Menumbuhkan budaya positif di sekolah

Tulisan ini memaparkan tentang upaya calon guru penggerak untuk menumbuhkan budaya positif di sekoah dasar. Paparan ini berjudul “Budaya Positif Berpikir Kritis, Memiliki Jiwa Kompetitif dan Melatih Rasa Percaya Diri Siswa SD Taman Rama Denpasar”

Pendahuluan

Sekolah merupakan instikusi pembentukan karakter. Budaya positip sekolah akan berdampak positip pada anak. Dengan memberi tuntunan dengan segala kodrat anak untuk menumbuhkan karakter “Profil Pelajar Pancasila : Beriman dan bertaqwa, mandiri, kebhinekaan global, kreatif, bernalar kritis dan bergotong royong. Dengan memutuskan dan menuliskan nilai-nilai budaya positip yang ada di sekolah dapat membantu siswa memahami, peduli, dan konsisten dalam berprilaku.

Budaya positip yang akan penulis terapkan di SD Taman Rama Denpasar adalah berpikir kritis, memiliki jiwa kompetitip dan melatih percaya diri (khususnya bidang Matematika ) dalam sebuah wadah atau kegiatan ekstrakurikuler “ Math Club “.

Salah satu fokus dari tujuan pembelajaran matematika dalam kurikulum 2013 adalah untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep, serta menggunakan konsep secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah.

Menurut Nasution (2017) Pendidikan matematika memegang peranan penting untuk mempersiapkan individu dan masyarakat dalam mengantisipasi perubahan keadaan di dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu fokus dalam pembelajaran matematika, pada kenyataan pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa jarang sekali diperhatikan.

Pentingnya kemampuan  berpikir kreatif matematis ini belum terpatri dalam diri siswa. Pembelajaran matematika juga dinilai belum menekankan pada pengembangan daya nalar, logika, dan proses berpikir siswa. Oleh karena itu penulis akan mencoba mererapkan budaya positip berpikir kritis matematis, dalam kegiatan ekstrakurikuler ” Math Club “.

Pengertian berpikir kritis

Berpikir kritis adalah suatu proses dimana seseorang atau individu dituntut untuk menginterprestasikan dan mengevaluasi informasi untuk membuat sebuah penilaian atau keputusan berdasarkan kemampuan, menerapkan ilmu pengetahuan dan pengalaman (Pery dan Petter, 2015 )

Berpikir kritis adalah proses perkembangan kompleks yang berdasarkan pada pikiran rasional dan cermat. Menjadi pemikir kritis adalah sebuah denominator umum untuk pengetahuan yang menjadi contoh dalam pemikiran yang disiplin dan mandiri. Pengetahuan didapat, dikaji dan diatur melalui berpikir.

Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan berpikir kritis. Karena matematika itu sendiri tidak lepas dari kegiatan sehari-hari manusia dalam dunia nyata. Jika mampu menerapkan dengan baik dalam pembelajaran matematika di dalam kelas, sudah pasti kita turut ambil bagianl dalam pembentukan karakter bangsa beberapa tahun ke depan.

Menurut Syarifah, Surya (2016) manfaat berpikir kritis dalam pembelajaran matematika adalah: (1) Berpikir kritis mampu menyelesaikan masalah yang ada dalam pembelajaran matematika dan juga kehidupan sehari- hari.; (2) Berpikir kritis dapat membantu dalam pengambilan keputusan.

Pengertian Jiwa Kompetitif

Jiwa Kompetitif adalah  suatu semangat untuk mencapai tujuan  dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok lain.  Semangat dalam berkompetisi memacu anak didik untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya dalam menghadapi situasi disekitarnya.

Jiwa kompetitif adalah kunci seseorang dalam berlomba, Jika memiliki sifat tersebut seseorang akan sering mencari tantangan-tantangan baru dalam hidupnya, akan berani mengikuti perlombaan serumit apapun dengan berkutat dalam bidang yang disukainya dan jarang risau bila ia kalah. Lalu bagaimana seseorang mengasah diri dan memiliki jiwa kompetitif ?

Passion: seseorang akan menjadi berani dan percaya diri jika ia berlomba dibidang keahliannya, seseorang bergelar professor dibidang biologipun tidak akan berani bila ia mengikuti kompetisi dibidang computer karena itu bukan keahliannya.

Kompetitif bukan berarti berani mengikuti semua lomba dibidang apapun, melainkan mampu menunjukkan  usaha bersaing dibidang keahliannya, oleh karena itu temukanlah minat atau passion siswa, lalu kembangkan kemampuan, setelah itu barulah coba diikutkan lomba sesuai minat siswa.

Pengertian Kepercayaan Diri

Kepecayaan diri menurut Anthony (1992) adalah sikap pada diri seseorang yang mampu untuk menerima  kenyataan  berpikir positif, dan mempunyai kemampuan untuk memiliki segala yang diinginkan. Percaya diri dan Kepercayaan diri menurut saya pribadi memiliki ragam perbedaan, dimana rasa percaya diri ( self confidance ) merupakan kemampuan terhadap penilaian diri sendiri sehingga mampu melakukan segala sesuatu dengan baik, hal ini didasari oleh ekspektasi pada pencapaian diri sendiri berdasarkan evaluasi terdahulu, sedangkan kepercayaan diri adalah sikap positip dimana seseorang mampu untuk berkembang dan mengembangkan penilaian positip tersebut, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Aksi nyata yang sudah dilakukan

  1. Dewan guru bersama kepala sekolah membuat kesepakatan membuat jadwal ekstrakurikuler dengan melakukan meeting bersama.

2. Guru membuat kesepakatan dengan orang tua bahwa bagi siswa yang mempunyai potensi positip dibidang matematika diikutkan ekstrakurikuler “ Math Club “. Peserta Math club adalah siswa-siswi kelas 3 sampai kelas 5 Sd Taman Rama Denpasar. Pelaksanaan pembinaan seminggu sekali dan sesuai jadwal yang disepakati setiap hari Jumat.

3. Guru sudah mempersiapkan segala materi soal-soal yang berlogika tinggi untuk memancing siswa agar berbudaya berpikir kritis. Adapun soal- soal yang dibahas melalui pembelajaran daring dengan menggunakan sarana smart board dan zoom meeting adalah soal-soal yang sering dilombakan contohnya sebagai berikut:

4. Agar siswa punya jiwa kompetitif dan meningkatkan rasa percaya diri, pastinya siswa harus sering diikutkan perlombaan baik yang diadakan oleh dinas Kota, dinas Propinsi, dan tingkat Nasional maupun Internasional. Berikut adalah contoh kompetisi tingkat internasional:

5. Prestasi yang pernah diperoleh dari tim Math Club adalah sebagai berikut : Memperoleh medali dan piala baik dalam perlombaan dalam negeri maupun luar negeri.

Penutup

Guru sangat memegang peranan penting untuk keberhasilan para muridnya. Guru yang baik adalah guru yang mampu mengantarkan anak didiknya menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki budi pekerti yang baik dan juga berprestasi.

Melalui budaya positip berpikir kritis, berjiwa kompetitif dan melatih rasa percaya diri diharapkan apa yang menjadi visi sekolah untuk mencetak SDM yang cerdas dan berkarakter dapat terwujud.

Penulis:
Misrini
CGP Kota Denpasar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *