Motivasi menjadi pendamping guru penggerak

Dalam mengerjakan tugas apapun, motivasi sangat diperlukan. Motivasi dapat muncul dari dalam diri maupun pengaruh lingkungan. Motivasi memiliki peran besar dalam dalam tercapainya tujuan yang dinginkan. Motivasi yang tumbuh dari dalam diri dikenal dengan motivasi intrinsik. Sedangkan motivasi yang berasal dari luar dikenal dengan motivasi ekstrinsik.

Begitu pula dengan motivasi dalam pekerjaan. Menjadi guru misalnya, motivasi harus ditumbuhkembangkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Menjadi guru tidak serta-merta hanya di kelas saja, melainkan mampu mejadi teladan dalam keseharian. Meningkatkan kompetensi diri adalah salah satu motivasi diri menajdi guru.

Pemerintah Indonesia melalui Kemdikbud telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidik (guru). Berbagai program yang sudah diluncurkan, seperti guru berbagi, guru belajar, dan guru penggerak. Salah satu komunitas pendukung program guru penggerak adalah pendamping guru penggerak. Untuk menjadi pendamping guru penggerak, peserta harus memiliki motivasi yang tinggi. Beberapa alasan atau motivasi menjadi pendamping guru penggerak yaitu:

  1. Motivasi untuk mengali potensi diri untuk dapat berbagi praktik baik dalam ekosistem terdekat, yaitu sekolah;
  2. Motivasi untuk mengembangkan kemampuan dalam melakukan kepemimpinan dalam pembelajaran;
  3. Motivasi untuk membersamai guru penggerak untuk melakukan transformasi pendidikan di lingkungan terdekat;
  4. Motivasi untuk menjadi bagian perubahan pendidikan ke arah lebih baik;
  5. Motivasi untuk meningkatkan kualitas diri sehingga dapat menjadi pribadi maupun guru yang bermanfaat bagi lingkungan terdekat;
  6. Motivasi untuk memperoleh wahana untuk belajar berkaitan dengan memerdekakan pembelajaran;
  7. Motivasi untuk mengetahui berbagai kekuatan maupun kelemahan yang terjadi di lapangan; dan
  8. Motivasi untuk pengembangan diri dan memperoleh pengalaman baru berkaitan dengan kegiatan guru penggerak.

Untuk menjadi pendamping guru penggerak, hal yang harus dipelajari antara lain:

  1. Bagaimana cara menjadi teman bagi guru (Andragogy, keunggulan dan kelemahan yang terjadi di sekolah;
  2. Upaya apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelemahan pembelajaran?;
  3. Apa yang menjadi potensi unggul sekolah?;
  4. Invoasi apa yang dapat dilakukan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan?; dan
  5. Model-model atau pendekatan apa yang bisa dilakukan guru dalam menganalisis potensi sekolah?

Demikian paparan tentang motivasi menjadi pendamping guru penggerak. Selamat menjadi bagian transformasi pendidikan!

3 Replies to “Motivasi menjadi pendamping guru penggerak”

  1. Woooowwwww keren banget nie…. guru yg selalu optimis dan maju untuk menggerakkan roda pendidikan. Sukses Pak EriπŸ‘ Terima kasih sudah banyak mendampingi saya sebagai CGP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *