Cara Mengefektifkan Peran Kepala Sekolah

Pengantar

Sekolah merupakan sebuah sistem yang terorganisasi terdiri dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, komite dan menjadi satuan warga sekolah. Sekolah dapat diibaratkan sebagai kapal yang perlu nahkoda. Nahkoda yang dimaksud adalah kepala sekolah.

Kepala sekolah adalah guru yang mendapatkan tugas tambahan untuk memanajemen sekolah yang dipimpinnya. Bagi kepala sekolah (baru), yang baru mendapat tugas tentu harus mempersiapkan diri. Tak jarang, saat ini, kepala sekolah yang sudah memimpin sekolah belum mendapat pelatihan sebagai calon kepala sekolah. Mereka ini sering dikenal dengan pelaksana tugas (Plt). Nah, apa yang harus dilakukan oleh pelaksana tugas kepala sekolah ketiga bertugas?

Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap keberlangsung sekolah. Keberlangsungan yang dimaksud meliputi administrasi, kinerja guru, keberlangsungan pembelajaran, penyedian sarana prasarana, dan berbagai kegiatan yang harus menjaga marwah sekolah itu.

Cara mengefektifkan peran kepala sekolah

Beberapa hal yang dapat dilakukan kepala sekolah antara lain:

  1. Melakukan pendekatan awal dengan situasi lingkungan sekolah
    Pendekatan yang dimaksud adalah bagi kepala sekolah baru di sekolah tersebut, dapat mencari informasi dan melakukan pemetaan kebutuhan. Lingkungan sekolah antara satu dengan yang lain tidak selalu homogen. Oleh karena itu, mendapatkan berbagai informasi sangat membantu kepala sekolah untuk melakukan pemetaan awal
  2. Adaptasi program sebelumnya
    Perencanaan program yang dilakukan harus berdasarkan analisis kebutuhan sekolah. Sebagai orang baru, pelajariilah program-program kepala sekolah sebelumnya. Lakukan identifikasi program yang baik dan perlu dilanjutkan. Sebagai orang baru, tidak harus menolak program yang sudah ada. Bahkan, jika program terdahulu sangat relevan untuk dilaksanakan, tentu sepatutnya dilanjutkan.
  3. Petakan Sumber Daya Manusia
    Tidak dimungkiri bahwa guru adalah sumber daya utama di sekolah. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sangat dipengaruhi oleh sumber daya guru. Sumber daya yang dimaksud tidak hanya dari segi lulusannya saja, melainkan membangun komitmen untuk bersama memajukan pendidikan di sekolah. Perkembangan teknologi di era ini tidak dapat dihindari. Kondisi guru yang ada di sekolah juga tidak sama. Ada guru yang belum mahir dan melek dalam perkembangan teknologi. Artinya, sumber daya guru harus dielaborasi dan dikolaborasi sehingga dapat saling melengkapi.
  4. Kenalkan fitur-fitur teknologi yang membantu pengarsipan administrasi
    Selama ini, masalah administrasi selalu menjadi kendala, terutama dalam pengarsipan. Administrasi yang paling kentara di guru adalah tersedianya RPP, silabus, dan raport. Administrasi yang umumnya dicetak, dapat pula dibuat dalam bentuk file (softcopy) dan disimpan melalui cloud. Sekarang banyak fitur yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan penyimpanan arsip melalui cluod, yaitu: googledrive, onedrive. Kepala sekolah perlu membuatkan sistem pengarsipan dalam bentuk folder-folder yang dapat diedit bersama (kolaborator).
  5. Keputusan Bersama
    Sebagai pengambil keputusan, kepla sekolah memiliki kewenangan untuk memutuskan sesuatu untuk kepentingan sekolah. Sudah sepatutnya apa yang menjadi keputusan telah melalui proses musyawarah sebagai keputusan bersama.

Penutup

Demikian tadi beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengefektifkan peran kepala sekolah. sekali lagi, sebagai sebuah sistem, maka setiap orang wajib melaksanakan peran dan tanggungjawabnya masing-masing. Sistem yang saling berhubungan dan memengaruhi harus saling bersinergi. Tidak ada satupun sistem yang final, semua akan berjalan dinamik seiring dengan perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *