Perjalanan Pendidikan Guru Penggerak

Program pendidikan guru penggerak akan melalui perjalan yang panjang hingga 9 bulan lamamnya. Kegiatan guru penggerak meliputi lokakarya 0 hingga lokakarya 9, bedah modul, dan pendampingan invidu bersama pendamping. Gambaran umum perjalanan pendidikan guru penggerak adalah sebagai berikut.

Lokakarya Perdana
Lokakarya perdana dihadiri oleh Calon Guru Penggerak dan Kepala Sekolah. Lokakarya dipandu oleh Pendamping. 

Lokakarya ini bertujuan untuk memberi pemahaman tentang Program Guru Penggerak, alur belajar Calon Guru Penggerak dan dukungan yang perlu diberikan oleh Kepala Sekolah selama program berlangsung

Modul 1.1: Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional

Setelah mempelajari modul ini, Calon Guru Penggerak akan:
mendemonstrasikan pemahaman terhadap Filosofi Pendidikan Ki Hadjar
Dewantara dan relevansinya terhadap konteks Pendidikan Indonesia saat ini dengan membandingkan penerapan pendidikan abad 21 pada konteks lokal (budaya) di tempat asal mereka
menerjemahkan konsep Merdeka Belajar ke dalam tataran implementasi sesuai konteks lokal (budaya) di tempat asal mereka
mampu bersikap reflektif dan kritis terhadap Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara 


Aksi nyata Modul 1.1: 
Menentukan perubahan diri sebagai guru yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara

Modul 1.2: Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak
Setelah mempelajari modul ini, Calon Guru Penggerak akan
Merumuskan nilai-nilai diri yang selaras dengan upaya penumbuhan murid merdeka.
Membuat rencana perubahan diri yang akan mendukung penguatan nilai dan peran mereka sebagai guru penggerak,
Menginternalisasi nilai-nilai diri dan perannya sebagai guru penggerak untuk mewujudkan

Pendampingan Individu
Diskusi tantangan belajar daring
Refleksi penerapan perubahan kelas sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara dan Perubahan diri untuk penumbuhan murid merdeka. 
Komunitas pembelajar sepanjang hayat yang positif dan merdeka.

Aksi Nyata Modul 1.2: 
Melakukan perubahan kecil yang menunjukkan upaya mendorong penumbuhan murid merdeka 

Lokakarya 1: Kompetensi Guru Penggerak
Setelah mengikuti lokakarya 1, Calon Guru Penggerak mampu:
mengidentifikasi manfaat pengembangan diri
menjelaskan penerapan kompetensi Guru Penggerak dalam menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran
mengidentifkasi posisi diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak
membuat rencana pengembangan diri

Modul 1.3: Visi Guru Penggerak
Setelah mempelajari modul ini, Calon Guru Penggerak akan:
Merumuskan visinya mengenai lingkungan belajar yang berpihak pada murid.
mengidentifikasi pemangku kepentingan yang dapat mendukung penumbuhan murid merdeka.
membuat rencana manajemen perubahan (menggunakan paradigma dan model inkuiri apresiatif) di tempat di mana mereka berkarya.
menjalankan rencana manajemen perubahan (menggunakan paradigma dan model inkuiri apresiatif) di tempat di mana mereka berkarya.

Aksi Nyata 1.3: 
Merancang rencana manajemen perubahan di tempat berkarya

Modul 1.4: Budaya Positif
Setelah mempelajari modul ini, Calon Guru Penggerak akan
mendemonstrasikan pemahaman terhadap konsep “Sekolah sebagai institusi pembentuk karakter” dengan konsep budaya positif 
bersikap reflektif dan kritis terhadap konsep budaya positif di sekolah dan senantiasa mengembangkannya sesuai kebutuhan sosial dan murid.
Menyusun langkah-langkah dan strategi aksi nyata dalam mewujudkan budaya positif di sekolah secara efektif dan mengembangkan karakter.

Aksi Nyata 1.4: 
Menerapkan budaya positif di dalam pembelajaran di kelas

Pendampingan Individu
Refleksi dan diskusi hasil umpan balik rekan sejawat
Diskusi tantangan penerapan aksi nyata pada modul 1.1 dan 1.2

Lokakarya 2: Menggerakkan Komunitas Praktisi Program Calon Guru Penggerak
Setelah mengikuti lokakarya 2, Calon Guru Penggerak mampu
menjelaskan manfaat berbagi dari diskusi komunitas praktisi
mengidentifikasi manfaat komunitas praktisi bagi sekolah masing-masing
mengidentifikasi tantangan dan peluang membuat komunitas praktisi 
menjelaskan peranan guru penggerak dalam membuat komunitas praktisi
menganalisa diri dalam menjalankan perannya sebagai guru penggerak untuk membuat komunitas praktisi
menjelaskan tahapan menggerakan komunitas praktisi

Modul 2.1: Praktik Pembelajaran berdiferensiasi
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan dapat menjadi Guru Penggerak yang mampu:
mendemonstrasikan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi dan alasan mengapa pembelajaran berdiferensiasi diperlukan;
melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid yang berbeda
menganalisis penerapan 3 strategi diferensiasi (yaitu: diferensiasi konten, proses, dan produk)

Aksi Nyata: 
Menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari untuk membuat rencana, mengimplementasikan dan melakukan refleksi pembelajaran berdiferensiasi dan kemudian mendokumentasikan proses tersebut dalam moda yang dapat dipilih sendiri.

Modul 2.2: Pembelajaran Sosial dan Emosional
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan dapat menjadi Guru Penggerak yang mampu:
menunjukkan pemahaman tentang pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness).
menunjukkan pemahaman tentang pembelajaran sosial dan emosional yang berdasarkan kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning).
menunjukkan pemahaman tentang pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam pembelajaran sosial dan emosional
menunjukkan pemahaman tentang cara-cara mengimplementasikan pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam pembelajaran sosial dan emosional sesuai dengan konteks masing-masing guru.
mengintegrasikan pembelajaran sosial dan emosional dengan pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam kegiatan di dalam kelas, lingkungan sekolah, dan komunitasnya.

Aksi Nyata Modul 2.2:
Memimpin salah satu latihan berkesadaran penuh dalam pembelajaran sosial dan emosional bagi guru lain
Mendokumentasikan semua proses, hasil, dan perkembangan belajarnya dalam bentuk portofolio digital.

Pendampingan Indivdu
Diskusi penerapan komunitas praktisi di sekolah dengan menggunakan lembar kerja di Lokakarya dengan pertanyaan kunci seputar capaian, tantangan, diskusi solusi tantangan
Refleksi penerapan positif disiplin  di kelas CGP
Diskusi refleksi menjalankan tugas untuk dibawa ke Lokakarya 3

Lokakarya 3: Visi, Misi, dan Program Sekolah yang Berdampak pada Murid
Setelah mengikuti lokakarya 3, Calon Guru Penggerak mampu:
Peserta saling berbagi dan mampu menganalisis hasil pembelajaran dan harapan warga sekolah terhadap pembelajaran yang berdampak kepada murid
Peserta mampu merumuskan  dokumen awal visi, misi dan program sekolah yang berdampak kepada murid
Peserta mampu menyepakati rencana aksi janji jangka pendek untuk dilaksanakan di sekolah

Modul 2.2: Pembelajaran Sosial dan Emosional (lanjutan)
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta diharapkan dapat menjadi Guru Penggerak yang mampu:
menunjukkan pemahaman tentang pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness).
menunjukkan pemahaman tentang pembelajaran sosial dan emosional yang berdasarkan kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning).
menunjukkan pemahaman tentang pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam pembelajaran sosial dan emosional
menunjukkan pemahaman tentang cara-cara mengimplementasikan pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam pembelajaran sosial dan emosional sesuai dengan konteks masing-masing guru.
mengintegrasikan pembelajaran sosial dan emosional dengan pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam kegiatan di dalam kelas, lingkungan sekolah, dan komunitasnya.

Aksi Nyata Modul 2.2:
Memimpin salah satu latihan berkesadaran penuh dalam pembelajaran sosial dan emosional bagi guru lain
Mendokumentasikan semua proses, hasil, dan perkembangan belajarnya dalam bentuk portofolio digital.

Modul 2.3: Coaching
Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan menjadi guru penggerak yang mampu:
memahami konsep coaching secara umum dan perbedaannya dengan mentoring dan konseling
memahami hakikat komunikasi yang memberdayakan dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching 
memahami langkah-langkah mendengar aktif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching 
memahami langkah-langkah bertanya reflektif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching 
memahami langkah-langkah memberi umpan balik positif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching 
mengidentifikasi peran seorang coach di konteks sekolah 
melakukan praktek coaching berdasarkan model TIRTA kepada sesama CGP, murid, dan rekan guru di sekolahnya 
mengembangkan sikap terbuka, kritis, empati dan percaya diri dalam melakukan praktik coaching

Aksi Nyata: 
Praktik Coaching kepada rekan sejawat

Pendampingan Individu
Diskusi pelaksanaan komitmen CGP dan kepala sekolah Diskusi komunikasi visi ke warga sekolah dan bagaimana tanggapan warga sekolah terhadap penyampaian visi, Pertanyaan tentang capaian, tantangan dan upaya perbaikan.Diskusi tentang hasil pemetaan karakter murid di kelasnya (Modul 2.1)

Lokakarya 4
Setelah mengikuti lokakarya 4, Calon Guru Penggerak mampu:
mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan strategi perbaikan diri dalam pengajaran yang berpihak pada murid
mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam melakukan coaching
menyusun RPP yang mengutamakan diferensiasi murid

Modul 3.1: Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan menjadi guru penggerak yang mampu:
melakukan praktik keputusan yang berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran mengidentifikasi jenis-jenis paradigma dilema etika yang dihadapi oleh dirinya sendiri maupun orang lain;
CGP mampu bersikap reflektif, kritis, kreatif, dan terbuka dalam menganalisis dilema tersebut.memilih dan memahami 3 (tiga) prinsip yang dapat dilakukan untuk membuat keputusan dalam dilema pengambilan keputusan.
menerapkan 9 langkah pengujian keputusan yang diambil dalam dilema pengambilan keputusan;
CGP bersikap reflektif, kritis, dan kreatif dalam proses tersebut.

Modul 3.2: Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan menjadi guru penggerak yang mampu:
menganalisis aset dan kekuatan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien.
merancang pemetaan potensi yang dimiliki sekolahnya
menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset (Asset-Based Community Development).
merancang program kecil menggunakan hasil pemetaan kekuatan atau aset yang sudah dilakukan.
menunjukkan sikap aktif, terbuka, kritis dan kreatif dalam upaya pengelolaan sumber daya.

Pendampingan Individu
Diskusi aksi nyata setelah lokakarya 4 dan modul 2.2
Diskusi pra-observasi dengan menggunakan lembar persiapan observasi yang sudah disediakan
Observasi Praktik Pembelajaran
Memfasilitasi refleksi dan memberi umpan balik hasil observasi
Membimbing perencanaan perbaikan
Follow up tugas hasil observasi kelas dari guru lain dan umpan balik dari siswa. 


Latihan Praktik Coaching di sekolah
memberi umpan balik pelaksanaan coaching dan membuat rencana perbaikan coaching rekan sejawat

Lokakarya 5: Refleksi Kompetensi Calon Guru Penggerak
Setelah mengikuti lokakarya 5, Calon Guru Penggerak mampu
mengidentifikasi kompetensi yang sudah berkembang selama program calon guru penggerak
mengidentifikasi kompetensi yang belum berkembang selama program calon guru penggerak
mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pengembangan kompetensi diri calon guru penggerak
menyusun rencana pengembangan diri berdasarkan kompetensi guru penggerak

Modul 3.2: Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya (lanjutan)
Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan menjadi guru penggerak yang mampu:
menganalisis aset dan kekuatan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien.
merancang pemetaan potensi yang dimiliki sekolahnya
menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset (Asset-Based Community Development).
merancang program kecil menggunakan hasil pemetaan kekuatan atau aset yang sudah dilakukan.
menunjukkan sikap aktif, terbuka, kritis dan kreatif dalam upaya pengelolaan sumber daya.

Modul 3.3: Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
Secara khusus, modul ini diharapkan dapat membantu Calon Guru Penggerak untuk mampu:
menunjukkan keterampilan menganalisis data untuk menentukan prioritas masalah dan kebutuhan di sekolahnya
menunjukkan pemahaman mengenai bentuk-bentuk program dan strategi memilih bentuk program yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan aspek-aspek dalam pengembangan program (format, durasi kerja, sumber daya, lokasi)  
menerapkan tahapan pengelolaan program yang efektif dan berdampak serta mengevaluasi praktik yang selama ini dijalankan di sekolahnya
memahami analisis Manajemen Risiko dan mampu mengelola risiko menjadi sebuah potensi yang berorientasi pada pembelajaran murid
memahami prinsip-prinsip monitoring dan evaluasi serta menerapkannya dalam pengelolaan program

Aksi Nyata:
 
Membuat program sekolah yang berdampak pada murid

Pendampingan Individu
Diskusi hasil Lokakarya 5 dan modul 3.1 
Diskusi hasil pemetaan sumber daya
Refleksi proses pembuatan peta sumber daya (cek lembar refleksi)
Refleksi capaian kompetensi di bulan ke-5 dan mengapresiasi capaian Guru Penggerak

Lokakarya 6: Pengelolaan Program yang Berdampak pada murid
Setelah mengikuti lokakarya 6, Calon Guru Penggerak mampu
menyusun rancangan rantai hasil program yang terdiri dari
mengindentifikasi  input, aktivitas, hasil cepat (output), tujuan antara (outcome), dan dampak (impact) pada rantai hasil program yang disusun
menyusun manajemen resiko program
membedakan antara monitoring, dan evaluasi
mengetahui prinsip-prinsip monitoring dan evaluasi
menyusun kerangka monitoring, evaluasi, dan pembelajaran

Pendampingan Individu
Refleksi penerapan rencana program yang dibuat di Lokakarya 6
Diskusi progress program sekolah yang berdampak pada murid
Diskusi tantangan yang dihadapi dan solusi yang dilakukan

Lokakarya 7: Festival Panen Hasil Belajar Calon Guru Penggerak
Setelah mengikuti lokakarya 7, Calon Guru Penggerak mampu:
menjelaskan evaluasi program yang dibuat di lokakarya 6
menjelaskan hasil praktik baik di lingkungan belajar sekolah
menyatakan ide untuk program selanjutnya

Pendampingan Individu
Refleksi perubahan dalam pembelajaran  yang sudah diterapkan selama 6 bulan, diskusikan dampak pada diri guru dan murid yang terjadi
Refleksi penerapan Komunitas Praktisi dan perubahan yang terjadi pada rekan sejawat
Diskusi rencana belajar mandiri

Lokakarya 8: Visi dan Aksi Sekolah yang berpihak kepada murid
Setelah mengikuti lokakarya 8, Calon Guru Penggerak mampu:
merefleksikan pelaksanaan visi dan aksi sekolah berpihak kepada murid. 
merumuskan rencana kerja 1 tahun
mengindentifikasi  dukungan pelaksanaan rencana kerja
merumuskan strategi komunikasi rencana kerja kepada rekan sejawat dan kepala sekolah. 

Pendampingan Individu
Refleksi penerapan aksi nyata hasil Lokakarya 8 meliputi:
Diskusi sosialisasi rencana kerja?
Bagaimana proses sosialisasi berlangsung?
Bagaimana tanggapan ekosistem sekolah? 
Apakah rencana kerja bisa menjadi bagian dari program sekolah? 
Program apa saja yang masuk ke dalam program? mana yang tidak? 
Refleksi dampak pendampingan selama 9 bulan
Diskusi rencana belajar mandiri dan berkelanjutan di Komunitas Praktisi

Lokakarya 9: Keberlanjutan Program
Setelah mengikuti lokakarya 9, Calon Guru Penggerak mampu:
Calon Guru Penggerak dapat menyusun rencana perbaikan RTL (rencana tindak lanjut) program dan pengembangan diri
Calon Guru Penggerak dapat menyepakati tim inti komunitas guru penggerak 
Tim inti komunitas guru penggerak menyusun komitmen bersama terkait rencana komunitas setelah program selesai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *