yang dituangkan dalam kegiatan pembuka, inti,dan penutup.
  4. Meningkatkan keaktifan siswa saat proses pembelajaran menggunakan ice breaking dan game dikelas. 
  5. Menggunakan LKPD yang menarik sehingga siswa senang saat membuat atau menjawab pertanyaan.
  6. Berkaitan dengan penilaian guru juga dituntut untuk menilai secara keseluruhan dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Tentunya dalam instrumen yang lengkap mulai dari kisi- kisi, indikator ketercapaian setiap ranah, dan rubrik penilaian untuk melengkapi penilaian diakhir pembelajaran.

Pihak yang terlibat pada praktik ini untuk memperbaiki pembelajaran dikelas antara lain:

  1. Dosen Pembimbing dan Guru Pamong.

Dosen pembimbing dan Guru Pamong membimbing dan memberikan pengarahan untuk memperbaiki pelaksanaan guru dikelas.

  • Kepala Sekolah SDN 10 Dauh puri.

Turut membantu memberikan saran dak kritikan ketika guru bertanya.

  • Teman sejawat baik disekolah ataupun rekan guru PPG lainnya.

Seluruh rekan guru baik di sekolah ataupun PPG senantiasa membantu memberikan masukan terkait pelaksanaan dikelas sehingga guru bisa memperbaikinya dan mendapatkan ilmu-ilmu yang bisa diterapkan.

  • Siswa kelas V SDN 10 Dauh Puri

Seluruh siswa yang selalu memberikan refleksi sebagai umpan balik guru untuk memperbaiki pembeljaran kedepannya.

Adapun langkah – langkah pembelajaran yang dilakukan guru sebagai berikut:

Fase 1 Penentuan pertanyaan mendasar (mengumpulkan informasi)

  1. Siswa menyimak video pada LCD terkait ‘Animal Adjective’
  2. Siswa diberi pertanyaan tentang
  3. What animal are there in the video?
  4. What do they look like?
  5. Siswa menanggapi pertanyaan yang diberikan secara bergantian. (Mandiri) (Percaya Diri)
  6. Guru mengaitkan video yang disimak dengan kehidupan sehari-hari siswa tentang apakah pernah melihat atau memiliki binatang yang memiliki ciri-ciri seperti  binatang yang ada di video dalam kehidupan sehari-hari (Apersepsi)

Fase 2 Tahap mendesain perencanaan proyek/produk

  • Guru mengaitkan topik di video dengan proyek yang akan dibuat.
  • Guru menyampaikan proyek yang akan dibuat dipertemuan berikutnya meliputi:
  • Warna pada gambar: kesesuaian warna dengan kenyataan.
  • Kosakata: kata (kata sifat) yang digunakan bervariasi terkait cara mendeskripsikan binatang yang akan dibicarakan.
  • Tata Bahasa: menggunakan tata bahasa yang benar
  • Menyusun ulang kalimat acak pada LKPD
  • Siswa dibagi menjadi 4 – 5 kelompok untuk membuat proyek yang disepakati.
  • Guru memberikan LKPD untuk mengetahui apa yang akan dibuat baik disekolah ataupun melanjutkan diluar sekolah. (Bertanggungjawab)
  • Siswa diminta membaca petunjuk untuk menyiapkan alat dan bahan untuk menyelesaikan proyek, meliputi:
  • Pensil
  • Penghapus
  • Pensil warna

Fase 3 Menyusun jadwal

  1. Secara berkelompok, siswa menyusun jadwal untuk membuat proyek meliputi:
  2. Menyusun ulang kalimat acak sesuai gambar di LKPD.
  3. Menyusun potongan gambar dan membuat kalimat menggunakan kata sifat sesuai tata bahasa yang benar
  4. Guru memberikan deadline waktu sampai pertemuan selanjutnya untuk menyelesaikan proyek meliputi :
  5. 10 menit: menyusun potongan gambar yang diberikan
  6. 5 menit: menentukan tugas setiap anggota yang ada pada kelompok.
  7. 10 menit: membuat gambaran atau list kosakota untuk mendeskripsikan binatang yang menggunakan kata sifat

Fase 4 Tahap monitoring peserta didik dan kemajuan proyek

  1. Siswa melakukan finishing terkait proyek yang dibuat sebelum dipresentasikan dan dikumpulkan. (Tanggungjawab)
  2. Siswa diberikan waktu untuk berlatih agar saat menampilkan percakapannya lebih baik
  3. Guru memantau proses pembuatan proyek.

Fase 5 Menguji hasil

  1. Setiap kelompok memiliki satu perwakilan siswa untuk maju menyampaikan hasil proyek (Tanggung jawab)
  2. Siswa menyimak kelompok lain mempresentasikan hasil proyeknya. (Peduli)

Fase 6 Evaluasi pengalaman belajar

  1. Siswa bersama guru melakukan evaluasi terhadap penyajian proyek dengan memberikan tanggapan, komentar, penegasan konsep.
  2. Siswa bersama dengan guru memberikan apresiasi dan reward berupa sticker smile kepada siswa atas pencapaian belajar.

Refleksi Hasil dan dampak

Dampak dari aksi dan langkah- langkah yang dilakukan dirasa hasilnya efektif dan dapat dilihat dari :

  1. Penggunaan apersepsi melalui pertanyaan – pertanyaan yang kritis yang membangun jiwa kritis pada siswa sehingga siswa secara tidak langsung dituntun memberikan pendapat mereka sehingga menumbuhkan keaftifan pada siswa
  2. Penggunaan media sangat membantu pemahaman siswa dalam pembelajaran, penerapan media berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) adalah suatu kerangka berpikir untuk mengintegrasikan teknologi yang sesuai dengan pedagogik untuk untuk menjelaskan suatu konten. TPACK dapat menjadi dasar pengembangan media pembelajaran yang efektif untuk mengajar suatu materi serta dapat membuat siswa lebih aktif.
  3. Pemilihan Model pembelajaran dan juga kegiatan yang berpusat pada siswa sangat meningkatkan keaktifan siswa saat proses pembelajaran sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah sangat senang, bisa dilihat saat kegiatan refleksi akhir pembelajaran siswa memberikan refleksi.

Melalui semua kegiatan terdapat hal yang belum efektif yaitu:

  1. Teks bacaan yang masih belum sederhana bagi siswa sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk memahami isi bacaan.
  2. Terdapat kendala saat take video aksi 1 yang dimana terdapat kegiatan yang tidak terekam.

Secara keseluruhan proses kegiatan yang telah terjadi adalah

Mampu bekerja sama dengan baik saat berkelompok dan lebih mampu melakukan presentasi serta memberikan pendapat.

Tanya Jawab Seputar Workshop Bahasa dan Menumbuhkan Budaya Positif di Sekolah

Bahasa merupakan alat komunikasi yang harus dikuasai oleh seorang pendidik baik secara verbal maupun nonverbal. Kemampuan berbahasa yang baik dapat digunakan  untuk menumbuhkan budaya positif di sekolah. Oleh karena itu, Er Institute menyelenggarakan workshop online dengan judul “Bahasa dan menumbuhkan Budaya Positif di Sekolah” bersama Erry Trisna Nurhayana, M.Pd, C.HTc

Workshop Bahasa dan Membangun Budaya Positif di Sekolah

Tanya jawab seputar workshop

1. Bagaimana pola kegiatan workshop?

Kegiatan workshop dilaksanakan dengan pola sinkronus dan asinkronus mulai tanggal 28-31 Oktober 2022. Kegiatan sinkronus dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2022 bersama narasumber di virtual zoom  pukul 19.00 wita hingga selesai. Selanjutnya, dilaksanakan kegiatan asinkronus di group telegram berupa tugas mandiri dan posttest yang diberikan kepada peserta.

2. Apa benefit yang didapat?

 E-sertifikat 32 JP
 Surat undangan
 Materi
 Resume kegiatan
 Relasi yang bermanfaat

3. Bagaimana cara mendaftar?

Registrasi pada link berikut:
di sini https://s.id/wokshopbahasa (ditutup 27 Oktober 2022)

Cukup dengan investasi Rp35.000,- Bapak/Ibu sudah mendapatkan semua benefit di atas.

4. Siapa saja yang boleh mendaftar?

Kegiatan ini terbuka untuk umum baik pendidik maupun rekan-rekan yang ingin menambah pengetahuan, relasi berkaitan dengan tema workshop.

Ayo segera daftar dan bergabung. Sampai jumpa di hari kegiatan.

Semangattttt!!!!

Tanya Jawab Seputar Workshop dengan tema Peran Bahasa bagi Pendidik di Era Milenial

Bahasa merupakan alat komunikasi yang harus dikuasai oleh seorang pendidik baik secara verbal maupun nonverbal. Dalam rangka meningkatkan kemampuan berbahasa pendidik di era milenial, Er Institute menyelenggarakan workshop dengan tema Peran Bahasa bagi Pendidik di Era Milenial

Workshop ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, diantaranya:
👨‍💼 Dr. I WAYAN ARTIKA, S.Pd., M.Hum. (Dosen Undiksha, Pegiat Literasi)
👩‍💼 NI PUTU SUGILASTINI, S.Pd. (Pengajar Praktik Guru Penggerak)

Keynote Speaker
👨‍💼 NANOE BIROE (Musisi Bali)

Tanya jawab seputar workshop

  1. Bagaimana pola kegiatan workshop?
    Kegiatan workshop dilaksanakan dengan pola sinkronus dan asinkronus mulai tanggal 24- 27 Maret 2022. Kegiatan sinkronus dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2022 dengan menghadirkan narasumber pada ruang virtual yaitu zoom dan live youtube ErV Project pada pukul 09.00 wita hingga selesai. Selanjutnya, dilaksanakan kegiatan asinkronus di group telegram berupa tugas mandiri dan posttest yang diberikan kepada peserta.

2. Apa benefit yang didapat?
1️⃣ E-sertifikat 32 JP
2️⃣ Surat undangan
3️⃣ Materi
4️⃣ Resume kegiatan
5️⃣ Relasi yang bermanfaat

3. Bagaimana cara mendaftar?
Registrasi pada link berikut:
di sini https://s.id/registrasi-workshop-nanoe

Cukup dengan investasi Rp.30.000,- Bapak/Ibu sudah mendapatkan semua benefit di atas
Investasi ditransfer melalui:
🏦 Bank : BPD Bali
📌 No.Rek : 0290202053481
📌 Nama Rek : I Made Suwandha Jaya

4. Siapa saja yang boleh mendaftar?
Kegiatan ini terbuka untuk umum baik pendidik maupun rekan-rekan yang ingin menambah pengetahuan, relasi berkaitan dengan tema workshop.

✈️ Ayo segera daftar dan bergabung di grup telegram untuk mendapatkan semua informasinya!
Grup Telegram
di sini https://t.me/+jK7DuCQq1s8wZmM1

🔊Semangattttt!!!!

Webinar Pendidikan “Membangun Komunikasi dan Kepemimpinan dalam Pembelajaran”

Pendidikan merupakan kunci terbentuknya peradaban, dan memiliki peran strategis dalam membawa ke mana arah masa depan bangsa. Perkembangan kualitas sumber daya manusia juga tidak terlepas dari bagaimana proses belajar itu berlangsung. Di kelas misalnya, guru sebagai ujung tombak pendidikan diharuskan berbekal kompetensi dalam mengajar.

Salah satu hal yang penting dalam mengajar adalah memabngun komunikasi yang efektif , tidak hanya kepada siswa, melainkan sesame guru, orang tua, ataupun warga sekolah, stakeholder yang berkaitan dengan sekolah tersebut. Selain itu, sosok guru juga harus mampu hadir sebagai pemimpin pembelajaran di kelas. Pemimpin yang mampu menahkodai anak-anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodratnya. Mengingat pentingnya peningkatan kompetensi ini, Er Institute menyelenggarakan webinar dengan tema “Membangun Komunikasi dan Kepemimpinan dalam Pembelajaran” yang dilaksanakan sesuai jadwal berikut.

Tanya jawab seputar webinar

  1. Siapa saja yang boleh mengikuti kegiatan?
    Kegiatan dapat diikuti oleh setiap orang baik dari guru, orang tua, masyarkat maupun kalangan yang berkaitan dengan pendidikan
  2. Bagaimana cara mengikuti kegiatan webinar ini?
    Ada dua acara yaitu melalui zoom dan youtube. Untuk zoom, kuota peserta dalam zoom sangat terbatas. Bagi peserta yang tidak dapat bergabung di zoom, silakan menyaksikan tayangan melalui live youtube s.id/ervproject.
  3. Kapan kegiatan ini dilaksanakan?
    Kegiatan webinar dilaksanaan pada hari Kamis, 27 Januari 2022 pukul 14.00 wita
  4. Fasilitas apa saja yang diperoleh?
    Fasilitas yang diperoleh yaitu matari, dan e-sertifikat 32 JP.
  5. Apa seluruh peserta mendapatkan e-sertifikat 32 JP?
    Tidak. Agar peserta mendapatkan e-sertifikat 32 jp maka harus mengikuti ketentuan pada nomor 6 di bawah ini.
  6. Bagaimana cara memperoleh e-sertifikat 32 JP?
    Caranya adalah ikuti webinar secara penuh, kemudian silakan melengkapi tugas yang harus dikerjakan. Batas waktu pengerjaan tugas yaitu tanggal 27-31 Januari 2022. Tugas dikumpulkan melalui link drive yang akan dikirim ke alamat email yang didaftarkan. E-sertifikat akan mulai dikirim tanggal 3-4 Februari 2022
  7. Bagaimana cara mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan?
    Tata cara mengajukan pertanyaan akan disampaikan saat webinar series berlangsung.
  8. Apakah kegiatan ini berbayar?
    Tidak. Peserta hanya cukup menyebarluaskan pada beberapa group media sosial (facebook, telegram, WA, dan lainnya), kemudian melakukan like, subscribe, nyalakan lonceng dan menonton video pada channel s.id/ervproject untuk memperoleh notifikasi kegiatan

Silakan daftar pada link berikut s.id/pendaftaraneseminar. Pastikan sudah mensubscribe channel s.id/ervproject sebelum mengisi link pendaftaran.

Materi dapat diunduh di sini

Demikian informasi terkait webinar series. Mari kita ikuti untuk menambah khasanah pengetahuan demi kemajuan pendidikan yang lebih baik.

Teuku Umar Mengajar

Saat ini, situasi pandemi masih berlangsung. Banyak sektor yang menjadi dampak dari kondisi pandemi ini, salah satunya adalah pendidikan. Dalam bidang pendidikan, paradigma pembelajaran pun mengalami perubahan secara cepat. Pembelajaran yang awalnya tatap muka penuh, kini telah bergeser menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring). Bahkan untuk beberapa daerah yang mengalami kendala, maka dilakukan pembelajaran secara kombinasi (blended learning) maupun tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

Adanya transformasi yang begitu cepat, dari tatap muka ke tatap virtual “memaksa” setiap pelaku pendidikan untuk adapted terhadap perubahan ini. Tidak hanya guru, bahkan orang tua kini menjadi ujung tombak hadirnya endidikan formal di rumah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk tetap menjaga keberlangsungan pendidikan, seperti memberikan ruang-ruang virtual pembelajaran, melatih guru untuk mengkreasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi, pendistribusian buku-buku yang dapat diakses melalui link-link tertentu.

Dari sisi guru, kondisi ini secara tidak langsung membuat guru harus melakukan upaya peningkatan mutu pembelajaran. Pembelajaan dalam jaringan saat ini menjadi solusi untuk tepat mampu hadir menenami anak-anak belajar dalam ruang virtual. Antarguru pun sudah seyogyanya untk saling berkolaborasi menciptakan pembelajaran yang menarik bagi siswa. Sangat disadari bahwa tanpa adanya kreativitas atau inovasi pembelajaran dalam ruang maya akan menambah kesemuan hasil pembelajaran. Lantas, kolaborasi apa yang dapat dilakukan?

Teuku Umar Mengajar

Gugus Teuku Umar Kecamatan Denpasar Barat mencoba hadir untuk melakukan kolaborasi pembelajaran. Kolaborasi yang dilakukan adalah dengan mengajak guru-guru di sekolah untuk mengajar secara virtual dan live youtube. kegiatan ini diberi nama “Teuku Umar Mengajar”. Adapun sekolah dasar di Gugus Teuku Umar yang ikut dalam kolaborasi mengajar adalah SD Negeri 2 Dauh Puri, SD Negeri 10 Dauh Puri, SD Negeri 2 Dauh Puri, SD Negeri 13 Dauh Puri, SD Negeri 14 Dauh Puri, dan SD Negeri 21 Dauh Puri.

Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada visual berikut

Jadwal kegiatan dan profil pengajar

Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak sekolah dasar dari kelas 1 hingga kelas 6. Diharapkan agar Bapak/Ibu guru, orang tua, dan wali dapat mengikuti kegiatan yang ditayangkan secara live pada kanal youtube s.id/ervproject mulai pukul 08.30 wita hingga selesai. Oleh karena itu, agar tidak tertinggal informasi , silakan melakukan notifikasi pada kanal youtube s.id/ervproject.

Besar harapan agar kegiatan ini dapat bermanfaat dan tetap menjadi ajang untuk saling berkolaborasi demi kemajuan pendidikan. Semoga!

Peringatan Hari Lahir Pancasila

Setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari Lahir Pancasila. Pada tahun 2021, hari Lahir Pancasila diperingati dengan kegiatan pemasangan spanduk dan pengibaran Bendera Merah Putih. Berdasarkan Radiogram Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 019.1/3204/SJ, tanggal 28 Mei 2021, Hal Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni Tahun 2021.

Bentuk Peringatan

Di Kota Denpasar, bentuk peringatan diwujudkan dengan beberapa kegiatan sebagai berikut.

  1. Mengibarkan Bendera Merah Putih 1 (satu) tiang penuh pada hari Selasa, tanggal 1 Juni 2021 mulai pukul 06.00 wita
  2. Memasang spanduk dengan tema “PANCASILA DALAM TINDAKAN BERSATU UNTUK INDONESIA TANGGUNG” (file dapat diunduh disini)

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Pada tanggal 1 Juni 1945, Presiden Ir. Soekarno melalui pidatonya mengungkapkan konsep awal Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Pidato tersebut disampaikan pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai

Lembaga BPUPKI dibentuk berawal dari kekalahan Jepang pada perang fasifik. Untuk mendapatkan perhatian, maka Jepang membentuk lembaga yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan yaitu Dokuritsu Junbi Cosakai atau dikenal dengan BPUPKI. BPUPKI melakukan sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 dengan bahasan tema dasar negara di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila)

Sidang telah berlangsung sekitar lima hari, kemudian di tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mengajukan gagasan terkait dasar negara yang dikenal dengan Pancasila. Ketika itu, beliau menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yaitu Sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa”. Kemudian, untuk menyempuranakan rumusan dibentuklah panitia sembilan. Hingga akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945 dilaksanakan sidang PPKI yang isinya mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara.

Mengelola Komunikasi Secara Efektif dan Terstruktur

Pengantar

Berawal dari betapa ketatnya persaingan di sekarang ini era yang dikenal dengan distruption era, di mana zaman yang penuh dengan guncangan. Segala lini kehidupan mengalami perubahan yang sangat cepat. Hal ini menuntut setiap orang untuk selalu mengisi diri dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan agar bisa mengikuti perkembangan zaman tersebut. Tidak heran banyak pekerjaan yang menggunakan otot manusia kini sirna digantikan dengan pekerjaan yang membutuhkan skill yang lebih. Salah satu skill yang perlu dikuasai adalah keterampilan berkomunikasi di depan umum yang dikenal dengan istilah public speaking.

Public Speaking

Public speaking merupakan kegiatan berkomunikasi di depan umum untuk menyampaikan ide, gagasan atau informasi tertentu guna untuk menarik simpati . Tentunya keterampilan ini tidak serta merta didapatkan begitu saja, perlu sebuah komitmen dalam diri bahwa ketrampilan ini sangat penting untuk dikuasai. Karena kemunculan berbagai hal yang baru sangat cepat, baik berupa ide, gagasan atau produck baik barang maupun jasa yang membutuhkan kemampuan berkomunikasi dalam pendistribusian ide, gagasan maupun barang dan jasa tersebut.

Keterampilan Public Speaking hanya didapatkan dengan kerja keras dan tekun berlatih, rajin menggali dan memanfaatkan setiap peluang untuk mengembangkan diri dalam berkomunikasi.

Public speaking tidak hanya berbicara saja tetapi ada faktor penting dibalik setiap kata dan kalimat yang kita ucapkan yaitu ada nilai rasa. Nilai rasa ini akan tercipta jika kita memiliki keterampilan berbicara yang efektif dan terstruktur. Mulai dari vocal, intonasi, gerak tubuh dan yang lainya menjadi satu kesatuan pendukung public speaking.

Oleh karena itu pelatihan dan workshop public speaking dengan tema “Mengelola Komunikasi Secara Efektif dan Terstruktur” ini bertujuan melatih keterampilan berkomunikasi

Tanya Jawab seputar Workshop

  1. Siapa saja yang dapat mengikuti kegiatan ini?
    Kegiatan ini ditujuan untuk Bapak/Ibu Pendidik (guru dan kepala sekolah) yang ingin meningkatkan keterampilan berkomunikasi secara efektif dan efesien
  2. Bagaimana cara mengikuti kegiatan ini?
    Untuk mengikuti kegiatan silakan mendaftar melalui tautan berikut ini https://s.id/gurubicara kemudian silakan gabung pada group telegram yang sdah dibagikan saat pendaftaran.
  3. Sampai kapan pendaftaran dapat dilakukan?
    15 april – 25 April 2021. Pendaftaran dapat ditutup sewaktu-waktu jika sudah memenuhi kuota.
  4. Apakah kegiatan ini berbayar?
    Iya. Investasi kegiatan sebesar Rp.50.000
  5. Kemana uang investasi kegiatan dikirimkan/transfuer?
    Uang investasi kegiatan di transfer ke rekening atas nama Ni Wayan Wiryawati dengan pilihan Bank Mandiri 1450013535139 atau BPD Bali 0340202170080. Setelah itu, konfirmasi bukti transfer ke nomor WA 082145911915 (NI WAYAN WIRYAWATI)
  6. Selama kapan kegiatan workshop berlangsung?
    Kegiatan berlangsung selama 4 hari yaitu 28 April – 1 Mei 2021.
  7. Bagaimana model kegiatannya?
    Kegiatan dilakukan secara virtual melalui zoom. Peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan pelatihan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Info lebih lanjut akan diberikan melalui group telegram.
  8. Apakah mendapatkan piagam/sertifikat?
    Iya. Peserta yang emmenuhi kewajiban seperti tugas akan mendapatkan e-sertifikat sebesar 32 JP, surat undangan, dan materi kegiatan.

Demikian tadi informasi terkait kegiatan workshop public speaking. Ayo ikuti untuk menambah wawasan dan melatih keterampilan berkomunikasi….

Pendidikan, Transformasi Peradaban Masa Depan

Pendidikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan peradaban manusia. Peradaban lahir sejalan dengan perkembangan pendidikan. Seperti kita ketahui, bahwa pada dasarnya pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Sebagai sebuah sistem, pendidikan tidak dapat berdiri sendiri. Pendidikan merupakan kedauan fungsi dari guru, siswa, pemangku kepentingan, pemerintah, dan juga lingkungan.

Mengutip dari konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara, bahwasanya pendidik (guru) itu menuntun anak menumbuhkembangkan bakat yang dibawanya. Anak berkembang sesuai kodratnya, baik kodrat lahir maupun kodrat keadaan. Begitulah sebenarnya pendidikan yang bergerak secara dinamis.

Transformasi pendidikan saat ini sangat terasa, terlebih lagi didukung oleh situasi pandemi. Transformasi pembelajaran bersemuka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) semakin gencar terjadi. Sebagai sebuah proses yang berkesinambungan, tentunya peningkatan kompetensi guru menjadi hal penting yang perlu dilakukan.

Mengingat pentingnya peningkatan kompetensi ini, Er Institute menyelenggarakan webinar series dengan tema “Pendidikan, Transformasi Peradaban Masa Depan” yang dilaksanakan secara maraton sesuai jadwal berikut.

Tanya Jawab Seputar Webinar Series

  1. Siapa saja yang boleh mengikuti kegiatan?
    Kegiatan dapat diikuti oleh setiap orang baik dari guru, orang tua, masyarkat maupun kalangan yang berkaitan dengan pendidikan
  2. Bagaimana cara mengikuti kegiatan webinar series ini?
    Caranya dengan menyaksikan tayangan melalui live youtube s.id/ervproject.
  3. Kapan kegiatan ini dilaksanakan?
    Kegiatan dilaksanaan secara maraton mulai tanggal 17 April -27 April 2021 pada pukul 19.00 wita
  4. Fasilitas apa saja yang diperoleh?
    Fasilitas yang diperoleh yaitu matari, dan sertifikat. Sertifikat terdiri dari 2 jenis, yaitu sertifikat series dan sertifikat 32 JP.
  5. Apa itu sertifikat series dan sertifikat 32 JP?
    Sertifikat series adalah sertifikat yang diberikat setiap mengikuti series sesuai dengan daftar nama peserta yang mengikuti tayangan setelah mengisi daftar hadir.
    Sertifikat 32 JP adalah sertifikat yang diberikan kepada peserta yang mengikuti semua series
  6. Bagaimana cara memperoleh piagam 32 JP?
    Caranya adalah ikuti semua kegiatan setiap series dan simpan bukti kegiatan berupa screenshoot kehadiran. Tata cara selengkapnya akan disampaikan saat kegiatan berlangsung
  7. Bagaimana cara mengajukan pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan?
    Tata cara mengajukan pertanyaan akan disampaikan saat webinar series berlangsung
  8. Apakah kegiatan ini berbayar?
    Tidak. Peserta hanya cukup menyebarluaskan pada beberapa group media sosial (facebook, telegram, WA, dan lainnya), kemudian melakukan like, subscribe, nyalakan lonceng dan menonton video pada channel s.id/ervproject untuk memperoleh notifikasi kegiatan

Demikian informasi terkait webinar series. Mari kita ikuti untuk menambah khasanah pengetahuan demi kemajuan pendidikan yang lebih baik.

Materi dapat diunduh di link berikut:
Webinar series topik 1
Webinar series topik 2
Webinar series topik 3
Webinar series topik 4
Webinar series topik 5
Webinar series topik 6
Webinar series topik 7

Surat Undangan di sini
Saksikan tayangan ulang di bawah ini ya

Workshop Jabatan Fungsional dan Angka Kredit Guru

Pengantar

Setiap tahun, kepala sekolah wajib melaksanakan penilaian kinerja guru (PKG). Nilai yang diperoleh dari PKG ini menjadi salah satu syarat bagi guru untuk bisa naik pangkat/golongan. Nilai atau kriteria minimal yang harus dicapai adalah berada pada katagori baik. Kemudian, setelah ini diperoleh, apa yang harus dilakukan guru agar dapat naik pangkat/jabatan fungsional?

Terkait dengan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, ini tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Point penting terkait peraturan ini adalah Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Berkaitan dengan aspek penilaian dalam pengajuan angka kredit, terdapat unsur utama dan unsur penunjang yang perlu diperhatikan. Salah satu unsur utama dalam kenaikan pangkat dan pengembangan karirnya selain kegiatan pembelajaran/ pembimbingan dan tugas tambahan lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang diberikan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru.

Harapannya melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan guna mendukung PPGP akan terwujud guru yang profesional yang bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tuntas dan tidak setengah-setengah, tetapi tidak kalah pentingnya juga memiliki kepribadian yang matang, kuat dan seimbang.

Guna meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan guru berkaitan dengan pengusulan angka kredit, maka Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar menyelenggarakan “Workshop Jabatan Fungsional dan Angka Kredit Guru”.

Tanya jawab seputar Workshop

Adapun beberapa hal yang menjadi rangkuman pertanyaan tentang pelaksanaan workshop, dapat disajikan sebagai berikut.

  1. Di manakah kegiatan ini dilaksanakan?
    Kegiatan dilaksanakan secara virtual melalui zoom
  2. Bagaimana cara mengikuti kegiatan ini?
    Silakan melakukan registrasi dengan alamat pendaftaran s.id/workshopdenbar
  3. Selama berapa hari kegiatan ini berlangsung?
    Kegiatan virtual zoom hanya dilakukan satu hari, yaitu Sabtu, 10 April 2021
  4. Kapan link Meeting (ID dan Passcode) zoom akan diberikan kepada peserta?
    Link akan dibagikan melalui email yang didaftarkan saat pendaftaran. Link paling lambat diberikan pada hari Sabtu, 10 April 2021 pukul 08.00 wita
  5. Siapakah yang bisa mengikuti kegiatan ini?
    Kegiatan ini diutamakan diikuti oleh kepala sekolah dan guru yang ada di lingkungan Kecamatan Denpasar Barat
  6. Apakah kepala sekolah atau guru di luar point 4 boleh mengikuti kegiatan?
    Boleh. Silakan melakukan registrasi dengan alamat pendaftaran s.id/workshopdenbar
  7. Kapan terakhir hari pendaftaran?
    Pendaftaran terakhir Hari Jumat, 9 April 2021 pukul 23.59 wita. Pendaftaran dapat ditutup sewaktu-waktu apabila sudah memenuhi kuota yang telah ditetapkan.
  8. Apakah kegiatan ini berbayar?
    Tidak. Hanya yang ingin memperoleh sertifikat dikenakan biaya sebesar Rp.50.000
  9. Apakah peserta di zoom yang dapat mengajukan pertanyaan
    Iya. Moderator akan memandu kegiatan. Silakan dicermati tata cara mengajukan pertanyaan yang akan disampaikan pada saat kegiatan berlangsung.
  10. Apakah seluruh peserta mendapatkan sertifikat?
    Tidak. Peserta yang mendapatkan sertifikat cetak (32 JP) hanya peserta yang memerlukan, menyelesaikan tugas, dan dikenakan biaya sebesar Rp.50.000
  11. Bagi yang memerlukan sertifikat (32 JP), bagaimana pembayaran dilakukan?
    Biaya cetak sertifikat dibayarkan secara tunai saat pengambilan sertifikat. Sertifikat akan diberikan mulai tanggal 28 April-30 April 2021 pukul 09.00 wita -11.00 wita. Pengambilan sertifikat di sekretariat panitia kegiatan yaitu SD Negeri 19 Dauh Puri, Jalan Teuku Umar, Denpasar
  12. Apakah boleh mengikuti kegiatan walau tidak perlu sertifikat?
    Boleh.

Kumpulan materi workshop

Berikut dilampirkan paparan materi berkaitan dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan, jabatan fungsional dan angka kredit guru.

Pengembangan-Profesi-Guru-Jabatan-Fungsional-dan-Angka-Kreditnya

Pengembangan-Keprofesian-Berkelanjutan-dan-Jenis-jenisnya

Download materi 1 disini

Download materi 2 disini

Surat Undangan dapat di unduh di sini

Mengingat pentingnya kegiatan ini, mari kita ikuti. Kegiatan ini dapat memberi pengetahuan kepada kepala sekolah maupun guru untuk mengembangkan profesionalisme. Dengan mengetahui jabatan fungsional dan angka kredit, kita akan bisa menentukan hal-hal yang diperlukan. Sehingga, ke depan tidak lagi ada kepala sekolah dan guru yang ketinggalan atau tidak paham cara menyusun daftar usul penilaian angka kredit (DUPAK). Semoga!