Membentuk Siswa Pelajar Pancasila

Pendahuluan

Sekolah merupakan salah satu tempat untuk berlangsungnya proses belajar mengajar. Disini pula terjadi proses pembentukan karakter anak melalui pembelajaran yang dilakukan setiap hari secara kontinyu. Proses itu terus berjalan  dan berkembang sesuai tingkatan yang dicapainya sehingga siswa selalu mengalami perkembangan yang sesuai dengan karakternya. Adanya rutinitas membuat kita  terlena dan lupa dengan apa yang diharapkan. Padahal harapan ini yang mengantarkan kita pada tujuan yang jelas dan membuat kita tidak ragu lagi untuk bertindak.

Di sekolah pula seorang guru beraksi untuk mewujudkan visi dan misinya untuk membentuk  sumber daya manusia yang berkarakter, cerdas, berwawasan budaya, lingkungan , dan global.

Dengan menggali  potensi yang ada pada diri siswa pasti akan ditemukan kekuatan positip yang tentunya akan memberikan kontribusi pada keberhasilan yang diharapkan. Banyak aktivitas yang dapat dilaksanakan untuk mengembangkan potensi anak.

Dalam kapasitas sebagai guru penggerak kita harus mampu mendisain suasana lingkungan belajar yang memungkinkan tumbuhnya potensi-potensi positif anak, sehingga memiliki kemandirian dan memiliki motivasi diri yang tinggi.

Pembahasan

Banyak kendala yang dihadapi di lapangan saat mengajar di sekolah, seperti bagaimana mengelola kelas dengan baik melalui ZOOM . Dengan selalu berpegang teguh pada visi yang jelas seorang guru penggerak dapat mengoptimalkan daya kreativitasnya untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan sumber daya manusia.

Dengan melalui model inkuiri apresiatif dan BAGJA, yang mana model menejemen memegang prinsip psikologis positif dengan menerapkan : Buat pertanyaan utama; Ambil pelajaran; Gali mimpi; Jabarkan rencana; dan Atur strategi

Untuk memberikan sentuhan khusus kepada anak yang berpotensi di bidang matematika dan sains, maka penulis membentuk wadah yang bernama” Math Club” dan “Sains Club”.sebelum program ini dilaksanakan terlebih dahulu dibuat kesepakatan dengan kepala sekolah, Yayasan, rekan guru dan orang tua. Setelah semua dari pemangku kepentingan ini sepakat barulah program ini dijalankan. Club ini dibentuk untuk menggali lebih jauh lagi potensi positif  yang ada pada anak.

Dengan adanya dua club ini yaitu Math Club dan Sains Club penulis telah berhasil mengantarkan beberapa siswa terbaik untuk mengikuti event olimpiade matematika dan sains di tingkat nasional maupun internasional, karena itu penulis selalu berusaha untuk mencari kader-kader  baru untuk bergabung dalam Math Club dan Sains Club mulai dari kelas 3 – 5.

Peserta club ini adalah anak-anak yang sebelumnya  kita diagnose kekuatan potensi dibidang matematika dan IPA.Dari masing- masing kelas siswa terbaik dibidang math dan sains.  Kegiatan math dan sains club ini termasuk  program ekstra kurikuler yang dilaksanakan seminggu sekali yaitu di hari jumat setelah jam pelajaran sekolah selesai.

Program yang diajarkan adalah materi olimpiade yang sudah sering dilombakan. Dengan sebuah buku panduan yang telah disiapkan

Peserta club juga diajarkan cara menghitung cepat dengan alat peraga sempoa

Siswa juga diajarkan eksplorasi matematika karena diajang lomba tingkat Nasional maupun internasional siswa juga dihadapkan soal eksplorasi matematika.

Setelah itu mereka diikutkan dalam ajang kompetisi olimpiade yang diadakan oleh dinas Pendidikan terkait. Hal ini untuk melatih keberanian anak untuk berkompetisi dengan siswa lain dan sekaligus mencari pengalaman mengerjakan soal-soal olimpiade. Berikut contoh keberhasilan yang sudah pernah diperoleh dari club ini adalah:

Demikian  penulis mewujudkan visi penulis sebagai guru , akan selalu konsisten melakukan pembinaan terhadap club yang sudah dibentuk.Hal ini juga merupakan salah satu usaha mewujudkan visi sekolah yaitu “ Membentuk Sumber Daya Manusia yang cerdas, berkarakter, berwawasan budaya, lingkungan dan global “  aksi nyata yang sudah kami lakukan selama ini memang benar-benar berpengaruh positif terhadap pembentukan karakter anak sehingga mampu menjadi sosok yang mandiri, cdrdas dan penuh tanggung jawab terhadap diri dan lingkungan.

            Kegiatan serupa juga penulis lakukan untuk membina siswa berprestasi yang mewakili sekolah untuk berkompetisi yang diadakan oleh dinas:

Penutup

Menggali kekuatan positip sekecil apapun yang ada pada diri anak sangatlah penting dan harus dilakukan secara konsisten agar anak dapat berkembang sesuai kekuatan yang ada pada dirinya. Tugas seorang guru hanyalah memupuk seperti merawat tanaman agar tumbuh dengan subur.

Oleh karena itu model manejemen (Define, Discover, Dream, Design, dan Deliver) wajib selalu diingat dan dipegang teguh jika kita berharap anak dapat memiliki perubahan positif dalam perkembangannya.Dengan harapan siswa dapat berkembang sesuai dengan potensi atau kekuatan yang positip yang dimiliki, belajar dengan nyaman, bebas berekspresi dan berekplorasi dan merdeka belajar tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

Penulis:
Misrini
CGP Kota Denpasar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *