PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019-2024 salah satu visi Pemerintah Republik Indonesia berfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen talenta. Visi tersebut terkait langsung dengan tugas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai penyelenggara pemerintahan di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Untuk mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen talenta, Kemendikbud mengembangkan rangkaian kebijakan Merdeka Belajar pada tahun 2019. Kebijakan ini dicetuskan sebagai langkah awal melakukan lompatan di bidang pendidikan. Tujuannya adalah mengubah pola pikir publik dan pemangku kepentingan pendidikan menjadi komunitas penggerak pendidikan. Filosofi “Merdeka Belajar” disarikan dari asas penciptaan manusia yang merdeka memilih jalan hidupnya dengan bekal akal, hati, dan jasad sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan demikian, merdeka belajar dimaknai kemerdekaan belajar yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar senyaman mungkin dalam suasana bahagia tanpa adanya rasa tertekan.

Secara komprehensif kerangka program PGP meliputi desain, tujuan, manfaat dan sasaran program.

Desain Program Guru Penggerak
PGP didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan dengan menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning selama 9 (sembilan) bulan. Kegiatan PGP dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu. Proporsi kegiatan terdiri atas 70% belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20% belajar bersama rekan sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping.

Asesmen dilakukan pada tahap pelatihan dan pendampingan dengan mendapatkan data hasil penugasan, praktik dan observasi fasilitator dan pendamping. Umpan balik dari rekan sejawat, kepala sekolah dan peserta didik digunakan sebagai bagian dari proses refleksi dan pengembangan diri Guru Penggerak. Asesmen pada hasil belajar peserta didik dilakukan saat proses evaluasi dampak (impact evaluation).

Tujuan Program Guru Penggerak
PGP bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan pedagogi guru sehingga dapat menghasilkan profil guru penggerak sebagai berikut:

  1. mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi, dan kolaborasi;
  2. memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik;
  3. merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua;
  4. mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi satuan pendidikan yang mengoptimalkan proses belajar peserta didik yang berpihak pada peserta didik dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar satuan pendidikan; dan
  5. berkolaborasi dengan orang tua peserta didik dan komunitas untuk pengembangan satuan pendidikan dan kepemimpinan pembelajaran.

Manfaat Program Guru Penggerak
Manfaat Pendidikan Guru Penggerak adalah sebagai berikut:

  1. bergeraknya komunitas belajar secara berkelanjutan sebagai tempat diskusi dan simulasi agar guru dapat menerapkan pembelajaran aktif yang sesuai dengan potensi dan tahap perkembangan peserta didik;
  2. diterapkannya pembelajaran aktif oleh guru lain di lingkungan satuan pendidikannya dan lingkungan sekitar sebagai dampak bergeraknya komunitas guru secara berkelanjutan;
  3. terbangunnya rasa nyaman dan bahagia peserta didik berada di lingkungan satuan pendidikan;
  4. meningkatnya sikap positif peserta didik terhadap proses pembelajaran yang bermuara pada peningkatan hasil belajar;
  5. terwujudnya lingkungan fisik dan budaya satuan pendidikan yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik; dan
  6. terbukanya kesempatan bagi guru penggerak untuk menjadi pemimpin satuan Pendidikan

Tim Pendukung Guru Penggerak
Tim Pendukung Guru Penggerak adalah Fasilitator dan Pendamping yang masing-masing memiliki peran khusus dalam mendukung Pendidikan Guru Penggerak.
Fasilitator Guru Penggerak berperan sebagai pemandu pembelajaran dalam jaringan (daring) selama 6 bulan. Fasilitator memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  1. melakukan koordinasi dengan pendamping, narasumber dan penyelenggara program terkait dengan kompetensi yang diharapkan dicapai peserta, mekanisme pelaksanaan, materi yang disajikan, serta evaluasi proses dan hasil;
  2. memfasilitasi proses belajar selama pembelajaran berlangsung;
  3. mendampingi peserta dalam proses pembelajaran;
  4. melakukan monitoring dan mentoring terhadap tagihan peserta dengan menggunakan format monitoring dan penilaian hasil belajar/tagihan;
  5. memberi umpan balik terhadap pertanyaan, permasalahan, dan tagihan yang disampaikan peserta terkait pembelajaran daring;
  6. menginput penilaian proses dan hasil pada akhir kegiatan pembelajaran ke dalam sistem;
  7. melaporkan hasil fasilitasi yang menjadi tanggung jawabnya selaku fasilitator kepada penanggung jawab kegiatan.

Pendamping guru penggerak adalah mentor dan coach bagi Calon Guru Penggerak yang mendukung guru penggerak dalam melaksanakan penerapan guru penggerak. Tugas dan tanggung jawab pendamping pada PGP adalah sebagai berikut:

  1. melakukan koordinasi dengan narasumber dan fasilitator terkait dengan kompetensi yang diharapkan dicapai peserta, mekanisme pelaksanaan, materi yang disajikan, serta evaluasi proses dan hasil;
  2. mencatat perkembangan peserta selama pelatihan tatap muka dan pendampingan;
  3. mengumpulkan tugas-tugas peserta dan memberi umpan balik kepada peserta;
  4. berbagi praktik baik, memberikan umpan balik dan refleksi dalam bentuk lokakarya dengan peserta;
  5. melakukan kunjungan kepada peserta PGP di satuan pendidikan masing-masing;
  6. mendampingi peserta PGP dalam menjalankan tugasnya (minimal 9 bulan);
  7. memberikan motivasi dan membantu peserta dalam menjalankan perannya; dan
  8. menginput penilaian proses dan hasil pada akhir kegiatan pendampingan ke dalam sistem;

Demikian tadi paparan tentang program guru penggerak. Semoga pendidikan di Indonesia semakin jaya.

#sumber; Buku Panduan Pendamping

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *