NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

Ada banyak harapan yang digantungkan bangsa ini kepada saya dan teman-teman guru di seluruh Indonesia, khususnya calon guru penggerak. Tugas kita sebagai pendidik sekali lagi sungguh sangat mulia. Karena di balik tugas mengajar, kita punya misi kemanusiaan untuk menumbuhkan kodrat dan memuliakan anak bangsa.

Itulah makna mendidik. Memuliakan anak dengan menuntun mereka di jalan kebaikan. Kita kembali kepada ajaran milik bangsa sendiri. Fiolosofi pendidikan budaya Ki Hajar, 100 tahun beliau merumuskannya.

TERGERAK, BERGERAK, DAN MENGGERAKKAN RODA PENDIDIKAN

Gurulah salah satu pilar untuk menumbuhkan sang anak menjadi sosok yang beriman dan berakhlak, bernalar kritis dalam menimbang suatu kebenaran, dan mampu berkreativitas menciptakan sebuah karya yang bermanfaat, menghargai kebhinekaan tanpa harus  memandang identitas keagamaan atau etnis dan kelompok tertentu, tetapi berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan.

Guru juga menjadi sosok yang berperan dalam menumbuhkan kemandirian sang anak, tanpa harus menghakimi, memerintah, dan mencampuri kemerdekaannya. Guru yang merdeka sadar bahwa mereka harus lebih dulu tergerak, kemudian mencoba terus bergerak, dan selanjutnya menggerakkan anak dan orang-orang baik di sekitarnya.

Jika guru penggerak mulai tergerak, lalu bergerak bersama, dan menggerakkan seluruh ekosistem sekolah maka mulia dan bahagialah sang anak. Anak akan tumbuh bersemai dengan merdeka, menjadi sosok berbudaya, memiliki hati dan jiwa kemanusiaan. Anak selalu berinovasi dan berkarya untuk negerinya, bangga dan hormat kepada warisan leluhurnya.

Untuk terus bergerak dan menggerakkan, ada kekuatan yang harus saya sadari, saya miliki, dan terus saya tumbuhkan dalam diri. Jiwa humanitas jiwa kemanusiaan menjadi point utama saya dalam melangkah. Dengan berbekal nilai kemanusiaan saya lebih ikhlas untuk berkarya dan menghamba kepada sang anak.

Memberi kesempatan

Kemauan diri untuk terus belajar, berkolaborasi bersama rekan-rekan yang sehati, dan selalu mencoba berinovasi untuk menantang kekuatan diri, merenung dan merefleksi tiap langkah yang telah saya lewati juga menjadi bekal diri saya untuk mencapai keberpihakan kepada anak.

Dengan tujuan kemanusiaan itulah saya mencoba memberikan kesempatan kepada anak untuk merdeka belajar. Belajar menjadi sesuatu hal yang menyenangkan dan bermakna di kelas maupun di luar kelas. Membuat setiap momen belajar adalah sebuah permainan yang penuh tantangan.

Memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya, mencoba, dan menghasilkan sebuah karya yang berguna untuk kita semua. Meyakinkan mereka untuk ikut berlomba dan menginspirasi dunia. Dengan begitu, niscaya bahagialah mereka. Karena ingin, di saat pendidik itu hadir, mereka punya banyak cerita, punya banyak laksana, dan punya sejuta karya.

Simak secara audiovisual di tayangan berikut

Penulis:
Ida Ayu Eka Yuniasri
CGP Kota Denpasar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *