Klarifikasi Mendikbud terkait Mapel Sejarah

Beberapa hari yang lalu, muncul isu yang berkembang di masyarakat terkait penghapusan mata pelajaran sejarah untuk tingkat sekolah menengah. Agar informasi yang tidak benar ini berkembang menjadi liar, Mendikbud Nadiem Makarim kemudian menyampaikan klasrifikasi melalui akun Instagram @kemdikbud.ri

Dalam klarifikasi tersebut, disampaikan bahwa tidak ada sama sekali kebijakan, regulasi, penghapusan maata pelajaran sejarah di kurikulum nasional. Isu ini muncul sebagai akibat dari keluarnya presentasi internal yang keluar ke masyarakat berkaitan dengan permutasi penyederhanaan kurikulum.

“Kami punya banyak (permutasi), puluhan versi berbeda yang sekarang tengah melalui FGD dan uji publik,” ungkap Mas Menteri.

Kegiatan ini menjadi bentuk pengkajian yang benar agar berbagi opsi yang ada dapat diperdebatkan secara terbuka. Tentu ini bertujuan agar dihasilkan opsi terbaik dari beragam opsi yang ada.

Terkait kurikulum, Mendikbud menyatakan bahwa tidak akan ada penyederhanaan kurikulum hingga tahun 2022. Justru, di tahun 2021 akan dilakukan prototyping di sekolah penggerak yang terpilih, dan bukan dalam skala nasional. Pernyataan ini semakin memperkuat tidak adanya penyderhaan kurikulum apalagi penghapusan mata pelajaran sejarah.

Dalam video berdurasi  ± 2,5 menit tersebut, Mas Menteri juga mengklarifikasi terkait komitmennya terhadap sejarah kebangsaan yang dipertanyakan. Ditegaskan bahwa ia justru ingin memajukan kembali pendidikan sejarah agar kembali relevan dan menarik bagi bangsa Indonesia. Mengingat Nadiem terlahir dari keluarga yang memiliki komitmen memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

“Kakek saya adalah salah satu tokoh perjuangan dalam kemerdekaan Indonesia di tahun 1945. Ayah dan ibu saya aktivis nasional untuk membela hak asasi rakyat Indonesia dan berjuang melawan korupsi,” ujar Mendikbud

Bagi Mendikbud, sejarah adalah tulang punggung identitas nasional, sehingga tidak mungkin dihilangkan. Karena itu, misinya adalah ingin menjadikan sejarah menjadi suatu hal relevan dengan pengembangan media yang menarik agar bisa menginspirasi generasi muda. Sebab, identitas generasi baru yang nasionalis hanya akan bisa terbentuk dari kolektif memori yang membanggakan dan menginspirasi. Dari klarifikasi ini, semoga tidak ada lagi perdebatan dan pertentangan yang berkembang dimasyakat terkait penghapusan mata pelajaran sejarah. “Semoga klarifikasi ini menenangkan masyarkat”, ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *