Manfaat sirih merah bagi kesehatan

Nama ilmiah

Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Order : Piperales
Family : Piperaceae
Genus : Piper
Species : Piper crocatum Ruiz & Pav

Deskripsi tanaman

Sirih merah merupakan tanaman obat yang potensial yang dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Tanaman sirih merah hidup dengan cara menjalar. Memiliki batang bersulur dengan ruas setiap buku yang dapat tumbuh sebagai bakal akar. Daun sirih merah bertangkai membentuk jantung dengan bagian atas meruncing. Warna daun sirih merah yang khas ini memiliki rasa pahit, dan berlendir. Akar sisirh merah merupakan akar tunggang yang berbentuk bulat berwarna coklat kekuningan. Tanaman sirih merah menyukai tempat teduh, berhawa sejuk dengan sinar matahari 60-75%, dapat tumbuh subur dan bagus di daerah pegunungan. Bila tumbuh pada daerah panas, sinar matahari langsung, batangnya cepat mengering. Selain itu, warna merah daunnya akan pudar. Pada tahun 1990-an, sirih merah juga dijadikan komoditas tanaman hias karena daunnya berwarna merah keperakan dan mengkilap.

Manfaat

  1. Mempercepat penyembuhan luka. Dengan senyawa saponin yang memiliki sifat antiseptic, amka sirih merah dapat mempercepat penyembuhan luka terbuka. Senyawa tanin yang juga terkandung dalam sirih memrah dapat memicu terbentuknya kolagen yang dapat membuat tepi luka menyusut
  2. Mencegah infeksi bakteri. Pada daun sirih merah terkandung fenol dan flavonoid yang memiliki sifat antibakteri. Sifat antibakteri ini dapat menghambat perkembangan bakteri Staphylococcus yang dapat menyebabkan infeksi MRSA.
  3. Mengobati rheumatoid arthritis. Selain berfungsi mencegah infeksi, kandungan fenol dan flavonoid  dapat meredakan peradangan akibat penyakit rheumatoid arthritis
  4. Melawan radikal bebas. Pada sirih merah mengandung flavonoid, tanin, polifenol, dan alkaloid yang memiliki sifat sifat antioksidan. Antioksidan bermanfaat untuk melawan radikal bebas berlebih yang berpotensi menyebabkan kerusakan sel-sel dalam tubuh. Sehingga, dapat terhindar dari penyakit jantung iskemik, penyakit Alzheimer, dan kanker.
  5. Mengobati diabetes. Kandungan alkaloid, flavonoid, dan tanin dapat membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Manfaat Seledri Bagi Kesehatan

Nama ilmiah

Seledri merupakan tanaman dengan klasifikasi yaitu:

Kingdom: Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi: Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Apium
Spesies : Apium graveolens L.

Deskripsi tanaman

Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan. Tanaman seledri merupakan tanaman dikotil (berkeping dua) dan merupakan tanaman yang berbentuk rumput atau semak. Tanaman seledri tidak bercabang. Susunannya terdiri dari daun, tangkai daun, batang dan akar.

Tanaman seledri ini memiliki umur kurang lebih dua tahun rata-rata daun berpangkal pada batang, bertangkai, buahna bulat dan berbiji hitam. Tumbuhan seledri memiliki tinggi kurang lebih 2 kaki dan hidup di daerah yang basah. Tanaman seledri biasanya hidup di daerah tanah yang subur, gembur, banyak mengandung humus dan bahan organik, tata udara dan tanah yang baik serta ph Antara 5,5-6,5.

Manfaat seledri

Tanaman seledri merupakan jenis sayuran yang kaya akan manfaat. Tanaman seledri mengandung nutrisi yaitu air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, dan kandungan nutrisi lainnya. Tanaman ini banyak digunakan sebagai bahan masakan. Adapun beberapa manfaat tanaman seledri adalah sebagai berikut.

  1. Menurunkan kadar kolesterol darah. Seledri tidak hanya mampu menurunkan kolesterol, namun juga trigliserida dalam darah. Sehingga, dapat mengurangi resiko penyakit jantung maupun stroke.
  2. Membantu menurunkan tekanan darah. Seledri juga merupakan tanaman yang kaya serat. Bahan makanan yang mengandung banyak serat dapat membantu menurunkan tekanan darah.
  3. Mencegah peradangan. Seledri dapat mencegah peradangan karena mengandung apigenin. Apigenin ini berpotensi mengurangi terjadinya inflamsi atau peradangan, dan sekaligus dapat mengembalikan keseimbangan imun.
  4. Menjaga Kesehatan organ hati. Kandungan methanol dari biji seledri dapat melindungi hati dari kerusakan. Pada daun seledri juga mengandung antioksidan yang dapat digunakan untuk mencegah berbagai masalah liver.
  5. Mencegah dehidrasi. Seledri merupakan tanaman dengan kandungan air yang sangat tinggi, Mengonsumsi sayuran ini dapat membantu memenuhi cairan tubuh harian. Cara mengonsumsi seledri dapat dimakan mentah ataupun dihidangkan dalam soup.

Pedoman Lomba Inspiratif Guru Tahun 2021

Tahun 2021, Dirjen GTK Dikdas Kemdikbudristek menggelar ajang pemberian penghargaan bagi insan pendidik di lingkungan pendidikan dasar di Indonesia. Apresiasi ini ditujukan kepada guru SD, Guru SMP, Kepala sekolah SD, Kepala Sekolah SMP, dan pengawas SD/SMP yang memiliki atau menjadi inspirasi bagi peserta didik maupun rekan sejawat.

Yang perlu dibuat

Adapun hal yang perlu dibuat oleh peserta adalah sebagai berikut.

Memiliki karya praktik terbaik yang relevan dengan tugas dan fungsi Pengawas Sekolah/TK dalam membina Sekolah/TK terkait PTMT untuk mengatasi learning loss selama masa pandemi Covid-19 (khusus untuk jenjang SD dan SMP dapat berkaitan dengan literasi dan numerasi) yang disajikan dalam bentuk video dan naskah dilengkapi dengan Surat Pernyataan Keaslian Karya.

Praktik terbaik yang diunggah adalah pengalaman terbaik yang riil dilakukan

Isi video tidak mengandung unsur SARA, pornoaksi, dan pornografi

Isi video terkait dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Pengawas Sekolah/TK dalam membina Sekolah/TK terkait PTMT untuk mengatasi learning loss selama masa pandemi Covid-19 sesuai dengan level dan satuan pendidikan masing-masing.

Ketentuan naskah

Ketentuan naskah praktik terbaik yang dikirimkan oleh peserta apresiasi guru dan kepala sekolah pendidikan dasar, serta pengawas sekolah inspiratif tahun 2021 adalah:

1. Naskah merupakan deskripsi yang menjelaskan isi video yang dibuat

2. Naskah ditulis dengan fomat:
a. Naskah ditik rapi dalam format file pdf
b. Ukuran kertas A4, jarak halaman kiri 2,5 cm, atas 2,5 cm, bawah 2,5 cm, dan kanan 2,5 cm
c. Jarak baris 1,5 d. Jumlah halaman maksimal 5 halaman

3. Sistematika konten naskah meliputi:
a. Sampul (memuat judul dan identitas peserta)
b. Diagnosis terhadap pembelajaran sebelum PTMT
c. Perencanaan PTMT untuk mengatasi Learning Loss
d. Pelaksanaan PTMT untuk mengatasi Learning Loss
e. Evaluasi implementasi PTMT
f. Tindak Lanjut PTMT

Untuk informasi lebih lengkap, silakan simak pada tautan berikut.

Jadwal Seleksi PPPK Tahap 2

Jadwal seleksi PPPK Tahap 2 Tahun 2021 sudah ada. Berdasarkan Surat GTK Nomor 6184/B/GT.01.00/2021
TENTANG JADWAL PELAKSANAAN SELEKSI KOMPETENSI II GURU ASN-PPPK TAHUN 2021 dapat dijabarkan sebagai berikut.

1 Pengumuman hasil sanggah I 29 Oktober 2021
2 Pengumuman dan Pemilihan Formasi II 1 s.d. 4 November 2021
3 Pengumuman daftar peserta, waktu dan tempat seleksi PPPK Guru II 8 November 2021
4 Cetak kartu peserta seleksi PPPK Guru 8 s.d. 9 November 2021
5 Pelaksanaan Seleksi Kompetensi II 10 s.d. 13 November 2021
6 Pengumuman hasil Seleksi Kompetensi II 18 November 2021
7 Masa sanggah II (masa pengajuan sanggah) 19 s.d. 21 November 2021
8 Jawab sanggah II (tanggapan sanggah) 21 s.d. 27 November 2021

Pelamar agar selalu memantau perkembangan informasi pada laman
https://gurupppk.kemdikbud.go.id.

Membersamai Guru: Kini dan Nanti

Pandemi belum berhenti, pendidikan tetap dilaksanakan. Pendidikan di masa pandemi malah melahirkan banyak tantangan yang serba tidak terduga. Kegiatan pembelajaran sehari-hari yang biasanya dilangsungkan di kelas telah tiada. Belajar secara online pun dijalani sejak Maret 2020, dan belum jelas akan berakhir kapan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) terus melakukan penguatan kompetensi guru, salah satunya dengan dengan mengadakan program Guru Belajar. Program itu dilakukan dalam rangka menghadapi tantangan pembelajaran di masa pendemi Covid-19.

Program Guru Belajar bertujuan mengembangkan kemampuan guru dalam menyelenggarakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Tujuannya agar guru dapat memanfaatkan teknologi secara optimal untuk pembelajaran di masa pandemi.

Tantangan Kini

Program Guru Belajar diluncurkan Kemendikbud sebagai upaya untuk selalu membersamai guru. Pandemi Covid-19 telah merevolusi paradigma sekaligus mode pembelajaran. Pandemi ini mau tidak mau membuat guru mesti meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan teknologi informasi. Peningkatan kemampuan itu pun mesti dilakukan dalam kurun waktu yang cepat tanpa memandang siapa dan di mana guru itu mengajar. Hal ini dapat dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang.

Membersamai guru untuk tetap menjaga kualitas pendidikan bagi siswa adalah keharusan. Guru tidak serta-merta dapat melangkah sendiri, perlu didukung berbagai sumber daya. PJJ ini tidaklah mudah. Kendati Kemdikbud sudah memberikan subsidi kuota internet, ada hal lain yang menjadi tantangan. Salah satu tantangan besar yang tak bisa diabaikan adalah kondisi geografis di Nusantara.

Kondisi geografis sangat memengaruhi keberadaan sarana dan prasarana lainnya. Daerah yang berada di wilayah pedalaman, misalnya, sarana dan prasarana transportasinya berbeda dengan yang ada di perkotaan. Itu baru soal transportasi, belum lagi dalam soal lainnya, misalnya akses internet.

Berdasarkan data Perencanaan Digitalisasi Nasional Kementerian Komunikasi dan Informatika yang dimuat di laman Radio Republik Indonesia (rri.co.id, 30/7/2020), terdapat 12.548 desa/kelurahan di Indonesia yang belum terjangkau 4G dari total 83.218 desa/kelurahan di Indonesia. Dari keseluruhan wilayah Indonesia, hanya 49,33% yang terfasilitasi jaringan 4G, 44,35% terfasilitasi jaringan 3G, dan 68,54% terfasilitasi jaringan 2G. Artinya, ada 31,46% wilayah yang belum terfasilitasi jaringan internet.

Dengan demikian, masih banyak daerah di Indonesia yang belum baik akses internetnya, bahkan ada lebih dari 30% yang belum terfasilitasi jaringan internet. Belum lagi kalau kita membahas tentang aliran listrik. Merealisasikan pembelajaran di daerah yang memiliki keterbatasan akses dalam berbagai hal—seperti listrik dan internet—perlu perjuangan ekstra oleh guru. Namun, sekuat apa pun guru berjuang, jika hanya sendiri dan tidak dibantu oleh pemangku kepentingan yang lainnya, hasilnya tidak akan optimal. 

Namun, di tengah berbagai keterbatasan itu, upaya membersamai guru lewat program Guru Belajar mestinya disambut baik. Dalam pelaksanaannya nanti, guru dapat diajak untuk belajar mengelola kelas, melakukan asesmen PJJ, dan menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Selama program ini berjalan, penting juga dilakukan evaluasi terhadap program ini secara berkala. Setiap keungggulan, kelemahan, tantangan, dan peluang yang ditemukan dijadikan bahan refleksi untuk perbaikan. Dengan demikian, program ini nantinya tidak terkesan dijalankan asal-asalan.

Tantangan Nanti

Program Guru Belajar juga terhubung dengan tema peringatan Hari Guru Nasional 2021, yaitu “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan” Kata-kata ini menguatkan bahwa pendidikan akan tetap berlanjut, walau ditengah paglebuk ini. Tantangan dalam dunia pendidikan akan selalu ada.

Ketika nanti keadaan telah pulih, pendidikan pun kembali kepada fitrahnya yang diselenggarakan secara bersemuka dan berkumpul. Pandemi Covid-19 pun mengajarkan kita untuk mengembangkan karakter yang baik. Protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker) yang kita lakukan selama pandemi sejatinya adalah untuk melindungi diri sendiri sekaligus orang lain. Dengan demikian pandemi mengajarkan kita untuk lebih berempati, peduli pada nasib orang lain.

Pendidikan berkembang sesuai dengan kodrat keadaan. Pandemi—kodrat keadaan saat ini—mengingatkan kita untuk saling membersamai. Menemami anak belajar adalah peran orang tua menjadi “guru” di rumah. Pandemi telah membuka mata batin orangtua, bahwa tugas mendidik sebagai guru tidaklah selalu mudah. Dengan demikian, kita pun boleh berharap bahwa di masa depan keluh-kesah orang tua saat mendidik anaknya di rumah makin berkurang.

Jauh sebelum kebijakan belajar di rumah ditetapkan, Koesoema (2007:186) telah menulis pentingnya kolaborasi dalam memajukan pendidikan antara rumah (orangtua) dengan sekolah (guru): “Pihak sekolah bisa memberikan semacam buku panduan bagi orangtua untuk melanjutkan proses pendidikan karakter di rumah, melalui berbagai macam alternatif pendampingan.”

Pandemi akan berakhir, namun keterlibatan orangtua dalam proses pembelajaran anak mestinya tetap dipertahankan, dengan mempertimbangkan cara-cara yang efisien dan tidak mengganggu waktu atau kesibukan orangtua. Karena tidak sedikit juga keluhan muncul dari orangtua, bahwa pembelajaran online membuat mereka direpotkan. Pendidikan keluarga, bagaimana pun juga memiliki peran besar dalam pembentukan karakter anak. Orangtua perlu bergotong-royong dengan guru, atau dengan kata lain membersamai guru, dalam melaksanakan tugas pendidikan.

Di masa mendatang, saat teknologi makin mengganti peran manusia, gotong-royong harus tetap dijaga. Guru hadir di ruang kelas membangun kolaborasi antar siswa, membangun kepedulian, dan saling berbagi. Kolaborasi dibangun dengan harapan tercapainya tujuan bersama. Meski teknologi semakin maju dan mesin mengganti peran manusia dalam pekerjaaan, manusia tetaplah makhluk sosial. Kepedulian dapat membudaya karena kebiasaan.

Hingga kapan pun, pendidikan bergerak dinamis mengikuti zaman. Masa depan pendidikan harus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dengan tetap menghargai keragaman yang ada. Memperkuat pendidikan harus dilakukan dengan saling membersamai—kini hingga nanti. Selamat Hari Guru!

Teuku Umar Mengajar

Saat ini, situasi pandemi masih berlangsung. Banyak sektor yang menjadi dampak dari kondisi pandemi ini, salah satunya adalah pendidikan. Dalam bidang pendidikan, paradigma pembelajaran pun mengalami perubahan secara cepat. Pembelajaran yang awalnya tatap muka penuh, kini telah bergeser menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring). Bahkan untuk beberapa daerah yang mengalami kendala, maka dilakukan pembelajaran secara kombinasi (blended learning) maupun tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

Adanya transformasi yang begitu cepat, dari tatap muka ke tatap virtual “memaksa” setiap pelaku pendidikan untuk adapted terhadap perubahan ini. Tidak hanya guru, bahkan orang tua kini menjadi ujung tombak hadirnya endidikan formal di rumah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk tetap menjaga keberlangsungan pendidikan, seperti memberikan ruang-ruang virtual pembelajaran, melatih guru untuk mengkreasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi, pendistribusian buku-buku yang dapat diakses melalui link-link tertentu.

Dari sisi guru, kondisi ini secara tidak langsung membuat guru harus melakukan upaya peningkatan mutu pembelajaran. Pembelajaan dalam jaringan saat ini menjadi solusi untuk tepat mampu hadir menenami anak-anak belajar dalam ruang virtual. Antarguru pun sudah seyogyanya untk saling berkolaborasi menciptakan pembelajaran yang menarik bagi siswa. Sangat disadari bahwa tanpa adanya kreativitas atau inovasi pembelajaran dalam ruang maya akan menambah kesemuan hasil pembelajaran. Lantas, kolaborasi apa yang dapat dilakukan?

Teuku Umar Mengajar

Gugus Teuku Umar Kecamatan Denpasar Barat mencoba hadir untuk melakukan kolaborasi pembelajaran. Kolaborasi yang dilakukan adalah dengan mengajak guru-guru di sekolah untuk mengajar secara virtual dan live youtube. kegiatan ini diberi nama “Teuku Umar Mengajar”. Adapun sekolah dasar di Gugus Teuku Umar yang ikut dalam kolaborasi mengajar adalah SD Negeri 2 Dauh Puri, SD Negeri 10 Dauh Puri, SD Negeri 2 Dauh Puri, SD Negeri 13 Dauh Puri, SD Negeri 14 Dauh Puri, dan SD Negeri 21 Dauh Puri.

Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada visual berikut

Jadwal kegiatan dan profil pengajar

Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak sekolah dasar dari kelas 1 hingga kelas 6. Diharapkan agar Bapak/Ibu guru, orang tua, dan wali dapat mengikuti kegiatan yang ditayangkan secara live pada kanal youtube s.id/ervproject mulai pukul 08.30 wita hingga selesai. Oleh karena itu, agar tidak tertinggal informasi , silakan melakukan notifikasi pada kanal youtube s.id/ervproject.

Besar harapan agar kegiatan ini dapat bermanfaat dan tetap menjadi ajang untuk saling berkolaborasi demi kemajuan pendidikan. Semoga!

Tata Cara PPDB SMP Kota Denpasar

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMP tahun pelajaran 2021/2022 di Kota Denpasar segera dimulai. PPDB merupakan kegiatan tahunan untuk menyediakan ruang bagi calon peserta didik baru mengenyam pendidikan di sekolah formal. Di Kota Denpasar, pelaksanaan PPDB untuk SMP dibagi menjadi empat jalur/kategori.

Pertama, jalur prestasi. Jalur prestasi ini meliputi prestasi akademik, nonakademik Utsawa Dharma Gita/Lomba Bulan Bahasa Bali, Kategori nonakademik Olahraga, Kategori nonakademik Seni, dan Kategori nonakademik Pesta Kesenian Bali

Kedua, jalur zonasi.  Jalur ini diberikan bagi siswa yang ingin memilih sekolah sesuai dengan wilayah tenpat tinggal calon peserta didik. Bergaitan dengan zona, sudah ditentukan nama wilayah dan sekolah. Calon peserta didik hanya boleh mendaftar pada 1 Sekolah Menengah Pertama Negeri dari 14 Sekolah Menengah Pertama Negeri yang ada di Kota Denpasar sesuai Zona yang ditetapkan pada Juknis PPDB Tahun 2021

Ketiga, jalur afirmasi. Jalur Afirmasi diperuntukkan bagi Calon Peserta Didik Baru dari keluarga kurang mampu. Pembagian Zonasi tertera pada Juknis PPDB Tahun 2021

Keempat, jalur perpindahan orang tua. Jalur ini khusus bagi orang tua/wali yang mengalami perpindahan tempat kerja.

Juknis dilihat di sini

Adapun jadwal Pendaftaran, Verifikasi dan Pengumuman Pelaksanaan PPDB disajikan sebagai berikut.

Seluruh rangkaian kegiatan PPDB dilakukan secara online oleh calon peserta didik baru. Adapun tata cara pendaftaran, dapat disimak pada tayangan berikut.

Peringatan Hari Lahir Pancasila

Setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari Lahir Pancasila. Pada tahun 2021, hari Lahir Pancasila diperingati dengan kegiatan pemasangan spanduk dan pengibaran Bendera Merah Putih. Berdasarkan Radiogram Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 019.1/3204/SJ, tanggal 28 Mei 2021, Hal Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni Tahun 2021.

Bentuk Peringatan

Di Kota Denpasar, bentuk peringatan diwujudkan dengan beberapa kegiatan sebagai berikut.

  1. Mengibarkan Bendera Merah Putih 1 (satu) tiang penuh pada hari Selasa, tanggal 1 Juni 2021 mulai pukul 06.00 wita
  2. Memasang spanduk dengan tema “PANCASILA DALAM TINDAKAN BERSATU UNTUK INDONESIA TANGGUNG” (file dapat diunduh disini)

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Pada tanggal 1 Juni 1945, Presiden Ir. Soekarno melalui pidatonya mengungkapkan konsep awal Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Pidato tersebut disampaikan pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai

Lembaga BPUPKI dibentuk berawal dari kekalahan Jepang pada perang fasifik. Untuk mendapatkan perhatian, maka Jepang membentuk lembaga yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan yaitu Dokuritsu Junbi Cosakai atau dikenal dengan BPUPKI. BPUPKI melakukan sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 dengan bahasan tema dasar negara di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila)

Sidang telah berlangsung sekitar lima hari, kemudian di tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mengajukan gagasan terkait dasar negara yang dikenal dengan Pancasila. Ketika itu, beliau menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yaitu Sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa”. Kemudian, untuk menyempuranakan rumusan dibentuklah panitia sembilan. Hingga akhirnya, pada tanggal 18 Agustus 1945 dilaksanakan sidang PPKI yang isinya mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara.

Informasi PPDB Kota Denpasar Tahun 2021

Pengantar

Tahun pelajaran 2020/2021 sebentar lagi usai dan segera berganti dengan tahun pelajaran 2021/2022. Setiap tahun pelajaran baru, maka dilaksanakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) baik dri tingkat TK hingga sekolah menengah.

Penerimaan peserta didik baru di satuan pendidikan perlu diatur dalam peraturan tertentu. Peraturan yang ada erlu dijabarkan melalui petunjuk teknis (Juknis) agar memudahkan orang tua, guru, pihak terkait, calon siswa untuk melakukan pendaftaran pada satuan pendidikan yang ingin dilamar.

Di Kota Denpasar, Juknis Penerimaan Peserta Didik Baru telah dituangkan dalam KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA KOTA DENPASAR NOMOR 422/2207/DIKPORA/2021 TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK, SEKOLAH DASAR, DAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI TAHUN PELAJARAN 2021/2022.

Persyaratan

Persyaratan Umum Pendaftaran Taman Kanak-Kanak
Berusia paling rendah 4 tahun dan paling tinggi 5 tahun untuk kelompok A;
Berusia paling rendah 5 tahun dan paling tinggi 6 tahun untuk kelompok B;
Memiliki Kartu Keluarga Kota Denpasar yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar yang diterbitkan paling singkat 1 Juni 2020;
Status Calon Peserta Didik Baru dalam Kartu Keluarga adalah sebagai Anak (Kandung, Tiri atau Angkat) serta Cucu; dan
Untuk Calon Peserta Didik Baru Yatim/Piatu/Yatim Piatu wajib melampirkan Akta Kematian Orang Tua

Persyaratan Umum Pendaftaran Sekolah Dasar
Berusia paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli 2021;
Memiliki Kartu Keluarga Kota Denpasar yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar yang diterbitkan paling singkat 1 Juni 2020;
Status Calon Peserta Didik Baru dalam Kartu Keluarga adalah sebagai Anak (Kandung, Tiri atau Angkat) dan Cucu;
Untuk Calon Peserta Didik Baru Yatim/Piatu/Yatim Piatu wajib melampirkan Akta Kematian Orang Tua;
Membuat Surat Pernyataan hanya mendaftar di satu Sekolar Dasar sesuai yang tertera pada Lampiran VIII; dan
Membuat Surat Pernyataan keabsahan dokumen Calon Peserta Didik Baru sesuai yang tertera pada Lampiran VIII

Persyaratan Umum Pendaftaran Sekolah Menengah Pertama
Berusia paling tinggi 15 tahun pada tanggal 1 Juli 2021 sesuai data Kartu Keluarga; dan
Membuat Surat Pernyataan keabsahan dokumen Calon Peserta Didik Baru sesuai yang tertera pada Lampiran VIII.

Informasi lebih lengkap terkait persyaratan, tata cara pendaftaran, penerimaan, zona sekolah dapat dibaca selengkapnya pada juknis berikut ya!
Juknis (download di sini)

Motivasi Menjadi Guru Penggerak

Pengantar

Program guru penggerak merupakan implementasi dari program Merdeka Belajar Kemdikbud. Hingga April 2020 ini, seleksi calon guru penggerak sudah memasuki angkatan ke-4. Seleksi setiap anggkatan tersebar sesuai dengan pemetaan wilayah yang sudah dilakukan. Minat guru mengikuti seleksi guru penggerak sangat tinggi. Kira-kira, apa yang menjadi motivasi guru untuk mengikuti seleksi calon guru penggerak?

Baca juga: Program Pendidikan Guru Penggerak

Motivasi

Berdasarkan KBBI, motivasi merupakan dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Selai itu, dari segi psikologi, motivasi juga disebut sebagai usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.

Berdasarkan asalnya, motivasi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

  1. Pertama, Motivasi bawah sadar. Motivasi ini merupakan dorongan untuk bertindak yang pada hakikatnya terselubung bagi yang bersangkutan, tetapi dapat ditelusuri melalui perilakunya;
  2. Kedua, Motivasi ekstrinsik yaitu dorongan yang datangnya dari luar diri seseorang;
  3. Ketika, Motivasi intrinsik yaitu dorongan atau keinginan yang tidak perlu disertai perangsang dari luar;

Motivasi Menjadi Guru Penggerak

  1. Menggali potensi diri untuk dapat berbagi praktik baik dalam ekosistem terdekat, yaitu sekolah;
  2. Mengembangkan kemampuan dalam melakukan kepemimpinan dalam pembelajaran;
  3. Menjadi bagian perubahan pendidikan ke arah lebih baik;
  4. Meningkatkan kualitas diri sehingga dapat menjadi pribadi maupun guru yang bermanfaat bagi lingkungan terdekat;
  5. Memperoleh wahana untuk belajar berkaitan dengan memerdekakan pembelajaran;
  6. Mengetahui berbagai kekuatan maupun kelemahan yang terjadi di lapangan; dan
  7. Pengembangan diri dan memperoleh pengalaman baru berkaitan dengan kegiatan guru penggerak.

Demikian beberapa hal yang dapat dijadikan motivasi menjadi guru penggerak. Simak juga tayangan video berikut yang bisa dijadikan referensi mengikuti seleksi calon guru penggerak dari 2 guru yang sudah berhasil lolos CGP.